Archive for the Sang Pencari Category

Hari ini

Posted in 5. Hari Ini on November 7, 2010 by isepmalik

Hari ini adalah hari yang paling penting dalam hidup Anda. Hari ini adalah langkah yang perlu kita ambil. Tantangan hari ini yang kita butuhkan untuk membina persahabatan. Keputusan hari ini yang diperlukan untuk membuat perencanaan. Besok hari akan datang episode lanjutan dalam sebuah petualangan besar untuk meningkatkan martabat kebaikan.

Tapi sekarang sedang berada di sini. Hari ini bisa hidup dengan ekspresi sepenuhnya dari keberadaan kita. Hari ini pula kita dapat mengerahkan usaha terbaik. Hari ini kita bisa tertawa selepas-lepasnya di bawah sinar matahari penciptaan. Hari ini kita bisa menikmati pemandangan, suara, dan kesempatan hidup. Hari ini dapat menerapkan semua hikmah pelajaran masa lalu yang telah mengajarkan untuk hidup di saat ini. Hari ini memperlihatkan kasih sayang dari keterhubungan dengan Ilahi di antara kekuatan tujuan manusia dan kekuatan sekarang.

Hari ini adalah kesempatan kita untuk melayani, mencintai, memahami, dan tumbuh dalam kesadaran kosmik. Mari kita gunakan momen hari ini dengan kebijaksanaan. Lalu, ketika hari ini selesai, kita bisa berbaring berintrospeksi diri dan bersyukur kepada Sang Pencipta untuk pengalaman unik hari ini, karena tidak akan pernah ada hari lain persis seperti hari ini!

Refleksi terhadap kehidupan

  • Mungkinkah tujuan kita untuk bisa lepas tertawa dan tetap meningkatkan kreativitas pribadi yang bergetar dengan kegembiraan, antusiasme, dan membawa kemungkinan semangat baru?
  • Apakah kehidupan kita di sini dapat menemukan, mengenal, mengekspresikan anugerah yang begitu melimpah, dan memenuhi seluruh potensi ciptaan untuk masa lalu, sekarang, dan yang akan datang?
  • Bagaimana perubahan pemahaman kita tentang dunia dan tempat di alam semesta dalam beberapa hari terakhir melalui peningkatan ilmu pengetahuan?
  • Apa yang Anda harapkan untuk mencapai tujuan hidup? Apa peran energi kreatif dalam mencapai tujuan Anda?
  • Bagaimana keyakinan pribadi dapat memengaruhi cara Anda menjalani hidup?
Iklan

Kekuatan tujuan dan kekuatan sekarang

Posted in 3. Tujuan on November 4, 2010 by isepmalik

Jika meneliti otak dan pikiran, kemungkinan kita hanya mendapatkan saat sekarang. Kita mampu mengingat masa lalu, tetapi hanya ada di memori saat ini. Kita mungkin mampu mengantisipasi masa depan, tetapi hanya ada di memori saat ini.

Banyak dari kita yang mengatakan, “Aku akan melakukannya besok?” Seringkali respon awal ungkapan ini adalah untuk menimbang menyisihkan objek sampai hari lain. Namun, kebijaksanaan memberitahu untuk tidak pernah menunda sampai besok apa yang bisa kita capai saat ini. Besok hari akan menghadirkan kesempatan dan tantangan tersendiri yang unik. Tanggapan kita sering lebih efektif jika kita tidak membawa beratnya “sisa makanan” hari kemarin.

Bila terbiasa fokus pada peristiwa masa lalu atau masa depan, maka kita akan kehilangan saat sekarang yang paling berharga. Mengapa saat ini sangat berharga? Karena semuanya ada! Apakah mungkin sesuatu terjadi di luar saat sekarang? Pertimbangkan gagasan ini: Apa yang kita anggap terjadi di masa lalu, sesungguhnya benar-benar terjadi di saat-saat sekarang. Apa yang dapat kita antisipasi terjadi di masa depan, juga akan terjadi di saat-saat sekarang. Apa yang kita anggap sebagai masa lalu merupakan memori yang disimpan pikiran saat sekarang! Kita tidak bisa membawa kembali satu milidetik waktu masa lalu, atau memindahkan sepersekian detik ke masa depan. Kita hanya dapat hidup pada saat ini. Dari detik ke detik!

Pikiran adalah alat yang luar biasa ketika digunakan dengan tepat. Saat sekarang merupakan kunci untuk menuju pembebasan. Apa yang terjadi jika memilih untuk sepenuhnya eksis pada saat sekarang? Apakah salah bila kita meninggalkan pikiran analitis dan melepas ego, lalu berpindah kepada sesuatu lebih tinggi yang bermakna kesadaran spiritual? Bisakah pengalaman transformasional yang menakjubkan terjadi ketika kita bersedia untuk sepenuhnya eksis saat sekarang? Bisakah kita merasakan realitas ekspresi seperti doa, cinta tanpa syarat, syukur, kasih sayang, keteguhan, kerendahan hati, dan pikiran yang indah? Apakah hidup yang biasa-biasa menjadi luar biasa ketika mengalami saat-saat seperti itu?

Apakah benar-benar ada saat-saat hebat dalam hidup? Momen ini—saat yang tepat sekarang—sudah memenuhi dalam dirinya sendiri dan bukan sesuatu yang terpisah dari kehidupan kita. Ini adalah bagian dari keseluruhan. Hal ini kaya dengan potensi dan kemungkinan. Jadi bagaimana kita di saat sekarang bisa menciptakan cara yang bermanfaat dan menghasilkan? Bagaimana kita bisa mengakses energi saat sekarang? Mungkin permulaan yang baik adalah fokus pada dunia praktis dari kehidupan sehari-hari dan melangkah keluar dari dimensi waktu sebanyak mungkin.

Latihlah diri Anda sebagai pengamat terhadap pikiran. Jadilah observator yang menyadari pikiran, emosi, dan tanggapan terhadap berbagai situasi yang mungkin terjadi. Seberapa sering perhatian Anda terhanyut ke masa lalu atau mengantisipasi masa depan? Dalam The Power of Now, Eckhart Tolle memberitahu kita:

Mengidentifikasi dengan pikiran menciptakan lebih banyak waktu; pengamatan pikiran dapat membuka dimensi abadi tersebut. Setelah Anda dapat merasakan apa artinya untuk eksis, akan jauh lebih mudah untuk memilih melangkah keluar dari dimensi waktu yang tidak diperlukan untuk tujuan dan bergerak lebih dalam ke saat sekarang. Hal ini tidak mengganggu kemampuan Anda menggunakan waktu—masa lalu atau masa depan—ketika diperlukan untuk melihat hal-hal praktis. Juga tidak mengganggu kemampuan Anda untuk menggunakan pikiran. Faktanya, akan meningkatkan itu semua.[1]

Kita hidup dalam kemegahan transisi waktu. Kita hidup di zaman ketika informasi manusia memiliki kecepatan seratus kali lipat dalam waktu kurang dari satu abad. Kita berlomba dengan waktu ketika melakukan penelitian mengenai kesadaran spiritual yang tertinggi. Kita harus bisa memanfaatkan waktu ini dengan bijaksana.


[1] Eckhart Tolle, The Power of Now (Novato, Calif.: New World Library, 1991), hal 46.

Menetapkan tujuan

Posted in 3. Tujuan on November 4, 2010 by isepmalik

Bagaimana cara menetapkan tujuan supaya memberikan kesempatan untuk mengembangkan potensi yang lebih besar? Praktik biasanya penting untuk menguasai sesuatu yang baru. Semakin berlatih keterampilan, memanfaatkan bakat, atau bekerja sesuai bakat yang dipilih, semakin mahirlah kita jadinya. Hambatan bisa menjadi langkah penghalang untuk pertumbuhan. Kita dapat belajar dari kejadian tak terduga yang menghancurkan gagasan sebelumnya tentang bagaimana hal-hal yang “harus”. Pikiran bisa diasah melalui wawasan baru. Fokus bisa menjadi lebih jelas. Nasib ditentukan oleh kekuatan sendiri, adanya jaminan pengembangan wawasan, dan munculnya kemauan yang kuat. Kita mungkin sudah berupaya mendekati pengakuan dan penghargaan dengan cara yang lebih benar. Hal ini ditandai oleh adanya rasa takut yang semakin sering berkurang, imajinasi menjadi kaya, dan adanya kebangkitan intuisi. Kemungkinan-kemungkinan ini merupakan beberapa cara yang dapat terjadi karena memiliki tujuan kuat yang tercermin dalam kehidupan. Apa hal lainnya yang diperlukan untuk “pengembangan potensialitas?”

Hidup ini penuh dengan transisi dan perubahan. Seseorang mungkin merasa adanya dorongan yang kuat atau panggilan batin untuk bergerak ke arah baru. Tanyakan kepada diri sendiri: Jika saya “dipanggil” menuju puncak gedung atau mengikuti jalan yang berbeda, siapakah yang melakukan panggilan itu? Mungkinkah ini desakan batin yang menjadi ekspresi ruh di tempat kerja? Setiap langkah di sepanjang jalan adalah suatu pengalaman tunggal dan merupakan bagian dari seluruh kehidupan. Dapatkah tujuan berubah dikarenakan keadaan hidup? Apakah mungkin bila kita bergerak ke arah tujuan tertentu, lalu tiba-tiba menemukan pilihan berbeda yang lebih menguntungkan? Dapatkah tujuan menuju ke arah dirinya sendiri? Mengikuti tujuan berarti menggunakan hadiah dan kemampuan dengan cara menggerakkan Anda.

Menanamkan tujuan

Posted in 3. Tujuan on November 3, 2010 by isepmalik

Mengapa kita merasa percaya diri dan terus menerus berusaha meniru kreativitas Ilahi? Salah satu tujuan utama hidup manusia tampaknya untuk menciptakan kehidupan dengan manfaat sebanyak mungkin. Kehidupan tercipta sedemikian rupa sehingga kita merasakan kebaikan tentang diri sendiri dan apa yang ingin dicapai. Tujuan dapat membimbing untuk bertindak sebaik-baiknya pencapaian dan mencerminkan panggilan kehidupan yang mulia. Apakah memiliki tujuan dalam hidup merupakan faktor yang berkontribusi terhadap peningkatan produktivitas? Apakah tujuan dapat membantu untuk membangun arah yang pasti dalam memfokuskan energi kita? Memiliki tujuan yang diharapkan sering mendorong penyiapan pedoman untuk pemenuhan dan penegasan seperangkat set nilai.

Tujuan yang tinggi dan jelas

Tujuan yang tinggi dan jelas dapat bertindak sebagai kemudi untuk memaksimalkan potensi tak terbatas dan unik dari pikiran terhadap produktivitas menguntungkan. Tujuan dapat memberdayakan pikiran, perasaan, dan tindakan untuk prestasi yang lebih besar. Kemudian, ketika menemukan peluang sesuai dengan bakat dan tujuan, kita mungkin merasa lebih siap untuk merebut momen ini. Untuk sukses di dunia luar, sama pentingnya pula menyiapkan kesuksesan di dunia ruhani. Apakah kehadiran Anda pada suatu momen pernah dianggap tidak ada sama sekali? Bagaimana kontribusi untuk tujuan Anda secara keseluruhan? Ketika bercermin, Anda melihat gambar sendiri. Setiap hari kita terlihat sebagai tubuh fisik. Tapi bagaimana cara mewujudkan untuk mencapai kesadaran terdalam?

Cobalah bereksperimen sejenak. Perlahan tutuplah mata Anda. Sekarang tubuh Anda tidak terlihat oleh penglihatan. Bagaimana tahu bahwa Anda ada? Apakah Anda merasakan berat badan? Apakah suara yang Anda dengar? Bau apa yang Anda cium? Pada saat ini, Anda akan “nyata” dalam hal indera tubuh. Sekarang, bukalah mata Anda. Apakah bentuk fisik terlihat kembali, atau batin Anda sadar ketika mata tertutup? Dalam realitas yang lebih besar, Anda yang terlihat dan tak terlihat begitu teristimewa karena berada pada sekitar inti energi dengan begitu banyak pikiran yang bergulir. Dapatkah Anda mengakui pentingnya menumbuhkan pemahaman dan mengembangkan kesadaran dengan aspek dalam dan luar dari keberadaan?

Tujuan hidup yang begitu kuat

Sebuah pepatah lama mengatakan bahwa kuda yang ditunggangi akan berjalan lebih cepat karena penunggang dapat menggunakan tali kekang untuk memandu kuda ke arah yang lebih tepat. Membuat keputusan tentang apa yang ingin Anda capai serupa dengan meletakkan sedikit kekangan ke mulut kuda. Kekangan mungkin bagian terkecil ketika memanfaatkan kuda, namun hal itu yang paling penting. Jika kekangan ini efektif, gerakan kuda dapat terbimbing. Dengan tarikan lembut di kekangan, kuda langsung menggerakkan tubuhnya kepada arah yang dituju. Tanpa bimbingan, kuda itu menjadi liar atau pergi mengunyah di padang rumput!

Tanpa visi atau tujuan yang mengilhami untuk mendorong ekspresi yang lebih besar, kita tidak dapat mencapai manfaat dan progresivitas sesuai keinginan. Jika tidak mempunyai rencana atau tidak tahu apa yang ingin dicapai, kita mungkin akan gagal untuk mencapai hal yang besar! Manfaatkanlah kemampuan berpikir dengan cara yang konstruktif.

Sang pencari menemukan kebahagiaan

Posted in 4. Menemukan! on November 1, 2010 by isepmalik

Pertumbuhan ruhani

Ketika terbangun di pagi hari, kita terjaga dari kedalaman tidur kepada kesadaran lingkungan. Kita mungkin melirik jam untuk menentukan waktu dan membaca surat kabar untuk mempelajari peristiwa terkini. Ketika berpakaian dan bersiap untuk pindah ke aktivitas sehari-hari, mungkin memiliki kesadaran sesaat mengenai kehadiran pribadi kita. Singkatnya, dapat disimpulkan sebuah petualangan yang telah jutaan tahun: kebangkitan dari ketidaksadaran!

Dalam What We May Be, Piero Ferrucci menulis: “Justru kesadaran diri yang memungkinkan kita mengalami kesendirian dan cinta untuk bertanggung jawab kepada manusia lain. Menyadari terhadap masa lalu dan masa depan, terhadap hidup dan mati, terhadap nilai, terhadap rencana ke depan, sadar terhadap evolusi dan mungkin untuk memengaruhinya”[1]. Dengan berkesadaran ini, apa langkah berikutnya? Apakah ada kemungkinan untuk pertumbuhan spiritual yang dapat bergerak lebih dekat menuju pemahaman kekuatan tujuan dan menemukan tujuan pribadi dalam hidup? Apakah mungkin membuat penggunaan dan manfaat terbaik dari situasi kita sekarang? Apakah kita yang paling produktif mengekspresikan energi kreatif?

Menjaga dan membuka pikiran

Salah satu langkah awal yang sangat penting, yaitu pikiran perlu terbuka sebelum mengembangkan spektrum kesadaran spiritual. Apa maknanya? Kesadaran ruhani adalah pembahasan yang luas. Kesadaran ini seperti pedang yang memotong daun dan menjadi ternoda oleh getahnya, namun pedang itu sendiri tidak berubah. Seperti sungai megah yang melalui lembah berasal dari sumbernya. “Sungai kesadaran” mengalir dari sumber kesadaran Sang Pencipta yang berada di luar semua ciptaan.

Pengembangan kesadaran spiritual

Mengembangkan kesadaran spiritual dapat terjadi dengan mengarahkan proses pemikiran dalam cara-cara positif untuk mencapai yang lebih baik dan menghasilkan penyelarasan dengan sumber kreatif. Kecenderungan pemikiran manusia dan kesadaran dapat berubah. Dengan demikian, menjaga titik bias, terbuka, dan tak berprasangka yang tidak baik bisa menjadi langkah besar dalam pertumbuhan. Dan harus diingat, orang lain mungkin berpikir berbeda dari cara Anda berpikir, tidak selalu berarti bahwa baik adalah “benar” atau “salah”. Dengar, belajar, dan lepaskan ego Anda sejenak. Musuh terbesar seringkali diri kita sendiri! Bertahanlah untuk sebuah penyelesaian mental supaya Anda dapat menjadi orang yang paling bermanfaat dan produktif!

Anugerah ruhani

Temukanlah anugerah ruh dalam diri Anda. Gunakanlah untuk memperkuat otot-otot ruhani Anda. Perintahkanlah otot ini untuk bekerja. Ruhani dapat terjaga dan dikembangkan untuk tingkat yang lebih besar dari yang Anda bayangkan. Sebuah orientasi kesadaran ruhani mencakup bidang kegiatan yang luas. Hal ini memiliki kapasitas dalam berekspresi untuk mempengaruhi banyak pikiran individu. Dapatkah sains memelajari tentang kesadaran? Mampukah kesadaran manusia memelajari kesadarannya sendiri? Apakah ini menjadi kawasan yang bermanfaat bagi investigasi untuk evolusi manusia lebih lanjut? Untuk menjadi spiritualis tidak berarti menjadi malaikat dengan memiliki sayap, tetapi menjadi sesuatu yang jauh lebih besar—keterhubungan jiwa dengan keilahian yang tak terbatas!

Salah satu cara paling mungkin dan sederhana untuk memulai spiritualisasi kesadaran adalah melalui kegiatan doa. Doa memainkan peranan penting dalam kehidupan sehari-hari, kita sering membuat keputusan yang lebih baik dan menjadi lebih produktif dalam cara-cara yang menguntungkan. Anda juga dapat menjadi semakin introspektif, karena pemahaman dan pengampunan akan datang lebih mudah.

Setiap memasuki pengalaman hidup dengan gudang besar berupa harta ruhani, beberapa di antaranya mungkin terletak tepat di luar kesadaran kita. Dengan penelitian yang seksama, dapatkah atribut-atribut ruhani ini ditingkatkan sehingga mengarah ke percepatan perkembangan ruhani semua umat manusia? Dapatkah Anda melihat bagaimana peningkatan anugerah ruhani dapat berkontribusi dalam menggerakkan semuanya menuju tujuan kita?

Menemukan kebahagiaan

Mencari kebahagiaan dalam hidup dapat mendorong pertumbuhan ruhani. Kebahagiaan yang khusus ini akan terus berirama dan berubah sedangkan intinya tetap tidak berubah. Hal ini berakar pada tujuan ilahi! Kebahagiaan dapat bercahaya melalui kita seperti bintang-bintang berkilauan di langit! Kebahagiaan ibarat kebun berbunga yang berkualitas. Apakah kualitas cinta tak terbatas, kegembiraan, damai sejahtera, kasih sayang, dan tujuan mulia yang dapat tumbuh di taman hati manusia hanya mencerminkan keindahan dan kemuliaan Sang Pencipta? Kebahagiaan dapat memberikan jaminan. Hal ini dapat berfungsi sebagai agen penyembuhan. Kebahagiaan adalah timbal balik. Kita sering merasakan dan berbagi kebahagiaan kepada orang lain, dan kembali lagi kepada kita dalam kelimpahan. Kebahagiaan terletak dalam kekuatan kita untuk mengungkapkannya, karena tidak ada orang, kondisi, keadaan, atau pengaruh luar yang benar-benar dapat memisahkan dari energinya, atau mencegah kita dari berbagi kebahagiaan dengan orang lain.


[1] Piero Ferrucci, What We May Be (Los Angeles: J.P.Tarcher, 1982), hal 60.

Sang pencari menjelajah energi universal

Posted in 4. Menemukan! on November 1, 2010 by isepmalik

Apakah ada indikasi kuat dari realitas tertinggi yang belum ditemukan manusia? Apakah salah satu indikasi berhubungan dengan pemahaman tentang kreativitas kosmos dan kapasitas mengorganisasi diri? Tampaknya ada kesinambungan dari struktur yang semakin kompleks dan hubungan di seluruh spektrum transisi dari “debu bintang” menjadi manusia yang berpikir. Bagaimana perubahan ini terjadi? Apa proses yang terlibat? Bagaimana kita dapat lebih efektif menggunakan kesadaran yang tumbuh dari tatanan kosmik mengherankan sebagaimana sains berulang kali mengungkapkan? Bagaimana manifestasi manusia dari kosmos yang menakjubkan ini? Apakah dunia material sebagai inkubator yang diberikan Sang Pencipta, di mana ruh manusia dapat mengembangkan dan mencari ekspresi tertinggi di alam tak kasat mata? Bagaimana kontribusi studi tentang tujuan manusia pada realitas yang lebih besar di sekitarnya?

Dapatkah studi yang menarik—mengenai fenomena kehidupan dan manusia—terhubung dengan energi universal? Bagaimana kita dapat mengungkap lebih banyak misteri mengenai pengorganisasian materi yang belum pernah diteliti oleh ilmu pengetahuan? Johannes Kepler, salah satu astronom paling kreatif sepanjang masa, memercayai bahwa gugusan langit menceritakan kemuliaan Tuhan. Dalam artikel yang berjudul “Dare a Scientist Believe in Design?” Owen Gingerich menulis: “Kehidupan Kepler dan karyanya memberikan bukti bahwa seseorang dapat menjadi seorang ilmuwan kreatif dan percaya pada rancangan Ilahi dalam alam semesta ini, dan bahwa memang motivasi untuk penelitian ilmiah dapat berasal dari keinginan untuk melacak hasil karya Tuhan”[1]

Sebuah tujuan yang cerdas

Bagaimana secara konsisten mengetahui tentang tujuan kami diciptakan di alam semesta? Melalui ilmu? Melalui sejarah? Melalui teologi? Melalui agama-agama dunia? Kita hidup dalam kosmos yang diberkahi dengan tatanan fundamental, pemahaman yang transparan, dan ditandai dengan keindahan rasional yang mendalam; mungkinkah hal itu menunjukkan sumber kreatif dan tujuan di balik dunia ini? Apakah fakta bahwa pikiran manusia memiliki kapasitas untuk “membuka rahasia alam” merupakan bukti adanya keterhubungan dengan sumber kreatif? Ketika kesadaran diarahkan secara lahiriah, terlihat bahwa wujud dunia diutamakan. Ketika kesadaran diarahkan dalam hati, dapatkah kita kemudian melakukan riset dengan sumber diri sendiri dan membentuk jaringan dengan kreativitas universal? Dapatkah kita membentuk jembatan antara yang tak terlihat dan dunia nyata?

Bagaimana bisa mencapai pencerahan bila kondisi diri ini berasal dari kesadaran material yang terbatas, tetapi berkeinginan pada sesuatu yang tak terbatas dan tanpa bentuk? Memang, gelombang tidak dapat mengukur laut, namun ada titik penting ketika terjadi kontak diantara mereka. Apakah ada titik kontak antara keilahian yang tak terbatas dengan sesuatu yang terbatas? Apakah ini sebuah jalan untuk menemukan tentang bagaimana Sang Pencipta menyatakan kesadaran ilahi ke dalam bentuk aneka ragam kehidupan alam semesta?

Penciptaan tampaknya mencakup estetika, inteligensi, munculnya kehidupan yang menampilkan keindahan, dan rahmat. Dari kesadaran saat ini, manusia mungkin dianggap kreasi Pencipta “yang paling rumit”. Meskipun manusia terbuat dari unsur bumi, tetapi kekuatan dan kompleksitas kesadaran Ilahi yang hadir dalam tubuh mungkin berada di luar konsepsi manusia saat ini. Di dalam dan di belakang sel-sel mengalir arus listrik yang hidup. Dan di balik itu terdapat energi-energi halus pikiran dan persepsi. Seperti bila kita mengembangkan aspek spiritual, pergeseran dalam kesadaran sering terjadi, dan kami semakin mulai menyadari kekerabatan dengan semua kehidupan. Jadi, apakah—produk dan saksi—penciptaan sebagai proses terus-menerus dan abadi?

Menikmati keindahan harumnya bunga mungkin menyenangkan. Memahami realitas di luar memberikan kesempatan untuk melihat aspek dari wajah Sang Pencipta. Menikmati ritme dan harmoni musik akan menumbuhkan semangat menakjubkan. Namun, pengalaman ini tidak ada apa-apanya bila dibandingkan dengan kemegahan mendengar suara Pencipta dalam keindahan hingga penciptaan? Dapatkah hidup dalam kesadaran ruh Ilahi yang lain memiliki jaringan kuat dengan energi kreatif universal? Apakah kita sudah diberikan segala sesuatu yang dibutuhkan untuk mewujudkan kehidupan yang produktif dan menguntungkan? Apakah sudah bagian dari tugas kita untuk mengenali bakat, merawat, dan menggunakannya secara produktif?


[1] Owen Gingerich, “Dare a Scientist Believe in Design?” dalam Evidence of Purpose, ed. John M.Templeton (New York: Continuum, 1994), hal 29.

Sang pencari menerima panggilan ke puncak

Posted in 4. Menemukan! on November 1, 2010 by isepmalik

Perubahan terjadi secara perlahan-lahan pada zaman prasejarah. Pikiran primitif secara bertahap mulai mencari pengetahuan dan pemahaman tentang tujuan keberadaan manusia. Lukisan gua, ukiran, dan dalam pembuatan alat telah terjadi perubahan kemajuan. Setiap saat, perencanaan dan penataan kehidupan menjadi semakin meningkat. Mungkin, filosofi pribadi mulai dikembangkan dari pengalaman individu dan diaplikasikan pada proses dan persoalan hidup. Perubahan ini bisa saja dipicu oleh drama kehidupan yang tak henti-hentinya terjadi di dalam dan di sekitar manusia. Namun, secara bertahap, pengalaman hidup dipengaruhi oleh pikiran, perasaan, dan perilaku individu.

Kemudian, mungkin sifat Ilahi yang melekat pada semua manusia mulai berbisik, “Masih ada lagi!” Mungkinkah ini merupakan undangan dari bagian dalam energi kreatif universal? Apakah itu merangsang individu untuk bercita-cita mencari puncak lebih tinggi dari eksplorasi spiritual? Mungkinkah hal ini mendesak sisi ruhani dan menjadi salah satu alasan mengapa “panggilan ke puncak ruhani yang lebih tinggi” tampaknya menjadi hal terpenting untuk sejumlah besar manusia? Banyak dari kita mengalami keinginan bawaan (fitrah) untuk makna, arah, dan tujuan.

Sebuah jalan baru mengenai penyelidikan, pemikiran, penelitian, dan studi terbuka mendahului pertanyaan tentang jiwa. Terdapat semangat kerinduan untuk mencari kebijaksanaan yang lebih dalam dan kesempatan menerapkannya dalam pengalaman kehidupan. Apakah panggilan takdir terhadap ruhani sering mewujud sebagai kendali dan bakat alami yang membantu membentuk kepribadian kita? Apakah ada elemen lain yang sangat penting selain “panggilan hati”? Jika perkembangan hidup harus efektif, berbuah, dan bertahan, haruskah kita memiliki filosofi tujuan hidup?

Mendengar dan menanggapi panggilan

Kapasitas kemampuan kita untuk mendengar dan menanggapi panggilan kebijaksanaan tampaknya akan terus meningkat. Dahulu, visi dan tujuan mungkin saja masih dianggap sebagai cita-cita, tetapi sekarang merupakan suatu kebutuhan yang menarik. Panggilan batin sering membantu untuk memilih pekerjaan, meningkatkan hubungan, kemajuan kualitas, dan arah hidup. Apakah ini merupakan rencana Tuhan membangun kesadaran yang lebih besar untuk manusia dalam mengubah sikapnya, cara hidupnya, bagaimana memandang kesehatannya, dan setiap aspek lain dari kehidupannya? Perubahan apa yang mulai terjadi pada karakter manusia dalam menanggapi tujuan-tujuan mulia tersebut?

Setelah memperoleh tujuan, mungkin kita diharuskan untuk menjangkau lebih dalam terhadap pemanfaatan sumber daya batin. Keputusan untuk naik ke puncak kepribadian dan spiritual yang lebih besar sering membutuhkan komitmen, keberanian, keterbukaan pikiran, dan usaha yang terfokus. Jika telah siap untuk petualangan hidup dengan mengakui dan mengatasi tantangan, memperbaiki kelemahan, mengungkapkan rasa syukur atas anugerah, maka dalam perjalanan tidak akan ditemui kesulitan yang berarti. Kita memulai dengan keadaan sekarang, dan bergerak ke depan. Segala sesuatu yang sebelumnya telah teralami dalam hidup akan membawa ke titik kesempatan selanjutnya. Dan meskipun manusia yang tak terhitung jumlahnya telah datang dan pergi, dia masih mencari dan bertanya: “Mengapa aku di sini, mengapa aku diciptakan”?

Anda memiliki kemampuan untuk mengeksplorasi dalam memberikan tanggapan dan mengatur kehidupan dalam pengembangan yang lebih bermanfaat (kesempatan itu memang ada!). Akankah Anda menganggap bermanfaat dan menguntungkan ketika mengerahkan usaha yang kuat dalam mencapai tujuan? Apakah Anda bersedia mengarahkan pikiran sadar ke arah hubungan dengan energi kreatif alam semesta? Apakah Anda siap untuk menjelajahi alam yang besar dan mengandung kemungkinan-kemungkinan ini? Jika demikian, mari kita jelajahi!