Archive for the Asam Basa Category

Asam-Basa

Posted in Asam Basa with tags , , , , , on April 30, 2012 by isepmalik

  • Konsep Arrhenius merupakan teori asam basa pertama yang berhasil dipublikasikan. Menurut konsep ini, asam adalah spesi yang dapat menghasilkan ion H+ dalam larutan air; basa adalah spesi yang dapat meningkatkan konsentrasi OH dalam larutan air.
  • Definisi asam-basa menurut Bronsted-Lowry menekankan aturan proton. Suatu asam adalah doantur proton; basa adalah akseptor proton. Menurut definisi ini, air dapat dipandang sebagai asam atau basa (ampoter). Konsep asam-basa Bronsted-Lowry adalah: Asam kuat menyerahkan proton dengan mudah. Basa kuat menarik proton dengan kuat. Reaksi asam basa hasil dari kompetisi antara dua basa untuk proton. Jika salah satu basa lebih kuat dari basa lain, tarikan basa terkuat terhadap proton adalah basa yang reaksinya sempurna.
  • Konsep asam-basa Lewis bahkan lebih bersifat umum dari model Bronsted-Lowry. Asam Lewis adalah akseptor pasangan elektron dan basa Lewis adalah donatur pasangan elektron. reaksi asam-basa oksida dan pembentukan ion kompleks dapat dijelaskan menggunakan konsep asam-basa Lewis.
  • Asam biner adalah senyawa hidrogen dan unsur lain yang menghasilkan ion hidrogen dalam larutan air. Kekuatan asam biner bergantung pada kekuatan ikatan antara atom hidrogen dan atom kedua. Dari atas ke bawah menurut golongan pada tabel periodik, keasaman asam biner meningkat dengan naiknya radius atom kedua; dalam perioda yang sama dari kiri ke kanan, keasaman meningkat dengan naiknya keelektronegatifan atom kedua.
  • Asam okso mengandung atom oksigen, hidrogen, dan atom pusat, dengan rumus umum OnM(OH)m. Asam okso suatu unsur dikenal menurut jumlah atom oksigen yang ada pada atom pusat. Suatu deret asam diberi nama menurut atom pusat yang diubah dengan akhirat ‘at’.
  • Untuk air, tetapan darab, Kw sama dengan [H+][OH]. Keasaman atau kebasaan larutan air dinyatakan sebagai pH atau pOH, yang merupakan negatif log [H+] dan [OH]. Air murni bersifat netral dan pada 250C mempunyai pH 7. pH > 7 menunjukkan larutan basa; pH < 7 menyatakan larutan bersifat asam.
  • Kekuatan relatif asam dan basa ditunjukkan oleh nilai Ka atau Kb, yaitu suatu harga tetapan kesetimbangan untuk produk ion H+ dan OH dalam larutan air. Untuk asam dan basa lemah, Ka dan Kb lebih kecil dari 1. Tetapan kesetimbangan Ka dan Kb untuk pasangan asam-basa konjugat dihubungkan dengan Kw melalui Ka.Kb = Kw.
  • Persen disosiasi asam lemah didefinisikan sebagai: persen disosiasi = (jumlah terdisosiasi / konsentrasi awal) x 100. Ini adalah ukuran lain dari kekuatan asam: persen disosiasi besar, adalah asam lebih kuat. Akibat [HA]0 berkurang, [H+] menurun, tetapi persen disosiasi meningkat. Yaitu, larutan encer menyebabkan kenaikan persen disosiasi.
  • Basa kuat adalah garam hidroksida, seperti NaOH atau KOH, yang terdisosiasi sempurna di dalam air. Basa yang tidak mengandung ion hidroksida dapat menjadi spesi yang mampu melepaskan proton dari air, menghasilkan ion hidroksida. Misalnya amonia sebab dapat menerima proton dari air. NH3(aq) + H2O(λ) ↔ NH4+(aq) + OH(aq). Ungkapan kesetimbangannya adalah Kb = ([NH4+][OH]) / [NH3]. Dengan Kb selalu merujuk kepada reaksi dimana basa bereaksi dengan air menghasilkan asam konjugat dan ion hidroksida. Karena basa seperti amonia harus bersaing dengan ion hidroksida untuk mendapatkan proton, nilai Kb untuk basa ini lebih kecil dari 1, dan zat tersebut tergolong basa lemah.

(Sumber: Yayan Sunarya. Jilid 2. Hal: 82).

Iklan