Archive for the Kesetimbangan Kimia Category

Keadaan Kesetimbangan

Posted in Kesetimbangan Kimia with tags , , , , , on Mei 14, 2012 by isepmalik

Bagaimanakah bila reaksi di atas dilakukan dalam ruang tertutup? Reaksi akan segera terjai pada saat gas H2 dan bijih besi Fe3O4 dipanaskan dan terjadi Fe dan upa H2O. Tetapi segera setelah upa H2O dan Fe terbentuk akan terjadi reaksi balik, tetapi dengan laju reaksi yang lambat. Makin banyak uap H2O dan Fe terjadi makin cepat pula terjai Fe3O4 dan gas H2. Suatu saat akan terjadi yaitu laju reaksi kedua reaksi tersebut di atas menjadi sama. Pada saat itu pula konsentrasi-konsentrasi Fe3O4, H2, Fe, dan H2O tidak berubah atau tetap. Pada keadaan semacam itu terjadilah kesetimbangan kimia. Dengan demikian, apabila suatu reaksi dapat balik dan reaksi maju dan reaksi balik berlangsung dengan laju yang sama maka terjaidilah keadaan reaksi yang disebut kesetimbangan kimia.

Demi praktisnya maka kedua reaksi di atas dapat ditulis dengan menggunakan 2 arah panah.

Fe3O4(s) + 4H2(g) ↔ 3Fe(s) + 3H2O(g)

Reaksi ke kanan disebut reaksi maju. Reaksi ke kiri disebut reaksi balik. Secara makroskopik pada keadaan setimbang tidak terlihat terjadi perubahan, konsentrasi zat-zat tidak berubah, karena laju reaksi maju sama dengan laju reaksi balik. Tetapi secara mikroskopik pada keadaan setimbang pembentukan Fe(s) dan H2O(g) dan pembentukan Fe3O4(s) dan H2(g) selalu terjadi. Keadaan seperti itu disebut kesetimbangan dinamis.

Apa yang terjadi bila reaksi di atas dilakukan dalam ruang terbuka? Apakah terjadi kesetimbangan dinamis? Mengapa?

(Sumber: Benny Karyadi. Kimia SMA 2).

Iklan

Reaksi Dapat Balik

Posted in Kesetimbangan Kimia with tags , , , , , on April 22, 2012 by isepmalik

A.     Reaksi Dapat Balik

Sebenarnya semua reaksi dapat balik. Misalnya, bila bensin dibakar akan menghasilkan gas CO2 dan H2O disertai dengan energi yang besar. Dalam kondisi yang luar biasa, bila orang mau mengeluarkan energi yang sangat besar dan melalui prosedur yang sempurna maka sangatlah mungkin membuat bensin dari gas-gas yang dihasilkan itu. Kenyataan menunjukkan bahwa upaya demikian tidak ekonomis, tidak praktis dan tidak mempunyai nilai tambah. Dalam laboratorium beberapa hasil reaksi dapat langsung direaksikan menjadi reaktan kembali. Semua reaksi yang hasilnya dapat dikembalikan ke pereaksi semula disebut reaksi dapat balik.

Contoh

Bila gas hidrogen direaksikan dengan bijih besi Fe3O4 yang dipanaskan, akan terjai besi dan uap air.

Fe3O4(s) + 4H2(g) → 3Fe(s) + 4H2O(g)

Gambar 3.1 Bijih Besi (Fe3O4) Menjadi Besi (Fe)

          Reaksi sebaliknya dapat dihasilkan dengan melalukan uap air melalui besi pijar.

3Fe(s) + 4H2O(g) → Fe3O4(s) + 4H2(g)

Gambar 3.2 Besi (Fe) Menjadi Bijih Besi (Fe3O4)

(Sumber: Benny Karyadi, Kimia SMA 2).