Archive for the Alkohol Category

Alkohol

Posted in Alkohol with tags , , , , , on April 23, 2012 by isepmalik

  1. Alkohol adalah nama suatu golongan senyawa organik yang mengandung unsur-unsur C, H, dan O, dengan gugus fungsi –OH (hidroksil). Manfaat golongan alkohol dalam sintesis senyawa organik sangat besar, karena dapat digunakan untuk membuat senyawa golongan lain, misalnya aldehida, keton, dan asam karboksilat.
  2. Rumus umum golongan alkohol adalah ROH, dengan ketentuan R dapat berupa gugus alkil/ alkil tidak jenuh/ alkil tersubstitusi/ rantai alisiklik. Dikenal pula alkohol yang mengandung lebih dari sebuah gugus –OH. Apabila gugus –OH terikat langsung pada inti atau cincin aromatik, maka senyawanya bukan termasuk golongan alkohol, melainkan golongan fenol.
  3. Karena cakupan golongan alkohol cukup luas, maka dalam mengklasifikasi alkohol perlu dipilih dasar klasifikasi yang tepat. Jika didasarkan atas jenis atom karbon yang mengikat sesama gugus –OH, maka didapatkan kelompok-kelompok alkohol primer, sekunder, dan tersier. Bila didasarkan banyaknya gugus –OH, maka diperoleh kelompok-kelompok alkohol monohidroksi, alkohol dihidroksi, dan seterusnya.
  4. Di samping tatanama IUPAC, dan tatanama trivial, dalam golongan alkohol alifatik jenuh dikenal pula tatanama karbinol. Perlu diketahui bahwa tatanama karbinol tidak banyak digunakan. Dalam tatanama IUPAC, digunakan akhiral –ol sebagai pengganti dari akhiran –a dalam nama alkana yang menurunkannya. Untuk tatanama trivial, alkohol diberi nama dengan menyebut nama gugus alkil yang mengikat gugus –OH, dan diikuti kata alkohol. Dalam tatanama karbinol, alkohol alifatik jenuh dianggap sebagai turunan CH3OH (karbinol).
  5. Sifat-sifat alkohol ditentukan oleh dua unit strukturnya, yaitu R- (gugus alkil) yang bersifat lipofilik dan gugus –OH (hidroksil) yang bersifat hidrofilik. Kedua unit struktur ini mempengaruhi sifat-sifat fisika alkohol, yaitu dalam hal kelarutannya dalam air, titik didih, dan viskositasnya.
  6. Reaksi pada alkohol dapat dibeda-bedakan menjadi: (a) penggantian H dalam gugus –OH oleh atom/ gugus, (b) penggantian gugus –OH oleh halogen, (c) perubahan pada gugus –C-OH karena adanya oksidasi, (d) dehidrasi.
  7. Untuk membuat alkohol primer dapat dilakukan cara-cara berikut: (a) mereaksikan alkil halida primer dan basa, (b) mereduksi aldehida, (c) hidrolisis alkil hidrogensulfat, (d) hidrolisis ester, (e) menggunakan pereaksi Grignard (lihat bab: Aldehida dan Keton). Di samping cara-cara tersebut dikenal pula cara-cara khusus untuk membuat metanol dan etanol.
  8. Alkohol sekunder dapat dibuat dengan cara-cara berikut: (a) mereaksikan alkil halida sekunder dan basa, (b) mereduksi keton, (c) menghidrolisis hasil adisi H2SO4 pada alkena, (d) menggunakan pereaksi Grignard (lihat bab: Aldehida dan Keton).
  9. Untuk membuat alkohol tersier, terdapat dua cara, yaitu: (a) menggunakan pereaksi Grignard (lihat bab: Aldehida dan Keton), dan (b) menghidrolisis alkil hidrogensulfat dengan ketentuan gugus –OSO3H terikat pada atom C tersier.
  10. Alkohol polihidroksi yang banyak dikenal adalah yang mengandung dua gugus –OH (etilena glikol) dan tiga gugus –OH (gliserol). Reaksi-reaksi pada alkohol polihidroksila pada dasarnya sama dengan alkohol monohidroksi.
  11. Alkohol monohidroksi ada juga yang tidak jenuh, yaitu: CH2=CHOH (vinil alkohol) dan CH2=CH-CH2OH (alkil alkohol). Cara membuat alkohol tidak jenuh ini serupa dengan pembuatan alkohol monohidroksi jenuh, sedangkan reaksi-reaksinya dapat memperlihatkan sifat yang dimiliki oleh ikatan rangkap karbon-karbon, dan dapat pula memperlihatkan sifat sebagai alkohol primer.
  12. Tioalkohol (tiol) adalah senyawa organik yang mempunyai rumus umum RSH. Tiga macam reaksi yang dapat menghasilkan tioalkohol adalah: (a) mereaksikan ROSO3Na dengan NaSH, (b) mereaksikan alkil halida dengan KSH, dan (c) mereaksikan alkohol dengan H2S.
Iklan