Archive for the Karbohidrat Category

Penggolongan Karbohidrat

Posted in Karbohidrat with tags , , , , , on April 28, 2012 by isepmalik

Berbagai senyawa yang termasuk kelompok karbohidrat dibagi dalam tiga golongan, yaitu golongan monosakarida, golongan oligosakarida dan golongan polisakarida.

Monosakarida

Monosakarida ialah karbohidrat yang sederhana, hanya terdiri atas beberapa atom karbon saja, tidak dapat diuraikan dengan cara hidrolisis. Monosakarida yang paling sederhana ialah gliseraldehida dan dihidroksiaseton.

Monosakarida yang terdiri atas empat atom karbon disebut tetrosa dengan rumus C4H8O4. Pentosa ialah monosakarida yang mempunyai lima atom karbon.

 

Glukosa

Glukosa adalah suatu aldoheksosa dan sering disebut dektrosa. Darah manusia normal mengandung glukosa dalam jumlah atau konsentrasi yang tetap, yaitu antara 70-100 mg tiap 100 ml darah.

Dalam alam glukosa dihasilkan daaari fotosintesis dan glukosa yang terbentuk terus digunakan untuk pembentukan amilum atau selulosa.

 

Fruktosa

Fruktosa adalah suatu ketohektosa yang mempunyai sifat memutar cahaya terpolarisasi ke kiri (levulosa). Fruktosa dapat dibedakan dari glukosa dengan pereaksi Seliwanoff, yaitu larutan resorsinol (1,3 dihidroksi-benzena) dalam asam HCl. Fruktosa berikatan dengan glukosa membentuk sukrosa.

 

Galaktosa

Umumnya berikatan dengan glukosa dalam bentuk laktosa, yaitu gula yang terdapat dalam susu. Pada proses oksidasi oleh asam nitrat pekat dan dalam keadaan panas galaktosa menghasilkan asam musat, sedangkan asam sakarat yang dihasilkan oleh oksidasi glukosa.

 

Pentosa

Beberapa pentosa yang penting di antaranya ialah arabinosa, xilosa, ribosa dan 2-deoksiribosa.

 

Oligosakarida

Senyawa yang termasuk oligosakarida mempunyai molekul yang terdiri atas beberapa molekul monosakarida.

 

Sukrosa

Dengan hidrolisis sukrosa akan terpecah dan menghasilkan glukosa dan fruktosa. Pada molekul sukrosa terdapat ikatan antara molekul glukosa dan fruktosa, yaitu antara atom karbon nomor 1 pada glukosa dengan atom karbon nomor 2 pada fruktosa melalui atom oksigen. Gugus –OH glikosidik adalah atom karbon yang merupakan gugus aldehida pada glukosa dan gugus keton para fruktosa.

Sukrosa mempunya sifat memutar cahaya terpolarisasi ke kanan. Pada proses hidrolisis terjadi perubahan sudut putar, mula-mula ke kanan menjadi ke kiri, proses ini disebut juga inversi. Hasil hidrolisis sukrosa yaitu campuran glukosa dan fruktosa disebut gula invert. Dalam usus halus sukrosa akan diubah menjadi glukosa dan fruktosa oleh enzim sukrase atau invertase.

 

Laktosa

Dengan hidrolisis laktosa akan menghasilkan D-galaktosa dan D-glukosa. Ikatan galaktosa dan glukosa terjadi antara atom karbon nomor 1 pada galaktosa dan atom karbon nomor 4 pada glukosa. Molekul laktosa masih mempunyai gugus –OH glikosidik, dengan demikian laktosa mempunyai sifat mereduksi dan mutarotasi.

 

Maltosa

Maltosa adalah suatu disakarida yang terebntuk dari dua molekul glukosa. Ikatan yang terjadi ialah antara atom karbon nomor 1 dan atom karbon nomor 4, maltosa masih mempunyai gugus –OH glikosidik dengan demikian masih mempunyai sifat mereduksi.

 

Rafinosa

Rafinosa adalah suatu trisakarida yang penting, terdiri dari galaktosa-glukosa-fruktosa. Atom karbon 1 pada galaktosa berikatan dengan atom karbon 6 pada glukosa, selanjutnya atom karbon 1 pada glukosa berikatan dengan atom karbon 2 pada fruktosa.

 

Stakiosa

Stakiosa adalah suatu tetrasakarida, terdiri dari 2 molekul galaktosa, 1 molekul glukosa dan 1 molekul fruktosa. Stakiosa tidak mempunyai sifat mereduksi.

 

Polisakarida

Polisakarida yang terdiri atas satu macam monosakarida saja disebut homopolisakarida, sedangkan yang mengandung senyawa lain disebut heteropolisakarida. Polisakarida umumnya berupa senyawa berwarna putih, tidak berbentuk kristal, tidak mempunyai rasa manis dan tidak mempunyai sifat mereduksi. Polisakarida yang dapat larut dalam air akan membentuk larutan koloid. Contoh polisakarida yang penting amilum, glikogen, dekstrin dan selulosa.

 

Amilum

Amilum terdapat pada umbi, daun, batang dan biji-bijian. Amilum terdiri atas dua macam polisakarida yang kedua-duanya adalah polimer dari glukosa, amilosa (kira-kira 20-28%) dan sisanya amilopektin. Amilosa terdiri atas 250-300 unit D-glukosa yang terikat dengan ikatan a 1,4-glikosidik, jadi molekulnya merupakan rantai terbuka. Amilopektin juga terdiri atas  molekul D-glukosa yang sebagian besar mempunyai ikatan 1,4-glikosidik dan sebagian lagi ikatan 1,6-glikosidik. Adanya ikatan 1,6-glikosidik ini menyebabkan terjadinya cabang, sehingga molekul amilopektin berbentuk rantai terbuka dan bercabang.

Amilum dapat dihidrolisis sempurna dengan menggunakan asam sehingga menghasilkan glukosa. Hidrolisis dapat dilakukan dengan bantuan enzim amilase.

 

Glikogen

Glikogen menghasilkan D-glukosa pada proses hidrolisis. Glikogen terdapat dalam hati dan otot. Glikogen dapat memutar cahaya terpolarisasi ke kanan dan mempunyai rotasi spesifik [a]D20 = 1960.

 

Dekstrin

Dekstrin adalah hasil antara pada proses hidrolisis amilum sebelum terbentuk maltosa.

 

Selulosa

Selulosa oleh asam dengan konsentrasi tinggi dapat terhidrolisis menjadi selobiosa dan D-glukosa. Selobiosa adalah suatu disakarida yang terdiri atas dua molekul glukosa yang berikatan glikosidik antara atom karbon 1 dengan atom karbon 4.

 

Mukopolisakarida

Mukopolisakarida adalah suatu heteropolisakarida, yaitu polisakarida yang terdiri atas dua jenis derivat monosakarida.

Iklan