Archive for the PUISI Category

gelap dan terang

Posted in PUISI, Teori Kuantum on Oktober 2, 2010 by isepmalik

ketika berada dalam gelap

sampai jari jemari tidak berteman

seperti semut terkilir di air kopi, tidak terlihat

gelap berlebihan, membutakan

seterang-terangnya terang

bisa tidak terlihat kacamata yang dipakai

seperti melihat air di dalam gelas, terlihat hanya batasnya

terang berlebih, juga membutakan

ketika gelap dan terang datang

tariklah tiap sudutnya dalam ruang

akan ditemukan simetri di pertengahan

“titik nol” akan didapatkan

Iklan

aku ingin bicara

Posted in PUISI on Agustus 19, 2010 by isepmalik

Aku ingin bicara

Kepada siapa?

Kepada sang keheningan

Benarkah di sini ada kebenaran?

Masih adakah ruang bagi keadilan?

Aku ingin bertegur sapa

Kepada siapa?

Kepada sang kekosongan

Apakah kebenaran itu kebetulan?

Apakah keadilan itu hiasan?

Aku ingin menangis

Untuk apa?

Untuk kata-kata tak nyata

Aku ingin menangis

Kepada siapa?

Kepada sang keheningan dan kekosongan

Aku ingin mengadu

Kepada Yang Satu

Mengapa Kau ciptakan kebenaran

Mengapa Kau ciptakan keadilan

Yang serasa tak bertuan dalam kehidupan

Andir, 22 April 2006

keracunan

Posted in PUISI on Agustus 19, 2010 by isepmalik

Wahai Tuhan

Pencipta sekaligus pemilik bumi ini

Untuk siapakah kau ciptakan:

Tanah yang subur

Air yang sehat

Udara yang bersih

Untuk siapakah Kau ciptakan:

Keadilan

Kesehatan

Keberuntungan

Di sampingku berdiri tegak cerobong pabrik

Dibalik kepulan asap hitam berbau busuk

Sekelompok “hewan” menikmati keuntungan

Di sisi lain

Sekelompok manusia keracunan

Cikampek, 30 April 2006

semua itu tempo dulu

Posted in PUISI on Agustus 19, 2010 by isepmalik

Tolong katakan pada sahabatku

Yang merasa bangga dengan negara ini

Tanah yang subur menjadi pelipur

Air yang mengalir

Udara segar membuat bugar jiwa raga

Sumber daya alam melimpah, tak akan susah

Tolong dengan sangat katakan pada sahabatku

Semuanya itu tempo dulu

Sekarang tinggal kata-kata yang tak bermakna

Tambun, 30 April 2006

putaran waktu

Posted in PUISI on Agustus 19, 2010 by isepmalik

Terekam putaran waktu

Kala dulu

Memoriku menancap sampai relung hati

Sebuah kisah tentang kita

“Apakah salah aku mencintaimu”, ungkapmu

Wahai gadis lembut berparas imut

Maafkan aku tidak memberi jawaban

Tambun, 30 April 2006

jangan renggut

Posted in PUISI on Agustus 19, 2010 by isepmalik

Waktu-waktu lalu

Bulan-bulan yang kemarin

Hari-hari yang berlalu

Masih ada optimis

Dalam simbiosa dengan alam dan manusia

Hari ini, bahkan esok

???

Tuhan…

Aku mohon

Jangan renggut senyumku yang masih tersisa

tak pernah terduga

Posted in PUISI on Agustus 19, 2010 by isepmalik

Tak pernah terduga

Kau datang berurai air mata

Bertutur keluh kesah

Mengapa?

Sekarang ingin kusapa lagi

Seandainya kau ada di sini

Ingin kuberbagi

Tentang penatnya kehidupan

Tentang janji mentari

Tentang bisunya keadilan

Tentang kematian

Wahai keadilan

Haruskah kau kuragukan?

Bolahkah keraguan kujadikan keimanan

Jiwa yang dulu lantang

Sekarang?

Kepakan pikiran hanyalah kehinaan

Damri—Sabtu, 22 April 2006