Archive for the Fasal 16 Category

Zakat Syariat dan Zakat Tariqat

Posted in Fasal 16 with tags , , , , , on Mei 1, 2012 by isepmalik

Zakat syariat adalah seseorang memberikan sesuatu dari hasil usahanya bagi asnaf yang telah ditentukan dan pada waktu yang tertentu pula setiap tahun dengan nisab yang telah ditentukan.

Zakat di dalam tariqat ialah memberikan hasil usaha bangsa akhirat kepada orang yang fakir agama dan miskin akhirat.

Yang menjadi sebab zakat disebut sadaqah, seperti firman Allah dalam surah At-Taubah ayat 60: “Sesungguhnya sadaqah itu bagi orang-orang yang fakir”, karena zakat lebih dahulu sampai kepada Allah daripada kepada orang fakir dan yang dimaksudkan dengan penerimaan Allah adalah penerimaan Allah yang abadi. Dia memberikan pahala amalnya bagi orang lain, bila usaha keakhiratan pada orang yang berdosa, maka Allah mengampuninya, contohnya: pahala ganjaran, sadaqah, shalat, puasa, haji, tasbih, tahlil, bacaan Al-Quran, sifat dermawan dan amal-amal baik lainnya, sehingga tak ada lagi pahala bagi dirinya, maka ia menjadi orang yang pailit (bangkrut dalam arti kata ia tidak memiliki lagi pahala ibadahnya bagi dirinya).

Hadits Rasul:

“Orang yang (muflis) pailit akan berada pada kesentosaan dari Allah di dunia dan di akhirat”.

Sayyidina Rabi’ah Al-Adawiyah berkata dalam doanya:

“Ya Allah segala benda dunia yang ditetapkan untukku, berikanlah pada orang yang kafir dan segala pahala ganjaran akhirat yang ditentukan untukku berikanlah kepada orang yang beriman. Yang kuinginkan di dunia ini hanyalah mengingat-Mu dan yang kuinginkan di akhirat hanyalah bertemu dengan-Mu”.

Seorang manusia dengan segala yang dimilikinya semuanya adalah milik Allah, maka pada hari kiamat Allah akan melipathandakan pahala ganjaran amalannya menjadi sepuluh kali lipat sesuai dengan firman Allah:

“Barangsiapa yang melakukan amal kebajikan, maka ia mendapat pahala ganjaran sepuluh kali lipat” (QS. Al-An’am: 160).

Termasuk pula makna zakat adalah membersihkan hati dari sifat hawa nafsu, sesuai dengan firman Allah dalam surah Al-Baqarah ayat 245:

“Barangsiapa yang menunjukkan amal kebaikan kepada Allah, maka Allah akan melipatgandakan pahala ganjarannya dengan lupatan yang banyak”.

Firman Allah:

“Sungguh bahagia orang-orang yang membersihkan jiwanya” (QS. Asy-Syams: 9).

Yang dimaksudkan dengan Qard (meminjamkan) di sini ialah memberikan segala kebaikan di jalan Allah, karena berbuat baik pada makhluk Allah dan ikhlas karena Allah semata serta didasari oleh kasih sayang dan tidak diikuti dengan harapan terhadap imbalan. Firman Allah:

“Janganlah kamu menghilangkan pahala sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti perasaan si penerima” (QS. Al-Baqarah: 264).

Sama sekali tidak mengharap imbalan duniawi. Ini adalah salah satu bagian utama pada bab infak fi sabilillah. Firman Allah:

“Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sebahagian harta yang kamu cintai” (QS. Ali Imran: 92).

Iklan