Arsip untuk cermat

Turunan Asam Karboksilat

Posted in Turunan Asam Karboksilat with tags , , , , , on April 29, 2012 by isepmalik

  1. Turunan asam karboksilat meliputi kelompok-kelompok senyawa: halida asam (RCOX), amida (RCONH2), ester (RCOOR’), dan anhidrida asam karboksilat (RCOOOCR). Semua senyawa yang termasuk dalam turunan asam karboksilat jika dihidrolisis menghasilkan asam karboksilat yang menurunkannya. Persamaan di antara struktur-struktur turunan asam karboksilat adalah bahwa di dalamnya terdapat gugus karbonil (-C=O). Gugus inilah yang menyebabkan molekul turunan asam karboksilat bersifat polar.
  2. Tatanama masing-masing kelompok senyawa turunan asam karboksilat berbeda-beda, dan terdiri dari dua sistem, yaitu sistem IUPAC dan trivial. (Catatan: pelajarilah dengan cermat ketentuan-ketentuan penamaan setiap kelompok yang telah diuraikan dalam bab ini).
  3. Kepolaran molekul senyawa turunan asam karboksilat mempunyai pengaruh terhadap sifat-sifat fisikanya. Secara umum dapat disimpulkan bahwa sifat-sifat fisika turunan asam karboksilat mendekati aldehida dan keton, yang keduanya juga mempunyai gugus karbonil. Khusus untuk senyawa amida, harga titik didihnya cukup tinggi karena adanya ikatan hidrogen antar molekulnya. Semua turunan asam karboksilat dapat larut dalam pelarut-pelarut organik, tetapi kelarutannya dalam air ditentukan oleh rantai atom karbonnya.
  4. Sifat-sifat kimia dari turunan asam karboksilat secara umum adalah: (a) kereaktifannya dalam reaksi sangat dipengaruhi oleh gugus karbonil, (b) mudah mengalami substitusi.
  5. Nukleofilik, dalam arti atom/ gugus yang berikatan dengan gugus asil (R-C=O) digantikan oleh nukleofil, (c) substitusi nukleofilik pada turunan asam karboksilat lebih cepat daripada dalam senyawa alifatik jenuh.
  6. Reaksi pada senyawa-senyawa turunan asam karboksilat mempunyai ragam sesuai dengan jenis kelompoknya, demikian pula cara pembuatan untuk masing-masing kelompok. Pada setiap kelompok senyawa turunan asam karboksilat terdapat reaksi-reaksi khas (Catatan: pelajarilah dengan cermat reaksi-reaksi pada setiap kelompok yang telah diuraikan dalam bab ini).

(Sumber: Parlan. (2003). Kimia Organik 1. Universitas Negeri Malang. Hal: 217-218).

Iklan

Pengertian Laju Reaksi

Posted in Laju Reaksi with tags , , , , , on April 21, 2012 by isepmalik

Bila korek api digesekkan pada zat kimia yang umumnya menempel pada salah satu sisi kotak korek api, maka dalam sekejap kepala korek api, akan habis terbakar. Tetapi, batang korek api membutuhkan waktu yang cukup lama untuk terbakar seluruhnya menjadi karbon. Perkaratan besi merupakan reaksi yang berlangsung lebih lama lagi. Cepat lambatnya suatu reaksi berlangsung disebut dengan istilah laju reaksi. Pengetahuan tentang laju reaksi sangat dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari dan industri. Dalam kehidupan sehari-hari laju reaksi perlu dipelajari agar dampaknya dapat membantu dan bermakna bagi kehidupan manusia. Sedangkan dalam industri, laju reaksi perlu dipahami agar laju reaksi dapat dikontrol secara cermat sehingga dapat diperoleh hasil yang berkualitas, cepat, dan ekonomis. Karena itu, pada bagian berikut ini akan kita pelajari tentang pengertian dan faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi.

 

A.     Pengertian Laju Reaksi

Apabila zat A dan B bereaksi membentuk zat C, maka pada saat permulaan zat A dan zat B bereaksi, zat C masih belum ada.

A + B → C

Pada waktu reaksi berlangsung, zat C terbentuk dan makin lama jumlahnya makin bertambah banyak. Sebaliknya, zat A dan zat B jumlahnya berkurang dan makin lama makin menjadi sedikit. Apabila zat A, zat B, dan zat C berada dalam larutan atau berada dalam keadaan gas, maka banyaknya zat-zat tersebut dapat dinyatakan dalam konsentrasi. Jadi, pada reaksi di atas dapat dinyatakan bahwa pada waktu reaksi berlangsung, konsentrasi zat C (hasil reaksi) bertambah lama bertambah besar, sedangkan konsentrasi zat A dan konsentrasi zat B (pereaksi) bertambah lama bertambah kecil.

Laju reaksi dapat digambarkan dengan Grafik 2.1 di bawah ini.

 

Grafik 2.1 Laju reaksi

Jadi, laju reaksi dapat dinyatakan sebagai perubahan konsentrasi pereaksi atau hasil reaksi dalam suatu satuan waktu.

Konsentrasi pereaksi, konsentrasi hasil reaksi dan laju reaksi hanya diperoleh melalui percobaan.

Vpereaksi            =

Vhasil reaksi        =

Vpereaksi            = laju reaksi pereaksi

Vhasil reaksi        = laju reaksi hasil reaksi

[pereaksi]      = konsentrasi pereaksi

[hasil reaksi] = konsentrasi hasil pereaksi

t                       = waktu

Δ                     = perbedaan atau selisih

(Sumber: Benny Karyadi, Kimia SMU 2).