Archive for the 4. Menemukan! Category

Sang pencari menemukan kebahagiaan

Posted in 4. Menemukan! on November 1, 2010 by isepmalik

Pertumbuhan ruhani

Ketika terbangun di pagi hari, kita terjaga dari kedalaman tidur kepada kesadaran lingkungan. Kita mungkin melirik jam untuk menentukan waktu dan membaca surat kabar untuk mempelajari peristiwa terkini. Ketika berpakaian dan bersiap untuk pindah ke aktivitas sehari-hari, mungkin memiliki kesadaran sesaat mengenai kehadiran pribadi kita. Singkatnya, dapat disimpulkan sebuah petualangan yang telah jutaan tahun: kebangkitan dari ketidaksadaran!

Dalam What We May Be, Piero Ferrucci menulis: “Justru kesadaran diri yang memungkinkan kita mengalami kesendirian dan cinta untuk bertanggung jawab kepada manusia lain. Menyadari terhadap masa lalu dan masa depan, terhadap hidup dan mati, terhadap nilai, terhadap rencana ke depan, sadar terhadap evolusi dan mungkin untuk memengaruhinya”[1]. Dengan berkesadaran ini, apa langkah berikutnya? Apakah ada kemungkinan untuk pertumbuhan spiritual yang dapat bergerak lebih dekat menuju pemahaman kekuatan tujuan dan menemukan tujuan pribadi dalam hidup? Apakah mungkin membuat penggunaan dan manfaat terbaik dari situasi kita sekarang? Apakah kita yang paling produktif mengekspresikan energi kreatif?

Menjaga dan membuka pikiran

Salah satu langkah awal yang sangat penting, yaitu pikiran perlu terbuka sebelum mengembangkan spektrum kesadaran spiritual. Apa maknanya? Kesadaran ruhani adalah pembahasan yang luas. Kesadaran ini seperti pedang yang memotong daun dan menjadi ternoda oleh getahnya, namun pedang itu sendiri tidak berubah. Seperti sungai megah yang melalui lembah berasal dari sumbernya. “Sungai kesadaran” mengalir dari sumber kesadaran Sang Pencipta yang berada di luar semua ciptaan.

Pengembangan kesadaran spiritual

Mengembangkan kesadaran spiritual dapat terjadi dengan mengarahkan proses pemikiran dalam cara-cara positif untuk mencapai yang lebih baik dan menghasilkan penyelarasan dengan sumber kreatif. Kecenderungan pemikiran manusia dan kesadaran dapat berubah. Dengan demikian, menjaga titik bias, terbuka, dan tak berprasangka yang tidak baik bisa menjadi langkah besar dalam pertumbuhan. Dan harus diingat, orang lain mungkin berpikir berbeda dari cara Anda berpikir, tidak selalu berarti bahwa baik adalah “benar” atau “salah”. Dengar, belajar, dan lepaskan ego Anda sejenak. Musuh terbesar seringkali diri kita sendiri! Bertahanlah untuk sebuah penyelesaian mental supaya Anda dapat menjadi orang yang paling bermanfaat dan produktif!

Anugerah ruhani

Temukanlah anugerah ruh dalam diri Anda. Gunakanlah untuk memperkuat otot-otot ruhani Anda. Perintahkanlah otot ini untuk bekerja. Ruhani dapat terjaga dan dikembangkan untuk tingkat yang lebih besar dari yang Anda bayangkan. Sebuah orientasi kesadaran ruhani mencakup bidang kegiatan yang luas. Hal ini memiliki kapasitas dalam berekspresi untuk mempengaruhi banyak pikiran individu. Dapatkah sains memelajari tentang kesadaran? Mampukah kesadaran manusia memelajari kesadarannya sendiri? Apakah ini menjadi kawasan yang bermanfaat bagi investigasi untuk evolusi manusia lebih lanjut? Untuk menjadi spiritualis tidak berarti menjadi malaikat dengan memiliki sayap, tetapi menjadi sesuatu yang jauh lebih besar—keterhubungan jiwa dengan keilahian yang tak terbatas!

Salah satu cara paling mungkin dan sederhana untuk memulai spiritualisasi kesadaran adalah melalui kegiatan doa. Doa memainkan peranan penting dalam kehidupan sehari-hari, kita sering membuat keputusan yang lebih baik dan menjadi lebih produktif dalam cara-cara yang menguntungkan. Anda juga dapat menjadi semakin introspektif, karena pemahaman dan pengampunan akan datang lebih mudah.

Setiap memasuki pengalaman hidup dengan gudang besar berupa harta ruhani, beberapa di antaranya mungkin terletak tepat di luar kesadaran kita. Dengan penelitian yang seksama, dapatkah atribut-atribut ruhani ini ditingkatkan sehingga mengarah ke percepatan perkembangan ruhani semua umat manusia? Dapatkah Anda melihat bagaimana peningkatan anugerah ruhani dapat berkontribusi dalam menggerakkan semuanya menuju tujuan kita?

Menemukan kebahagiaan

Mencari kebahagiaan dalam hidup dapat mendorong pertumbuhan ruhani. Kebahagiaan yang khusus ini akan terus berirama dan berubah sedangkan intinya tetap tidak berubah. Hal ini berakar pada tujuan ilahi! Kebahagiaan dapat bercahaya melalui kita seperti bintang-bintang berkilauan di langit! Kebahagiaan ibarat kebun berbunga yang berkualitas. Apakah kualitas cinta tak terbatas, kegembiraan, damai sejahtera, kasih sayang, dan tujuan mulia yang dapat tumbuh di taman hati manusia hanya mencerminkan keindahan dan kemuliaan Sang Pencipta? Kebahagiaan dapat memberikan jaminan. Hal ini dapat berfungsi sebagai agen penyembuhan. Kebahagiaan adalah timbal balik. Kita sering merasakan dan berbagi kebahagiaan kepada orang lain, dan kembali lagi kepada kita dalam kelimpahan. Kebahagiaan terletak dalam kekuatan kita untuk mengungkapkannya, karena tidak ada orang, kondisi, keadaan, atau pengaruh luar yang benar-benar dapat memisahkan dari energinya, atau mencegah kita dari berbagi kebahagiaan dengan orang lain.


[1] Piero Ferrucci, What We May Be (Los Angeles: J.P.Tarcher, 1982), hal 60.

Iklan

Sang pencari menjelajah energi universal

Posted in 4. Menemukan! on November 1, 2010 by isepmalik

Apakah ada indikasi kuat dari realitas tertinggi yang belum ditemukan manusia? Apakah salah satu indikasi berhubungan dengan pemahaman tentang kreativitas kosmos dan kapasitas mengorganisasi diri? Tampaknya ada kesinambungan dari struktur yang semakin kompleks dan hubungan di seluruh spektrum transisi dari “debu bintang” menjadi manusia yang berpikir. Bagaimana perubahan ini terjadi? Apa proses yang terlibat? Bagaimana kita dapat lebih efektif menggunakan kesadaran yang tumbuh dari tatanan kosmik mengherankan sebagaimana sains berulang kali mengungkapkan? Bagaimana manifestasi manusia dari kosmos yang menakjubkan ini? Apakah dunia material sebagai inkubator yang diberikan Sang Pencipta, di mana ruh manusia dapat mengembangkan dan mencari ekspresi tertinggi di alam tak kasat mata? Bagaimana kontribusi studi tentang tujuan manusia pada realitas yang lebih besar di sekitarnya?

Dapatkah studi yang menarik—mengenai fenomena kehidupan dan manusia—terhubung dengan energi universal? Bagaimana kita dapat mengungkap lebih banyak misteri mengenai pengorganisasian materi yang belum pernah diteliti oleh ilmu pengetahuan? Johannes Kepler, salah satu astronom paling kreatif sepanjang masa, memercayai bahwa gugusan langit menceritakan kemuliaan Tuhan. Dalam artikel yang berjudul “Dare a Scientist Believe in Design?” Owen Gingerich menulis: “Kehidupan Kepler dan karyanya memberikan bukti bahwa seseorang dapat menjadi seorang ilmuwan kreatif dan percaya pada rancangan Ilahi dalam alam semesta ini, dan bahwa memang motivasi untuk penelitian ilmiah dapat berasal dari keinginan untuk melacak hasil karya Tuhan”[1]

Sebuah tujuan yang cerdas

Bagaimana secara konsisten mengetahui tentang tujuan kami diciptakan di alam semesta? Melalui ilmu? Melalui sejarah? Melalui teologi? Melalui agama-agama dunia? Kita hidup dalam kosmos yang diberkahi dengan tatanan fundamental, pemahaman yang transparan, dan ditandai dengan keindahan rasional yang mendalam; mungkinkah hal itu menunjukkan sumber kreatif dan tujuan di balik dunia ini? Apakah fakta bahwa pikiran manusia memiliki kapasitas untuk “membuka rahasia alam” merupakan bukti adanya keterhubungan dengan sumber kreatif? Ketika kesadaran diarahkan secara lahiriah, terlihat bahwa wujud dunia diutamakan. Ketika kesadaran diarahkan dalam hati, dapatkah kita kemudian melakukan riset dengan sumber diri sendiri dan membentuk jaringan dengan kreativitas universal? Dapatkah kita membentuk jembatan antara yang tak terlihat dan dunia nyata?

Bagaimana bisa mencapai pencerahan bila kondisi diri ini berasal dari kesadaran material yang terbatas, tetapi berkeinginan pada sesuatu yang tak terbatas dan tanpa bentuk? Memang, gelombang tidak dapat mengukur laut, namun ada titik penting ketika terjadi kontak diantara mereka. Apakah ada titik kontak antara keilahian yang tak terbatas dengan sesuatu yang terbatas? Apakah ini sebuah jalan untuk menemukan tentang bagaimana Sang Pencipta menyatakan kesadaran ilahi ke dalam bentuk aneka ragam kehidupan alam semesta?

Penciptaan tampaknya mencakup estetika, inteligensi, munculnya kehidupan yang menampilkan keindahan, dan rahmat. Dari kesadaran saat ini, manusia mungkin dianggap kreasi Pencipta “yang paling rumit”. Meskipun manusia terbuat dari unsur bumi, tetapi kekuatan dan kompleksitas kesadaran Ilahi yang hadir dalam tubuh mungkin berada di luar konsepsi manusia saat ini. Di dalam dan di belakang sel-sel mengalir arus listrik yang hidup. Dan di balik itu terdapat energi-energi halus pikiran dan persepsi. Seperti bila kita mengembangkan aspek spiritual, pergeseran dalam kesadaran sering terjadi, dan kami semakin mulai menyadari kekerabatan dengan semua kehidupan. Jadi, apakah—produk dan saksi—penciptaan sebagai proses terus-menerus dan abadi?

Menikmati keindahan harumnya bunga mungkin menyenangkan. Memahami realitas di luar memberikan kesempatan untuk melihat aspek dari wajah Sang Pencipta. Menikmati ritme dan harmoni musik akan menumbuhkan semangat menakjubkan. Namun, pengalaman ini tidak ada apa-apanya bila dibandingkan dengan kemegahan mendengar suara Pencipta dalam keindahan hingga penciptaan? Dapatkah hidup dalam kesadaran ruh Ilahi yang lain memiliki jaringan kuat dengan energi kreatif universal? Apakah kita sudah diberikan segala sesuatu yang dibutuhkan untuk mewujudkan kehidupan yang produktif dan menguntungkan? Apakah sudah bagian dari tugas kita untuk mengenali bakat, merawat, dan menggunakannya secara produktif?


[1] Owen Gingerich, “Dare a Scientist Believe in Design?” dalam Evidence of Purpose, ed. John M.Templeton (New York: Continuum, 1994), hal 29.

Sang pencari menerima panggilan ke puncak

Posted in 4. Menemukan! on November 1, 2010 by isepmalik

Perubahan terjadi secara perlahan-lahan pada zaman prasejarah. Pikiran primitif secara bertahap mulai mencari pengetahuan dan pemahaman tentang tujuan keberadaan manusia. Lukisan gua, ukiran, dan dalam pembuatan alat telah terjadi perubahan kemajuan. Setiap saat, perencanaan dan penataan kehidupan menjadi semakin meningkat. Mungkin, filosofi pribadi mulai dikembangkan dari pengalaman individu dan diaplikasikan pada proses dan persoalan hidup. Perubahan ini bisa saja dipicu oleh drama kehidupan yang tak henti-hentinya terjadi di dalam dan di sekitar manusia. Namun, secara bertahap, pengalaman hidup dipengaruhi oleh pikiran, perasaan, dan perilaku individu.

Kemudian, mungkin sifat Ilahi yang melekat pada semua manusia mulai berbisik, “Masih ada lagi!” Mungkinkah ini merupakan undangan dari bagian dalam energi kreatif universal? Apakah itu merangsang individu untuk bercita-cita mencari puncak lebih tinggi dari eksplorasi spiritual? Mungkinkah hal ini mendesak sisi ruhani dan menjadi salah satu alasan mengapa “panggilan ke puncak ruhani yang lebih tinggi” tampaknya menjadi hal terpenting untuk sejumlah besar manusia? Banyak dari kita mengalami keinginan bawaan (fitrah) untuk makna, arah, dan tujuan.

Sebuah jalan baru mengenai penyelidikan, pemikiran, penelitian, dan studi terbuka mendahului pertanyaan tentang jiwa. Terdapat semangat kerinduan untuk mencari kebijaksanaan yang lebih dalam dan kesempatan menerapkannya dalam pengalaman kehidupan. Apakah panggilan takdir terhadap ruhani sering mewujud sebagai kendali dan bakat alami yang membantu membentuk kepribadian kita? Apakah ada elemen lain yang sangat penting selain “panggilan hati”? Jika perkembangan hidup harus efektif, berbuah, dan bertahan, haruskah kita memiliki filosofi tujuan hidup?

Mendengar dan menanggapi panggilan

Kapasitas kemampuan kita untuk mendengar dan menanggapi panggilan kebijaksanaan tampaknya akan terus meningkat. Dahulu, visi dan tujuan mungkin saja masih dianggap sebagai cita-cita, tetapi sekarang merupakan suatu kebutuhan yang menarik. Panggilan batin sering membantu untuk memilih pekerjaan, meningkatkan hubungan, kemajuan kualitas, dan arah hidup. Apakah ini merupakan rencana Tuhan membangun kesadaran yang lebih besar untuk manusia dalam mengubah sikapnya, cara hidupnya, bagaimana memandang kesehatannya, dan setiap aspek lain dari kehidupannya? Perubahan apa yang mulai terjadi pada karakter manusia dalam menanggapi tujuan-tujuan mulia tersebut?

Setelah memperoleh tujuan, mungkin kita diharuskan untuk menjangkau lebih dalam terhadap pemanfaatan sumber daya batin. Keputusan untuk naik ke puncak kepribadian dan spiritual yang lebih besar sering membutuhkan komitmen, keberanian, keterbukaan pikiran, dan usaha yang terfokus. Jika telah siap untuk petualangan hidup dengan mengakui dan mengatasi tantangan, memperbaiki kelemahan, mengungkapkan rasa syukur atas anugerah, maka dalam perjalanan tidak akan ditemui kesulitan yang berarti. Kita memulai dengan keadaan sekarang, dan bergerak ke depan. Segala sesuatu yang sebelumnya telah teralami dalam hidup akan membawa ke titik kesempatan selanjutnya. Dan meskipun manusia yang tak terhitung jumlahnya telah datang dan pergi, dia masih mencari dan bertanya: “Mengapa aku di sini, mengapa aku diciptakan”?

Anda memiliki kemampuan untuk mengeksplorasi dalam memberikan tanggapan dan mengatur kehidupan dalam pengembangan yang lebih bermanfaat (kesempatan itu memang ada!). Akankah Anda menganggap bermanfaat dan menguntungkan ketika mengerahkan usaha yang kuat dalam mencapai tujuan? Apakah Anda bersedia mengarahkan pikiran sadar ke arah hubungan dengan energi kreatif alam semesta? Apakah Anda siap untuk menjelajahi alam yang besar dan mengandung kemungkinan-kemungkinan ini? Jika demikian, mari kita jelajahi!

Sang pencari menemukan kekuatan tujuan

Posted in 4. Menemukan! on Oktober 29, 2010 by isepmalik

Ruh menyentuh dan bergerak melalui misteri tujuan

Richard J. Leider, The Power of Purpose

Manusia senantiasa berpikir tentang masa lalu dan berusaha untuk memahami kemajuan, banyak teori telah dihasilkan tentang asal-usul manusia. Apakah Anda pernah mempertimbangkan pertanyaan ini: Mengapa ruh manusia menjelma dalam tubuh fisik? Apakah tujuan dari keberadaan manusia di bumi merupakan kombinasi spiritual, intelektual, budaya, dan evolusi fisik?

Bila dibandingkan, aspek spiritual manusia seperti sebuah benih. Seperti pada pohon apel, benih yang hidup memulai kehidupannya dari tunas muda, batang, daun, dan akhirnya berkembang menjadi berbunga penuh. Tanaman menghasilkan benih yang melekat didalamnya, apakah Sang Pencipta juga melekat dalam jiwa manusia? Apa buktinya bahwa Sang Pencipta hidup dalam diri Anda dan Anda hidup dalam Sang Pencipta? Apakah potensi-potensi manusia sudah ada sejak lahir? Apakah kehidupan seperti yang dialami dalam dunia tiga dimensi menawarkan kesempatan yang luas untuk mengekspresikan potensi-potensi ini?

Benih berkembang secara diam-diam, tidak setiap pengalaman berharga diperhitungkan bukan? Manusia, seperti biji, diperkuat angin kesulitan, dimurnikan dan disempurnakan hujan kesedihan, diperkuat dengan pengalaman pengasuhan, ditinggikan tujuan mulia, diperindah dan dikembangkan sinar matahari cinta dan kebahagiaan. Apakah kemampuan dinamis, berbuah, dan kapasitas terus tumbuh untuk ekspresi yang lebih besar dalam bentuk jiwa manusia yang berkembang? Apakah kekuatan batin yang berkembang sering muncul mendahului kemungkinan yang besar lainnya?

Lima indera manusia memberikan kapasitas untuk mengindra berbagai catatan kreatif yang kompleks dari simfoni kehidupan yang mengelilinginya. Tidak mengetahui terhadap sesuatu, akan sangat memperluas daerah yang diketahuinya. Dapatkah semangat kegelisahan dan pencarian membiasakan pikiran manusia untuk melihat bukti yang lebih besar dari penciptaan dan kreativitas ekspresif? Apakah Pencipta memberikan kebebasan untuk melakukan interpretasi dari kebenaran sehingga manusia bisa kreatif?

Manusia yang luar biasa

Melalui studi tentang keajaiban tubuh manusia, biolog terkenal yang bernama Alexis Carrel menjadi sangat sadar akan kedalaman struktur kompleks energi, kekuasaan yang bekerja dengan kebijaksanaan kosmik, dan melalui ekspresi fisik manusia. Dia menganggap jaringan energi dan kekuatannya sebagai bagian bentuk terumit dari kebenaran dan keabadian manusia. Carrel melihatnya sebagai ciptaan abadi namun belum diketahui dan diakui, dan menemukan area untuk eksplorasi yang menarik! Apakah waktu sekarang sudah cukup matang untuk mempertimbangkan hal tersebut dan kemungkinan manusia merupakan manifestasi kecil dari kosmos yang menakjubkan? Apakah individu manusia merupakan manifestasi pola realitas yang jauh lebih besar? Bagaimana kehidupan pribadi akan terpengaruh jika kita menganggap bahwa tubuh fisik bisa menjadi ekspresi spiritual yang dinamis?

Komposisi tubuh fisik manusia terus berubah dalam suatu proses yang sedang berlangsung. Bagaimana dengan pikiran sadar manusia? Apakah kita terus mencari, meneliti, belajar, dan tumbuh melalui keterbukaan mental? Selama perjalanan hidup manusia, setiap hari berlangsung tawaran sejumlah besar kemungkinan. Manusia mungkin mengalami pasang dan surut, keberhasilan dan kegagalan, keuntungan dan kerugian, dan situasi kita mungkin ada kalanya “baik” atau “buruk”. Ini tampaknya menjadi bagian dari pengalaman keseharian manusia. Bagaimana manusia menggunakan kebijaksanaan yang peroleh dari pengalaman?

Sang pencari menemukan kekuatan imajinasi

Posted in 4. Menemukan! on Oktober 27, 2010 by isepmalik

Apakah Anda menganggap bahwa pada setiap momen dapat membayangkan atau menggunakan imajinasi untuk mengungkapkan daya kreatif universal ini? Setiap kali menafsirkan dan mengaktifkan gambar yang datang ke pikiran, hal itu akan mempengaruhi kehidupan dan dunia kita dalam beberapa hal.

Bagaimana kita bisa memanfaatkan dan menguntungkan secara efektif sekumpulan hasil imajinasi yang indah ini? Melalui ide dan konsep! Konsep boleh disebut sebagai bahan bakar imajinasi. Ketika sering mengulangi sebuah konsep yang diinginkan, akhirnya ia dapat menjadi bagian otomatis dari kesadaran kita. Salah satu contohnya adalah membaca buku-buku inspirasi dan berfokus pada prinsip-prinsip spiritual. Ketika fokus pada jalan penelitian, studi, dan kesadaran, kita akhirnya dapat membuat alur afirmatif dari reseptor mental dan konektornya. Kita dapat membayangkan kemungkinan-kemungkinan baru dan membawanya ke dalam manifestasi melalui perencanaan kreatif.

Prinsip dan konsep

Mari kita lihat sejenak pada hubungan yang mungkin antara prinsip-prinsip spiritual dan konsep manusia. Suatu konsep bersifat obyektif dan dapat mengambil bentuknya sendiri. Dalam kamus dikatakan bahwa konsep adalah sesuatu yang dikandung dalam pikiran, dan berasal dari akar kata Latin, “percipere”, yang berarti untuk menangani”. Apa yang kita “tangani” bisa menjadi konsep yang sangat nyata dan produktif dalam kesadaran pribadi. Jadi, dimanakah peran kuat kita yang sebenarnya: pada bagaimana kita memandang realitas atau bagaimana kita benar-benar menciptakan realitas?

Bagaimana hubungan persepsi dengan prinsip-prinsip spiritual? Salah satu prinsip universal yang besar sering disebut Law of Mind Action. Dalam lain perkataan, “Pikiran dilaksanakan dari hasil berpikir setelah diperoleh jenis-jenisnya”. Atau, “Ketika Anda berpikir, jadilah Anda!” Jadi, akan terlihat bahwa konsep tidak akan terlepas dari bagaimana pikiran dan bagaimana merasakan energi spiritual yang menjiwainya. Dengan pemikiran ini, mungkinkah ada hal atau tindakan yang tidak mewakili keberadaan, gerakan dari ruh, atau energi kreatif?

Melakukan refleksi terhadap pertanyaan “Mengapa kita diciptakan?” dapat membantu memperluas kerangka untuk menyelidiki dimensi-dimensi spiritual yang lebih besar dari penemuan mengenai tujuan kemanusiaan. Sering kali, “tujuan” menyiratkan menatap masa depan. Mungkin Anda bertanya: Apa yang akan dilakukan selanjutnya untuk memperoleh kepastian jawaban mengenai kemanakah kita ingin pergi? Dari perspektif manusia sadar, masa depan mungkin tampak tidak menentu dan pencapaian tujuan hanya masalah dugaan saja. Apakah sumber kreatif memiliki kebijaksanaan yang tak terbatas untuk menggambarkan di dalam mimpi manusia kecil secara spontan mengenai keseluruhan kehidupan dimensi bumi? Apakah salah satu tujuan hidup manusia hanya untuk menjadi kendaraan Sang Pencipta dalam meningkatkan bentangan seluruh ekspresi manusia dan emosinya?

Era baru kemajuan

Sang Pencipta menjanjikan untuk mengungkapkan diri-Nya kepada mereka yang mencari. Apakah kita berharap dapat menemukan hubungan manusia dengan Sang Pencipta melalui latihan kerendahan hati sesuai dengan subjek penyelidikan? Membuka pikiran akan membantu pertanyaan, penelitian akan memperbesar penemuan untuk penyelidikan lebih lanjut, dan akan diperoleh kemajuan. Apakah mungkin bahwa bumi dan penduduknya akan memasuki era baru kemajuan spiritual yang lebih menarik dan bermanfaat dari sebelumnya? Seperti disebutkan di awal, keberadaan manusia di Bumi mungkin bukan akhir dari penciptaan, tetapi awal dari itu!

Telah banyak diberitahukan bahwa mereka yang menyembah Sumber Kreatif yang diberdayakan oleh ruh akan dapat mengeksplorasi pertumbuhan spiritual yang dapat menjadi sarana untuk mencapai ketinggian dengan penuh sukacita, cinta, dan prestasi. Tuhan senantiasa melingkupi kehidupan manusia dan menebarkan cahaya kasih sayang sehingga semua hal terlihat sebagai cahaya baru. Cinta yang tidak terbatas sering menjadi ekspresi spontan dari ruh—jiwa yang dipenuhi cinta.

Dalam bukunya, My Philosophy and My Religion, Ralph Waldo Trine berkata:

Kebenaran spiritual yang besar—kebenaran dari kehidupan nyata mencakup semua umur, dan akan datang ke setiap pria atau wanita sesuai kondisinya. Tuhan akan berfirman kepada telinga yang mendengarkan dengan rendah hati, apakah itu Yahudi, Hindu, Parsi, Amerika, India Timur, atau Kristen. Ini adalah wilayah kehidupan spiritual yang harus diberi perhatian secara lebih. Mata air kehidupan, yang semua berasal darinya. Kita harus membuat kondisi mental yang benar, dan harus memasangkan iman dan harapan. Kita juga harus menyiapkan waktu yang cukup, tenang, bisa mendengar, dan menafsirkan dengan benar.[1]

Bukankah kita masing-masing berusaha untuk memperbaiki diri melalui pemahaman yang lebih besar tentang “mengapa kita diciptakan”? Emanuel Swedenborg menulis bahwa kita tidak akan di surga sampai surga ada dalam diri kita. Jika bangunan surga terserah kita, mengapa kita menyia-nyiakan satu hari yang teramat berharga? Kita yang berada pada saat ini dapat mulai mengakui kehidupan dan semangat menggelorakan surga dalam diri. Kita menerima tantangan untuk mengekspresikan potensi hidup secara maksimal.

Refleksi kehidupan

Ada beberapa kalimat yang dapat Anda diskusikan berikut ini.

  • Apakah yang terlihat hanya bagian kecil dari manifestasi realitas?
  • Apa yang Anda cita-cita selama hidup Anda?
  • Apa arti kata “realitas” bagi Anda?
  • Apa pikiran dan perasaan Anda tentang “konsep ketertiban”?
  • Apakah Anda merasa antusias mengenai “menemukan” Sang Pencipta?
  • Apa artinya bagi Anda dan kehidupan Anda untuk mempelajari tentang “mengapa Anda diciptakan”?

Apakah Anda ingin meneliti dengan menggunakan metode ilmiah untuk menemukan realitas terdalam?


[1] Ralph Waldo Trine, dalam John M. Templeton, Possibilities of Over One Hundredfold More Spiritual Information: The Humble Approach in Science and Theology (Philadelphia: Templeton Foundation Press, 2000), hal 135.

Sang pencari menemukan prinsip ketertiban

Posted in 4. Menemukan! on Oktober 26, 2010 by isepmalik

Apakah kedalaman dan kuatnya tata tertib merupakan bagian dari alam semesta? Apabila hukum universal atau asas yang melekat dalam tujuan Sang Pencipta bagi semua ciptaan, apakah ada kesempurnaan untuk semua makhluk sesuai dengan hukum yang didirikan di dalamnya? Apakah salah satu petunjuk kuat untuk memahami kreativitas kosmos berhubungan dengan kapasitasnya yang disebut organisasi-diri? Sains saat ini membawa kita untuk memahami hubungan proses kreativitas alam semesta dengan kapasitas organisasi-diri. Bagaimana proses-proses ini terjadi? Dapatkah Prinsip Ketertiban menjadi salah satu bukti terkuat bahwa fenomena paling menakjubkan disebut kesadaran-diri manusia? Apakah kita hanya “di awal cerita” dalam menemukan atribut kesadaran diri dan tujuannya? Bagaimana manusia bekerja sama dengan eksistensi realitas transenden untuk hal yang lebih besar?

Beberapa orang mempertimbangkan Prinsip Ketertiban menjadi hukum pertama alam semesta. Mungkinkah alam semesta mempertahankan bagian-bagiannya ketika memasuki kompleksitas? Fakta-fakta dari ruh adalah karakter spiritual dan ketika dipahami hubungannya dengan benar, apakah mereka menaati ketertiban? Apakah ketertiban merupakan prinsip universal ilmu sejati? Apakah ide Ilahi berupa ketertiban atau penyesuaian yang ditetapkan dalam pikiran, sehingga pikiran kita dapat berkorelasi dengan tujuan universal?

Apakah adanya ketertiban menunjukkan sebuah tujuan? Apakah orisinalitas kompleksnya kehidupan dapat dijadikan argumen bagi adanya kreativitas, koneksivitas, dan ketertiban luas biasa? Apakah proses ini bagian dari peningkatan kesadaran, keabadian, dan multidimensinya keberadaan manusia?

Apakah kesadaran yang lebih tinggi mampu membimbing untuk mendalami spiritual dan menyadari adanya sesuatu di luar ruang fisik ini? Apakah perjalanan ilmiah ke luar angkasa selalu diarahkan kembali untuk meneliti ruang spiritual manusia? Bagi banyak orang, pandangan fantastis planet bumi dari luar angkasa menyimbolkan adanya kesadaran kelahiran yang unik. Seorang astronot menatap ke atas cakrawala yang warna-warni di kedalaman ruang hitam, mereka merasakan “sesuatu” itu.

Kreativitas dan kemajuan sang pencari

Bagaimanakah penelitian terhadap pertumbuhan spiritual dapat mendorong kreativitas dan kemajuan dalam kehidupan manusia? Ketika hidup sebagai makhluk bumi, akhirnya semua tergantung pada kemampuan manusia untuk hadir di dunia, satu sama lain saling memperbaiki kualitas dan kesadarannya. Diri manusia ini mungkin tampak dibatasi, terbatas, dan sebagian besar terdiri dari apa yang telah dipelajari melalui pendidikan, pengalaman pribadi, lingkungan, dan pengaruh luar lainnya. Tersembunyi di balik diri pribadi ini, bagaimanapun, kita harus mematuhi realitas keberadaan. Manusia menjadi jauh lebih kuat daripada fisik dan mental pribadinya. Manusia memiliki identitas ruhani, fisik, mental, dan termasuk spiritual.

Bisakah hubungan manusia dengan Sang Pencipta menjadi seperti sinar matahari dengan mataharinya? Tidak ada yang dapat memisahkan matahari dari sinarnya. Sinar matahari terbuat dari substansi matahari yang mengambil bagian dari alam. Sinar matahari memiliki misi dan tempat tertentu untuk memberikan belaian, kehangatan, dan cahaya. Seperti sinar matahari, manusia juga memiliki tempat khusus tersendiri untuk mengisi kehidupan. Jadi, manusia adalah bagian dari rencana Ilahi dan diperlukan untuk kesempurnaan dan kesehatan keseluruhan alam. Bisakah rencana keilahian yang begitu besar dimana yang bertindak sebagai ujung tombaknya adalah manusia? Dapatkah manusia menjadi cahaya yang menuntun dari kegelapan menuju penemuan yang lebih besar?

Pikirkan tentang ide ini. Dapatkah Anda membayangkan sesuatu yang lebih berarti atau lebih kuat daripada mencapai tujuan sejati Anda—dan kemudian melangkah ke depan untuk mencapai itu? Karena bersatu dengan ruh, maka kekuatan kreatif adalah kekuatan manusia. Setiap hari kita menggunakan kekuatan itu dalam banyak cara atau model, tetapi kadang konstruktif dan terkadang destruktif.