Archive for the Struktur Atom dan Sistem Periodik Category

Soal 1-5

Posted in Bank Soal on Maret 27, 2014 by isepmalik

1.  Tentukan jumlah proton, neutron, dan elektron untuk tiap jenis atom berikut:
(a) 19579Au, (b) 19779Au, (c) 18F, (d) carbon-13
Strategi: Ingat kembali bahwa superskrip menandakan nomor massa (A) dan subskrip menandakan nomor atom (Z). Nomor massa selalu lebih besar daripada nomor atom. (Pengecualian hanya untuk 11H, di mana nomor massa sama dengan nomor atom). Dalam beberapa hal diperlihatkan penulisan tanpa subskrip sebagaimana pada (c) dan (d), nomor atom dapat dihilangkan dari simbol atau nama unsur. Untuk menentukan jumlah elektron, ingat kembali bahwa karena atom-atom netral secara listrik maka jumlah elektron sama dengan jumlah proton.
Solusi:
(a) Nomor atom Au (emas) 79, jadi terdapat 79 proton. Nomor massanya 195, jadi jumlah neutron adalah 195 – 79 = 116. Jumlah elektron sama dengan jumlah proton; yaitu 79.
(b) Di sini jumlah proton sama seperti (a), yaitu 79. Nomor massa 197, jadi jumlah neutronnya 197 – 79 = 118. Jumlah elektron juga sama seperti pada (a), yaitu 79. Jenis (a) dan (b) merupakan isotop-isotop emas.
(c) Nomor atom F (fluor) 9, jadi terdapat 9 proton. Nomor massanya 18, jadi jumlah neutronnya 18 – 9 = 9. Jumlah elektron sama dengan jumlah proton; yaitu 9.
(d) Karbon-13 dapat dituliskan sebagai 13C. Nomor atom karbon 6, jadi terdapat 13 – 6 = 7 neutron. Jumlah elektronnya 6.

 

2.  Tuliskan rumus molekul metanol (suatu pelarut organik dan anti-beku).
Solusi: Molekul tersebut mengandung empat atom H, satu atom C, dan satu atom O. Oleh karena itu, rumus molekulnya CH4O. Standar penulisan rumus molekul metanol CH3OH karena ia memperlihatkan bagaimana atom-atom bergabung dalam molekul.

 

3.  Tuliskan rumus empiris molekul-molekul berikut ini: (a) asetilena (C2H2) yang digunakan untuk pengelasan; (b) glukosa (C6H12O6) zat yang diketahui sebagai gula darah; dan (c) dinitrogen oksida (N2O) yang digunakan sebagai gas anestetik (“gas tertawa”).
Strategi: Ingat kembali cara menuliskan rumus empiris, subskrip dalam rumus molekul harus diubah menjadi angka terkecil dan bilangan bulat paling sederhana.
Solusi:
(a) Terdapat dua atom karbon dan dua atom hidrogen dalam asetilena. Subskrip dibagi dengan angka 2, kita memperoleh rumus empirisnya CH.
(b) Dalam glukosa terdapat 6 atom karbon, 12 atom hidrogen, dan 6 atom oksigen. Subskrip dibagi dengan 6, kita memperoleh rumus empirisnya CH2O. Perhatikan bahwa jika membagi subskrip dengan angka 3 akan diperoleh rumus C2H4O2. Meskipun perbandingan karbon : hidrogen : oksigen dalam C2H4O2 sama sebagaimana C6H12O6 (1:2:1), tetapi C2H4O2 bukan rumus paling sederhana karena subskripnya bukan perbandingan jumlah yang terkecil.
(c) Karena subskrip dalam N2O merupakan angka yang paling sederhana maka rumus empiris untuk dinitrogen oksida sama seperti rumus molekulnya.

 

4.  Berikan nama senyawa-senyawa berikut: (a) Fe(NO3)2, (b) Na2HPO4, dan (c) (NH4)2SO3
Strategi: Tabel 2.3 merupakan referensi nama-nama kation dan anion. Harus diingat bahwa jika sebuah logam dapat membentuk kation dengan muatan berbeda, kita perlu menggunakan sistem Stok.
Solusi:
(a) Ion nitrat (NO3-) membawa satu muatan negatif, jadi ion besi harus memiliki muatan positif dua. Karena besi dapat membentuk ion Fe2+ dan ion Fe3+, kita perlu menggunakan sistem Stok dan menamai senyawa besi(II) nitrat.
(b) Kationnya adalah Na+ dan anionnya HPO42- (hidrogen fosfat). Karena natrium hanya membentuk satu tipe ion (Na+), di sini tidak perlu menggunakan natrium(I) untuk namanya. Senyawanya adalah natrium hidrogen fosfat.
(c) Kationnya adalah NH4+ (ion amonium) dan anionnya adalah SO32- (ion sulfit). Senyawanya adalah amonium sulfit.

 

5.  Tuliskan rumus kimia untuk senyawa-senyawa: (a) raksa(I) nitrat, (b) sesium oksida, dan (c) stronsium nitrida.
Strategi: Kita merujuk Tabel 2.3 untuk rumus kation dan anion. Ingat kembali bahwa angka Romawi dalam sistem Stok menyediakan informasi mengenai muatan kation.
Solusi:
(a) Angka Romawi memperlihatkan bahwa ion raksa membawa muatan +1. Berdasarkan Tabel 2.3, ion raksa(I) adalah diatom (yaitu, Hg22+) dan ion nitrat adalah NO3-. Oleh karena itu, rumusnya adalah Hg2(NO3)2.
(b) Setiap ion oksida membawa muatan negatif dua, dan setiap ion sesium membawa muatan positif satu (sesium berada dalam Golongan IA, sebagaimana natrium). Oleh karena itu rumusnya adalah Cs2O.
(c) Setiap ion stronsium (Sr2+) membawa muatan dua positif dan setiap ion nitrida (N3-) membawa muatan tiga negatif. Supaya jumlah muatan sama dengan nol, kita harus menyesuaikan jumlah kation dan anion:
3(+2) + 2(-3) = 0
Jadi, rumusnya adalah Sr3N2.

Iklan

Tabel Periodik (Ringkasan)

Posted in Struktur Atom dan Sistem Periodik with tags , , , , , , , , , , , , , , , , , on Maret 23, 2014 by isepmalik

Pada abad kesembilan belas kimiawan mengembangkan tabel periodik berdasarkan susunan unsur dalam keteraturan peningkatan massa atomnya. Ketidaksesuaian dalam versi awal tabel periodik diselesaikan berdasarkan susunan unsur dalam keteraturan nomor atomnya.

Konfigurasi elektron menentukan sifat unsur. Tabel periodik modern mengklasifikasikan unsur berdasarkan nomor atomnya, dan juga berdasarkan konfigurasi elektronnya. Konfigurasi elektron valensi secara langsung mempengaruhi sifat atom dari unsur-unsur utama.

Variasi periodik dalam sifat fisik unsur mencerminkan perbedaan dalam struktur atom. Karakter logam unsur berkurang dalam satu perioda dari logam melalui semilogam sampai nonlogam dan meningkat dari atas ke bawah di dalam golongan tertentu unsur-unsur utama.

Jejari atom bervariasi secara periodik dengan susunan unsur dalam tabel periodik. Ia berkurang dari kiri ke kanan dan bertambah dari atas ke bawah.

Energi ionisasi adalah ukuran kecenderungan atom untuk menahan pelepasan elektron. Energi ionisasi tinggi ketika tarik-menarik lebih kuat antara inti dan elektron. Afinitas elektron adalah ukuran kecenderungan atom untuk memperoleh elektron. Afinitas elektron lebih positif ketika kecenderungan utama atom untuk memperoleh elektron. Logam-logam biasanya memiliki energi ionisasi rendah, dan nonlogam biasanya memiliki afinitas elektron tinggi.

Gas-gas mulia sangat stabil karena subkulit terluar ns dan np terisi-penuh. Logam-logam di antara unsur-unsur utama (dalam Golongan 1A, 2A, dan 3A) cenderung melepaskan elektron sampai kationnya menjadi isoelektronik dengan gas mulia sebelumnya dalam tabel periodik. Nonlogam dalam Golongan 5A, 6A, dan 7A cenderung menerima elektron sampai anionnya menjadi isoelektronik dengan gas mulia yang diikutinya dalam tabel periodik.

Tabel Periodik (Ringkasan)

Posted in Struktur Atom dan Sistem Periodik on Maret 12, 2014 by isepmalik

Pada abad kesembilan belas kimiawan mengembangkan tabel periodik berdasarkan susunan unsur dalam keteraturan peningkatan massa atomnya. Ketidaksesuaian dalam versi awal tabel periodik diselesaikan berdasarkan susunan unsur dalam keteraturan nomor atomnya.

Konfigurasi elektron menentukan sifat unsur. Tabel periodik modern mengklasifikasikan unsur berdasarkan nomor atomnya, dan juga berdasarkan konfigurasi elektronnya. Konfigurasi elektron valensi secara langsung mempengaruhi sifat atom dari unsur-unsur utama.

Variasi periodik dalam sifat fisik unsur mencerminkan perbedaan dalam struktur atom. Karakter logam unsur berkurang dalam satu perioda dari logam melalui semilogam sampai nonlogam dan meningkat dari atas ke bawah di dalam golongan tertentu unsur-unsur utama.

Jejari atom bervariasi secara periodik dengan susunan unsur dalam tabel periodik. Ia berkurang dari kiri ke kanan dan bertambah dari atas ke bawah.

Energi ionisasi adalah ukuran kecenderungan atom untuk menahan pelepasan elektron. Energi ionisasi tinggi ketika tarik-menarik lebih kuat antara inti dan elektron. Afinitas elektron adalah ukuran kecenderungan atom untuk memperoleh elektron. Afinitas elektron lebih positif ketika kecenderungan utama atom untuk memperoleh elektron. Logam-logam biasanya memiliki energi ionisasi rendah, dan nonlogam biasanya memiliki afinitas elektron tinggi.

Gas-gas mulia sangat stabil karena subkulit terluar ns dan np terisi-penuh. Logam-logam di antara unsur-unsur utama (dalam Golongan 1A, 2A, dan 3A) cenderung melepaskan elektron sampai kationnya menjadi isoelektronik dengan gas mulia sebelumnya dalam tabel periodik. Nonlogam dalam Golongan 5A, 6A, dan 7A cenderung menerima elektron sampai anionnya menjadi isoelektronik dengan gas mulia yang diikutinya dalam tabel periodik.

Struktur Atom (Ringkasan)

Posted in Struktur Atom dan Sistem Periodik on Maret 12, 2014 by isepmalik

Teori kuantum yang dikembangkan Planck berhasil menjelaskan emisi radiasi ketika zat padat dipanaskan. Teori kuantum menyatakan bahwa energi cahaya yang dipancarkan atom dan molekul dalam jumlah diskrit (kuanta) di atas daerah kontinu. Perilaku ini dirumuskan berdasarkan hubungan E = hv, di mana E adalah energi radiasi, h adalah konstanta Planck, dan v adalah frekuensi radiasi. Energi selalu dipancarkan dalam perkalian bilangan sederhana dari hv (1 hv, 2 hv, 3 hv, …).

Dengan menggunakan teori kuantum, Einstein menyelesaikan misteri lain dalam fisika—efek fotolistrik. Einstein mengusulkan bahwa cahaya dapat berperilaku seperti berkas partikel (foton).

Garis spektrum hidrogen, misteri lainnya yang dihadapi fisikawan pada abad sembilanbelas, juga dapat dijelaskan dengan menggunakan teori kuantum. Bohr mengembangkan model atom hidrogen di mana energi satu elektron dikuantisasi—pembatasan nilai energi tertentu yang ditentukan oleh bilangan sederhana, bilangan kuantum utama.

Elektron dalam keadaan energi paling stabil dikatakan berada dalam keadaan dasar, dan elektron pada level energi lebih tinggi keadaan paling stabilnya berada dalam keadaan tereksitasi. Dalam model Bohr, elektron memancarkan foton ketika ia berpindah dari keadaan berenergi lebih tinggi (keadaan tereksitasi) kepada keadaan energi lebih rendah (keadaan dasar atau keadaan tereksitasi yang lebih rendah). Pelepasan sejumlah energi dalam bentuk foton diperhitungkan dalam garis spektrum emisi hidrogen.

De Broglie memperluas deskripsi cahaya dapat berupa partikel-gelombang menurut Einstein untuk seluruh materi yang bergerak. Panjang gelombang partikel yang bergerak dengan massa m dan kecepatan u diberikan oleh persamaan de Broglie λ = h/mu.

Persamaan Schrodinger menggambarkan gerakan dan energi dari partikel submikroskopik. Persamaan ini memunculkan mekanika kuantum dan era baru dalam fisika.

Persamaan Schrodinger mengatakan keadaan energi yang mungkin bagi elektron dalam atom hidrogen dan probabilitas lokasinya dalam daerah tertentu di sekitar inti. Hasil ini dapat digunakan dengan akurasi yang masuk akal untuk atom polielektron.

Orbital atom merupakan fungsi (ψ) yang mendefinisikan distribusi kerapatan elektron (ψ2) di dalam ruang. Orbital direpresentasikan oleh diagram kerapatan elektron atau diagram batas permukaan.

Keempat bilangan kuantum mengkarakterisasi setiap elektron dalam atom: bilangan kuantum utama n mengidentifikasi level energi utama, atau kulit dari orbital; bilangan kuantum momentum sudut l menunjukkan bentuk orbital; bilangan kuantum magnetik ml secara khusus untuk orientasi orbital di dalam ruang; dan bilangan kuantum spin elektron ms mengindikasikan arah spin elektron pada aksisnya.

Satu orbital s untuk setiap level energi adalah sferik dan terpusat pada inti. Tiga orbital p berada pada n = 2 dan yang lebih tinggi dari itu; setiap orbital p memiliki dua cuping, dan pasangan cuping disusun pada sudut tegak lurus satu sama lainnya. Dimulai dengan n = 3, terdapat lima orbital d dengan bentuk dan orientasi yang lebih kompleks.

Energi elektron dalam atom hidrogen hanya ditentukan oleh bilangan kuantum utama. Dalam atom polielektron, bilangan kuantum utama dan bilangan kuantum momentum sudut bersama-sama menentukan energi elektron.

Tidak ada dua elektron dalam atom yang sama dapat memiliki keempat bilangan kuantum yang sama (prinsip eksklusi Pauli).

Susunan paling stabil elektron dalam sub-kulit adalah jumlah terbesar dari spin paralelnya (aturan Hund). Atom dengan satu atau lebih spin elektron tak-berpasangan adalah paramagnetik. Atom di mana semua elektronnya berpasangan adalah diamagnetik.

Prinsip Aufbau memberikan panduan untuk membangun unsur. Tabel periodik mengklasifikasi unsur berdasarkan nomor atom dan konfigurasi elektronnya.

Atom, Molekul, dan Ion (Ringkasan)

Posted in Struktur Atom dan Sistem Periodik on November 29, 2013 by isepmalik

Kimia modern dimulai dengan teori atom Dalton yang menyatakan bahwa semua materi tersusun dari bagian terkecil, partikel tidak dapat dibagi yang disebut atom; semua atom dari unsur yang sama adalah identik; senyawa mengandung atom-atom dari unsur berbeda yang bergabung dalam perbandingan sederhana; dan atom tidak dapat diciptakan dan dimusnahkan dalam reaksi kimia (hukum konservasi massa).

Atom-atom suatu unsur dalam senyawa selalu bergabung dalam proporsi sama berdasarkan massa (hukum proporsi tetap). Ketika dua unsur dapat bergabung membentuk lebih dari satu jenis senyawa, massa satu unsur bergabung dengan massa-tetap dari unsur lain dalam perbandingan bilangan terkecil (hukum proporsi berganda).

Suatu atom terdiri dari pusat inti rapat yang dibangun oleh proton dan neutron, ditambah elektron yang mengelilingi inti dengan jarak relatif. Proton bermuatan positif, neutron tidak bermuatan, dan elektron bermuatan negatif. Proton dan neutron dapat dikatakan bermassa sama, di mana sekitar 1840 kali lebih besar daripada massa sebuah elektron.

Nomor atom suatu unsur merupakan jumlah proton di dalam inti atom suatu unsur; ia menentukan identitas unsur. Nomor massa merupakan penjumlahan dari jumlah proton dan jumlah neutron di dalam inti. Isotop merupakan atom-atom suatu unsur yang memiliki jumlah proton sama tetapi berbeda jumlah neutron.

Rumus kimia merupakan simbol penyusun unsur dengan angka subskrip yang memperlihatkan tipe dan jumlah atom dalam satuan terkecil senyawa. Rumus molekul memperlihatkan jumlah dan tipe khusus atom yang bergabung dalam setiap molekul suatu senyawa. Rumus empiris memperlihatkan perbandingan paling sederhana dari atom-atom di dalam molekul.

Senyawa kimia salah satunya adalah senyawa molekuler (di mana unit terkecilnya berupa masing-masing molekul terpisah) atau senyawa ionik (di mana ion positif dan negatif diikat bersama oleh antaraksi timbal-balik). Senyawa ion tersusun dari kation dan anion, dibentuk ketika masing-masing atom melepaskan dan menerima elektron.

Nama senyawa anorganik dapat dideduksi dari seperangkat aturan sederhana. Rumus dapat ditulis dari nama senyawa tersebut. Tipe paling sederhana senyawa organik adalah hidrokarbon.

Struktur Atom (Ringkasan)

Posted in Struktur Atom dan Sistem Periodik on November 25, 2013 by isepmalik

Teori kuantum yang dikembangkan Planck berhasil menjelaskan emisi radiasi ketika zat padat dipanaskan. Teori kuantum menyatakan bahwa energi cahaya yang dipancarkan atom dan molekul dalam jumlah diskrit (kuanta) di atas daerah kontinu. Perilaku ini dirumuskan berdasarkan hubungan E = hv, di mana E adalah energi radiasi, h adalah konstanta Planck, dan v adalah frekuensi radiasi. Energi selalu dipancarkan dalam perkalian bilangan sederhana dari hv (1 hv, 2 hv, 3 hv, …).

Dengan menggunakan teori kuantum, Einstein menyelesaikan misteri lain dalam fisika—efek fotolistrik. Einstein mengusulkan bahwa cahaya dapat berperilaku seperti berkas partikel (foton).

Garis spektrum hidrogen, misteri lainnya yang dihadapi fisikawan pada abad sembilanbelas, juga dapat dijelaskan dengan menggunakan teori kuantum. Bohr mengembangkan model atom hidrogen di mana energi satu elektron dikuantisasi—pembatasan nilai energi tertentu yang ditentukan oleh bilangan sederhana, bilangan kuantum utama.

Elektron dalam keadaan energi paling stabil dikatakan berada dalam keadaan dasar, dan elektron pada level energi lebih tinggi keadaan paling stabilnya berada dalam keadaan tereksitasi. Dalam model Bohr, elektron memancarkan foton ketika ia berpindah dari keadaan berenergi lebih tinggi (keadaan tereksitasi) kepada keadaan energi lebih rendah (keadaan dasar atau keadaan tereksitasi yang lebih rendah). Pelepasan sejumlah energi dalam bentuk foton diperhitungkan dalam garis spektrum emisi hidrogen.

De Broglie memperluas deskripsi cahaya dapat berupa partikel-gelombang menurut Einstein untuk seluruh materi yang bergerak. Panjang gelombang partikel yang bergerak dengan massa m dan kecepatan u diberikan oleh persamaan de Broglie λ = h/mu.

Persamaan Schrodinger menggambarkan gerakan dan energi dari partikel submikroskopik. Persamaan ini memunculkan mekanika kuantum dan era baru dalam fisika.

Persamaan Schrodinger mengatakan keadaan energi yang mungkin bagi elektron dalam atom hidrogen dan probabilitas lokasinya dalam daerah tertentu di sekitar inti. Hasil ini dapat digunakan dengan akurasi yang masuk akal untuk atom polielektron.

Orbital atom merupakan fungsi (ψ) yang mendefinisikan distribusi kerapatan elektron (ψ2) di dalam ruang. Orbital direpresentasikan oleh diagram kerapatan elektron atau diagram batas permukaan.

Keempat bilangan kuantum mengkarakterisasi setiap elektron dalam atom: bilangan kuantum utama n mengidentifikasi level energi utama, atau kulit dari orbital; bilangan kuantum momentum sudut l menunjukkan bentuk orbital; bilangan kuantum magnetik ml secara khusus untuk orientasi orbital di dalam ruang; dan bilangan kuantum spin elektron ms mengindikasikan arah spin elektron pada aksisnya.

Satu orbital s untuk setiap level energi adalah sferik dan terpusat pada inti. Tiga orbital p berada pada n = 2 dan yang lebih tinggi dari itu; setiap orbital p memiliki dua cuping, dan pasangan cuping disusun pada sudut tegak lurus satu sama lainnya. Dimulai dengan n = 3, terdapat lima orbital d dengan bentuk dan orientasi yang lebih kompleks.

Energi elektron dalam atom hidrogen hanya ditentukan oleh bilangan kuantum utama. Dalam atom polielektron, bilangan kuantum utama dan bilangan kuantum momentum sudut bersama-sama menentukan energi elektron.

Tidak ada dua elektron dalam atom yang sama dapat memiliki keempat bilangan kuantum yang sama (prinsip eksklusi Pauli).

Susunan paling stabil elektron dalam sub-kulit adalah jumlah terbesar dari spin paralelnya (aturan Hund). Atom dengan satu atau lebih spin elektron tak-berpasangan adalah paramagnetik. Atom di mana semua elektronnya berpasangan adalah diamagnetik.

Prinsip Aufbau memberikan panduan untuk membangun unsur. Tabel periodik mengklasifikasi unsur berdasarkan nomor atom dan konfigurasi elektronnya.

Struktur Atom dan Sistem Periodik

Posted in Struktur Atom dan Sistem Periodik with tags , , , , , on April 29, 2012 by isepmalik

  • Gambaran atom menurut Dalton adalah keras dan tidak dapat dibelah lagi adalah benar untuk kasus tertentu, tapi dengan alat modern atom dapat dipecah ke dalam model inti atom dan elektron seperti yang berkembang saat ini. Elektron adalah partikel sangat ringan, bermuatan negatif yang dapat dipindai dalam tabung sinar katoda oleh Thomson, yang mengukur nisbah muatan-massa. Percobaan Milikan memberikan nilai untuk muatan elektron, yang memungkinkan juga menentukan massa elektron. Kajian terhadap sinar terusan dalam tabung gas yang dimuati memberikan penemuan keberadaan partikel dasar, dinamakan proton, bermuatan positif dengan massa lebih besar dari elektron.
  • Suatu percobaan tentang hamburan partikel alfa oleh Geiger dan Marsden, Rutherford mengajukan bahwa massa atom terpusat pada inti atom yang di luar inti. Model dasar inti atom dilengkapi dengan penemuan neutron oleh Chadwick. Neutron dan proton berada bersama dalam inti atom yang menentukan massa setiap atom. Jumlah proton di dalam inti menunjukkan nomor atom, dan ini memberikan penjelasan ketika Mosley menemukan dalam kajian sinar-X bahwa atom tiap unsur mempunyai perbedaan bila nomor atomnya berbeda.
  • Radiasi elektromagnetik dicirikan oleh panjang gelombang dan frekuensinya, yang dihubungkan melalui persamaan c = ln. Di pihak lain, energi radiasi terkuantisasi menurut E = h n. Cahaya dan partikel kecil seperti elektron menunjukkan bermuka dua dalam gelombang dan partikel. Untuk menjelaskan perilakunya perlu menentukan baik sifat gelombang maupun sifat partikel, dan energinya terkuantisasi sesuai dengan matematik mekanika kuantum. Dasar mekanika kuantum, prinsip ketidak pastian Heisenberg menyatakan bahwa tidak mungkin untuk mengetahui secara bersamaan baik posisi maupun momentum secara eksak dari suatu partikel, seperti elektron.
  • Spektra garis dihasilkan bila elektron yang telah menerima energi ekstra turun ke tingkat energi normalnya dalam atom. Setiap unsur mempunyai spektrum garis yang khas. Secara terpisah model atom Bohr berhasil menerangkan spektrum atom hidrogen, menggambarkan elektron bergerak dalam orbit-orbit tertentu dengan energi terkuantisasi dan meradiasikan energi hanya bila beralih orbit yang berenergi lebih tinggi ke orbit dengan energi lebih rendah.
  • Menurut pandangan modern, model atom mekanika kuantum, energi elektron juga terkuantisasi. Elektron memiliki gerakan seperti gelombang dan menghuni daerah tiga dimensi yang dikenal dengan istilah orbital, yaitu ungkapan matematis ditemukannya elektron dalam ruang.
  • Empat bilangan kuantum diperlukan untuk menguraikan lokasi elektron di dalam atom. Yaitu n menunjukkan tingkat energi utama orbital, l menyatakan subkulit dalam tingkat energi utama; m, menyatakan bentuk orbital, dan ms menyatakan satu dari dua kemungkinan orientasi spin elektron dalam orbital. Suatu orbital atom adalah daerah di mana elektron dengan set bilangan kuantum tertentu paling mungkin ditemukan. Hanya kebolehjadian lokasi elektron pada posisi yang ada dalam orbital dapat diketahui.
  • Empat jenis orbital (s, p, d, f) menghuni daerah berbeda di sekeliling atom. Dalam tingkat energi utama, jumlah jenis orbital sama dengan n (n = 1, orbital s; n = 2, orbital p, n = 3, orbital d; n = 4, orbital d). maksimum orbital s satu, p tiga, orbital d lima dan orbital f tujuh adalah yang paling mungkin dalam tingkat energi utama.
  • Terdapat tiga prinsip yang membangun urutan pengisian elektron dalam orbital untuk atom poliatomik. (1) prinsip larangan Pauli; (2) prinsip membangun dengan energi terendah; (3) aturan Hund.
  • Pada tabel periodik, atom suatu unsur dalam satu golongan mempunyai konfigurasi elektron yang identik dan sifat-sifat yang mirip. Dalam baris perioda yang sama ditentukan oleh jumlah elektron yang diakomodasi dalam tiap subkulit yang dihuni. Setiap perioda diakhiri dengan gas mulia. Kestabilan kimia dari gas mulia akibat dari konfigurasi elektron yang terisi penuh.

(Sumber: Yayan Sunarya. (2000). Kimia Dasar: Prinsip-prinsip Kimia Terkini Jilid 1. Bandung: Alkemi Grafisindo Press. Hal: 259).