Archive for the 3. Tujuan Category

Kekuatan tujuan dan kekuatan sekarang

Posted in 3. Tujuan on November 4, 2010 by isepmalik

Jika meneliti otak dan pikiran, kemungkinan kita hanya mendapatkan saat sekarang. Kita mampu mengingat masa lalu, tetapi hanya ada di memori saat ini. Kita mungkin mampu mengantisipasi masa depan, tetapi hanya ada di memori saat ini.

Banyak dari kita yang mengatakan, “Aku akan melakukannya besok?” Seringkali respon awal ungkapan ini adalah untuk menimbang menyisihkan objek sampai hari lain. Namun, kebijaksanaan memberitahu untuk tidak pernah menunda sampai besok apa yang bisa kita capai saat ini. Besok hari akan menghadirkan kesempatan dan tantangan tersendiri yang unik. Tanggapan kita sering lebih efektif jika kita tidak membawa beratnya “sisa makanan” hari kemarin.

Bila terbiasa fokus pada peristiwa masa lalu atau masa depan, maka kita akan kehilangan saat sekarang yang paling berharga. Mengapa saat ini sangat berharga? Karena semuanya ada! Apakah mungkin sesuatu terjadi di luar saat sekarang? Pertimbangkan gagasan ini: Apa yang kita anggap terjadi di masa lalu, sesungguhnya benar-benar terjadi di saat-saat sekarang. Apa yang dapat kita antisipasi terjadi di masa depan, juga akan terjadi di saat-saat sekarang. Apa yang kita anggap sebagai masa lalu merupakan memori yang disimpan pikiran saat sekarang! Kita tidak bisa membawa kembali satu milidetik waktu masa lalu, atau memindahkan sepersekian detik ke masa depan. Kita hanya dapat hidup pada saat ini. Dari detik ke detik!

Pikiran adalah alat yang luar biasa ketika digunakan dengan tepat. Saat sekarang merupakan kunci untuk menuju pembebasan. Apa yang terjadi jika memilih untuk sepenuhnya eksis pada saat sekarang? Apakah salah bila kita meninggalkan pikiran analitis dan melepas ego, lalu berpindah kepada sesuatu lebih tinggi yang bermakna kesadaran spiritual? Bisakah pengalaman transformasional yang menakjubkan terjadi ketika kita bersedia untuk sepenuhnya eksis saat sekarang? Bisakah kita merasakan realitas ekspresi seperti doa, cinta tanpa syarat, syukur, kasih sayang, keteguhan, kerendahan hati, dan pikiran yang indah? Apakah hidup yang biasa-biasa menjadi luar biasa ketika mengalami saat-saat seperti itu?

Apakah benar-benar ada saat-saat hebat dalam hidup? Momen ini—saat yang tepat sekarang—sudah memenuhi dalam dirinya sendiri dan bukan sesuatu yang terpisah dari kehidupan kita. Ini adalah bagian dari keseluruhan. Hal ini kaya dengan potensi dan kemungkinan. Jadi bagaimana kita di saat sekarang bisa menciptakan cara yang bermanfaat dan menghasilkan? Bagaimana kita bisa mengakses energi saat sekarang? Mungkin permulaan yang baik adalah fokus pada dunia praktis dari kehidupan sehari-hari dan melangkah keluar dari dimensi waktu sebanyak mungkin.

Latihlah diri Anda sebagai pengamat terhadap pikiran. Jadilah observator yang menyadari pikiran, emosi, dan tanggapan terhadap berbagai situasi yang mungkin terjadi. Seberapa sering perhatian Anda terhanyut ke masa lalu atau mengantisipasi masa depan? Dalam The Power of Now, Eckhart Tolle memberitahu kita:

Mengidentifikasi dengan pikiran menciptakan lebih banyak waktu; pengamatan pikiran dapat membuka dimensi abadi tersebut. Setelah Anda dapat merasakan apa artinya untuk eksis, akan jauh lebih mudah untuk memilih melangkah keluar dari dimensi waktu yang tidak diperlukan untuk tujuan dan bergerak lebih dalam ke saat sekarang. Hal ini tidak mengganggu kemampuan Anda menggunakan waktu—masa lalu atau masa depan—ketika diperlukan untuk melihat hal-hal praktis. Juga tidak mengganggu kemampuan Anda untuk menggunakan pikiran. Faktanya, akan meningkatkan itu semua.[1]

Kita hidup dalam kemegahan transisi waktu. Kita hidup di zaman ketika informasi manusia memiliki kecepatan seratus kali lipat dalam waktu kurang dari satu abad. Kita berlomba dengan waktu ketika melakukan penelitian mengenai kesadaran spiritual yang tertinggi. Kita harus bisa memanfaatkan waktu ini dengan bijaksana.


[1] Eckhart Tolle, The Power of Now (Novato, Calif.: New World Library, 1991), hal 46.

Iklan

Menetapkan tujuan

Posted in 3. Tujuan on November 4, 2010 by isepmalik

Bagaimana cara menetapkan tujuan supaya memberikan kesempatan untuk mengembangkan potensi yang lebih besar? Praktik biasanya penting untuk menguasai sesuatu yang baru. Semakin berlatih keterampilan, memanfaatkan bakat, atau bekerja sesuai bakat yang dipilih, semakin mahirlah kita jadinya. Hambatan bisa menjadi langkah penghalang untuk pertumbuhan. Kita dapat belajar dari kejadian tak terduga yang menghancurkan gagasan sebelumnya tentang bagaimana hal-hal yang “harus”. Pikiran bisa diasah melalui wawasan baru. Fokus bisa menjadi lebih jelas. Nasib ditentukan oleh kekuatan sendiri, adanya jaminan pengembangan wawasan, dan munculnya kemauan yang kuat. Kita mungkin sudah berupaya mendekati pengakuan dan penghargaan dengan cara yang lebih benar. Hal ini ditandai oleh adanya rasa takut yang semakin sering berkurang, imajinasi menjadi kaya, dan adanya kebangkitan intuisi. Kemungkinan-kemungkinan ini merupakan beberapa cara yang dapat terjadi karena memiliki tujuan kuat yang tercermin dalam kehidupan. Apa hal lainnya yang diperlukan untuk “pengembangan potensialitas?”

Hidup ini penuh dengan transisi dan perubahan. Seseorang mungkin merasa adanya dorongan yang kuat atau panggilan batin untuk bergerak ke arah baru. Tanyakan kepada diri sendiri: Jika saya “dipanggil” menuju puncak gedung atau mengikuti jalan yang berbeda, siapakah yang melakukan panggilan itu? Mungkinkah ini desakan batin yang menjadi ekspresi ruh di tempat kerja? Setiap langkah di sepanjang jalan adalah suatu pengalaman tunggal dan merupakan bagian dari seluruh kehidupan. Dapatkah tujuan berubah dikarenakan keadaan hidup? Apakah mungkin bila kita bergerak ke arah tujuan tertentu, lalu tiba-tiba menemukan pilihan berbeda yang lebih menguntungkan? Dapatkah tujuan menuju ke arah dirinya sendiri? Mengikuti tujuan berarti menggunakan hadiah dan kemampuan dengan cara menggerakkan Anda.

Menanamkan tujuan

Posted in 3. Tujuan on November 3, 2010 by isepmalik

Mengapa kita merasa percaya diri dan terus menerus berusaha meniru kreativitas Ilahi? Salah satu tujuan utama hidup manusia tampaknya untuk menciptakan kehidupan dengan manfaat sebanyak mungkin. Kehidupan tercipta sedemikian rupa sehingga kita merasakan kebaikan tentang diri sendiri dan apa yang ingin dicapai. Tujuan dapat membimbing untuk bertindak sebaik-baiknya pencapaian dan mencerminkan panggilan kehidupan yang mulia. Apakah memiliki tujuan dalam hidup merupakan faktor yang berkontribusi terhadap peningkatan produktivitas? Apakah tujuan dapat membantu untuk membangun arah yang pasti dalam memfokuskan energi kita? Memiliki tujuan yang diharapkan sering mendorong penyiapan pedoman untuk pemenuhan dan penegasan seperangkat set nilai.

Tujuan yang tinggi dan jelas

Tujuan yang tinggi dan jelas dapat bertindak sebagai kemudi untuk memaksimalkan potensi tak terbatas dan unik dari pikiran terhadap produktivitas menguntungkan. Tujuan dapat memberdayakan pikiran, perasaan, dan tindakan untuk prestasi yang lebih besar. Kemudian, ketika menemukan peluang sesuai dengan bakat dan tujuan, kita mungkin merasa lebih siap untuk merebut momen ini. Untuk sukses di dunia luar, sama pentingnya pula menyiapkan kesuksesan di dunia ruhani. Apakah kehadiran Anda pada suatu momen pernah dianggap tidak ada sama sekali? Bagaimana kontribusi untuk tujuan Anda secara keseluruhan? Ketika bercermin, Anda melihat gambar sendiri. Setiap hari kita terlihat sebagai tubuh fisik. Tapi bagaimana cara mewujudkan untuk mencapai kesadaran terdalam?

Cobalah bereksperimen sejenak. Perlahan tutuplah mata Anda. Sekarang tubuh Anda tidak terlihat oleh penglihatan. Bagaimana tahu bahwa Anda ada? Apakah Anda merasakan berat badan? Apakah suara yang Anda dengar? Bau apa yang Anda cium? Pada saat ini, Anda akan “nyata” dalam hal indera tubuh. Sekarang, bukalah mata Anda. Apakah bentuk fisik terlihat kembali, atau batin Anda sadar ketika mata tertutup? Dalam realitas yang lebih besar, Anda yang terlihat dan tak terlihat begitu teristimewa karena berada pada sekitar inti energi dengan begitu banyak pikiran yang bergulir. Dapatkah Anda mengakui pentingnya menumbuhkan pemahaman dan mengembangkan kesadaran dengan aspek dalam dan luar dari keberadaan?

Tujuan hidup yang begitu kuat

Sebuah pepatah lama mengatakan bahwa kuda yang ditunggangi akan berjalan lebih cepat karena penunggang dapat menggunakan tali kekang untuk memandu kuda ke arah yang lebih tepat. Membuat keputusan tentang apa yang ingin Anda capai serupa dengan meletakkan sedikit kekangan ke mulut kuda. Kekangan mungkin bagian terkecil ketika memanfaatkan kuda, namun hal itu yang paling penting. Jika kekangan ini efektif, gerakan kuda dapat terbimbing. Dengan tarikan lembut di kekangan, kuda langsung menggerakkan tubuhnya kepada arah yang dituju. Tanpa bimbingan, kuda itu menjadi liar atau pergi mengunyah di padang rumput!

Tanpa visi atau tujuan yang mengilhami untuk mendorong ekspresi yang lebih besar, kita tidak dapat mencapai manfaat dan progresivitas sesuai keinginan. Jika tidak mempunyai rencana atau tidak tahu apa yang ingin dicapai, kita mungkin akan gagal untuk mencapai hal yang besar! Manfaatkanlah kemampuan berpikir dengan cara yang konstruktif.