Archive for the Karya Category

Kehidupan dan Karya Ibn Rusyd

Posted in Karya, Riwayat Hidup on Februari 13, 2011 by isepmalik

Menurut para penulis biografi terkemuka seperti Al-Marakushi (w. 1224), Ibn Al-Abbar (w. 1260), Ibnu Abi Usaibiah (w. 1270) dan Al-Anshari (w. 1288), Ibn Rusyd lahir di Cordova-Spanyol pada tahun 1126 dari sebuah keluarga terkemuka. Ayah dan kakeknya menjabat sebagai hakim kerajaan dari Cordova. Pada masa mudanya, Ibn Rusyd mempelajari hukum, bahasa Arab, sastra (adab), teologi (kalam), filsafat, dan medis dari sejumlah guru yang banyak disebutkan penulis biografinya. Guru-guru di bidang medis diantaranya Abu Jakfar Harun dan Abu Marwan Ibn Jurbul dari Valencia, dan yang terdekat adalah dengan Abu Bakar Ibn Zuhr (w. 1162). Tak satu pun guru filsafat Ibn Rusyd disebutkan namanya, tetapi tampaknya ia dipengaruhi oleh Ibn Bajjah (Avempace) yang memperkenalkan karya Aristoteles di Andalusia. Di samping itu, Ibn Rusyd merupakan teman dekat Ibn Tufail yang menjabat sebagai dokter kekhalifahan pada masa Abu Yaqub Yusuf. Khalifah sendiri tampaknya benar-benar tertarik kepada filsafat. Ibnu Tufail seorang ‘iluminasionis’ (ishraqi) atau menyenangi mistis, berbanding terbalik dengan Ibn Rusyd yang sangat kritis terhadap kecenderungan ishraqi Ibnu Sina dan kecenderungan sufi Al-Ghazali; pandangan sufi Al-Ghazali sendiri menjadi tema sentral dari pandangan filosofis Ibnu Tufail. Namun, kedekatan Ibn Rusyd dengan Ibnu Tufail terbukti sangat bermanfaat dalam menentukan arah filosofisnya; ketika Ibnu Tufail memperkenalkannya kepada khalifah pada tahun 1169, ia memuji “untuk ketajaman, naluri, dan apresiasinya kepada seni (filsafat)”. Kita mengetahui dari sejarawan Al-Marakushi bahwa Khalifah mengajukan pertanyaan kepada Ibn Rusyd: “Apakah filsuf percaya kepada surga? Apakah itu abadi atau dibuat dalam waktu tertentu (hadits)?” Sebagai tanggapan, Ibn Rusyd benar-benar terkejut dan membantah bahwa ia “terlibat dalam studi filsafat”. Untuk menghilangkan kekhawatirannya, Khalifah kemudian mulai menjelaskan pandangan Plato, Aristoteles dan filsuf lainnya  serta pandangan ilmuwan Muslim mengenai pandangan ini. “Saya menemukan di dalam dia [Khalifah] suatu pembelajaran mendalam, saya tidak menyangka spesialis di bidang itu”, kata Ibn Rusyd kepada salah satunya murid.[1]

Diawali perjumpaan dengan Khalifah, karir filosofis Ibn Rusyd mulai menanjak. Khalifah itu sendiri merupakan pembaca setia karya-karya Aristoteles, tetapi dia mengeluh kepada Ibnu Tufail tentang “ketidakjelasan idiom Aristoteles atau terjemahannya” dan ia berharap ada ilmuwan yang mencoba menginterpretasikan karya-karya filsuf yang akan digunakan. Satu tahun kemudian, Ibnu Tufail merekomendasikan Ibn Rusyd karena memiliki bakat dan ketekunan luar biasa. Sejak saat itu karir Ibn Rusyd sebagai komentator dimulai dari karya awal Aristoteles yang berupa parafrase Parts of Animals, Generation of Animals dan Parva Naturalia (al-Hiss wa alMahsus) ditulis pada tahun 1169.

Ketika Abu Yusuf Yaqub yang dijuluki Al-Mansur menggantikan ayahnya pada tahun 1184, Ibn Rusyd masih mendapat fasilitas dari kerajaan. Sebagai tanggapan terhadap tekanan publik, pada tahun 1195 ahli hukum kerajaan menyatakan keberatannya bila filsafat dan ‘ilmu kuno’ banyak dipelajari. Tentu saja hal ini sangat merugikan posisi Ibn Rusyd. Menurut catatan lain yang diberikan oleh penulis biografi Ibn Rusyd dinyatakan bahwa muncul berbagai konotasi negatif yang ditujukan pada filsuf. Ibnu Abi Usaibiah mencatat banyaknya aib yang ditujukan kepada Al-Mansur, misalnya di dalam Books of Animals kalimat ‘king of the Berbers’ (albarbar) yang ditafsirkan dalam bahasa Arab sebagai barbar. Al-Anshari mencatat pernyataan lain sehubungan dengan kaum ‘Ad dan angin yang menghancurkan mereka, sebagaimana disebutkan dalam Al-Quran 54:19. “Sesungguhnya, keberadaan kaum ‘Ad tidak pasti; apa penyebab kehancuran mereka oleh angin itu?”[2] Akhirnya, Al-Marakushi mencatat aib bahwa venus sebagai salah satu dewa yang ditujukan sebagai pernyataan Ibn Rusyd.[3]

Tulisan-tulisan Ibn Rusyd meliputi berbagai kajian, termasuk di dalamnya mengenai filsafat, medis, hukum, dan bahasa yang menjadi salah satunya perintis di Timur. Namun, sejauh ini bagian terbesar dari karyanya terdiri dari komentar-komentar atau parafrase dari semua karya-karya Aristoteles dengan pengecualian Politics, karena ia menggantikan dengan Republic karya Plato. Komentar-komentarnya biasa dibagi menjadi skala besar (tafsir), skala sedang (syarh) dan skala singkat, yakni parafrase atau epitomes (jawami]. Tercatat bahwa karya-karya Aristoteles yang diberi tiga jenis komentar atay parafrase oleh Ibn Rusyd adalah Physics, Metaphysics, De Anima, De Coelo, dan Analytica Posteriora. Selain itu, ia menulis komentar tentang De Intellectu karya Alexander dari Aphrodisias, Metaphysics karya Nikolaus dari Damaskus, Isagoge karya Porphyry, dan Almajest karya Ptolemeus.

Ibn Rusyd juga membuat tulisan-tulisan filsafat orisinil, beberapa di antaranya dalam bahasa Arab, Ibrani, atau Latin yang sampai kepada kita. Di antara tulisannya adalah On the Intellect, On the Syllogism, On Conjunction with the Active Intellect, On Time, On the Heavenly Sphere, dan On the Motion of the Sphere. Sejumlah tulisan yang berpolemik juga sampai kepada kita, di antaranya Essay on Al-Farabi’s Approach to Logic, as Compared to that of Aristotle, Metaphysical Questions Dealt with in the Book of Healing (al-Shifa) by Ibn Sina dan a Rebuttal of Ibn Sina’s Classification of Existing Entities into Possible Absolutely, Possible in Themselves but Necessary by Another and Necessary in Themselves.[4]

Karya teologis Ibn Rusyd terdiri dari trilogi yang dimulai pada tahun 1180 dengan judul Incoherence of the Incoherence (Tahafut alTahafut), sebuah bantahan terhadap karya Al-Ghazali berjudul Incoherence of the Philosophers (Tahafut al-Falasifah), tahun 1178 menulis Decisive Treatise on the Relation of Philosophy and Religion (Fasl alMaqal) dan tulisan tahun 1179 berjudul Exposition of the Methods of Proof (alKashf ‘an Manahij alAdillah), ditambahkan pula secara singkat Appendix (Damimah) mengenai sifat pengetahuan Tuhan, dan tulisannya yang hilang berjudul That Wich the Peripatetics and the Theologians of Our Religion (alMutakallimun) Believe with Respect to the Manner of the World’s Existence is Close in Meaning.

Diantara tulisan-tulisannya mengenai hukum adalah Prolegomena, alMustasfa (Gist of Jurisprudence) dan Primer of the Discretionary (Bidayat alMujtahid) masih banyak dipelajari sampai sekarang yang ditulis pada tahun 1168.

Dalam bidang medis, Ibn Rusyd menulis al-Kulliyat pada tahun 1l62 yang dikenal dalam terjemahan berbahasa Latin sebagai Colliget. Ia juga menulis tulisan-tulisan pendek On Fever, On the Humours, On Theriac; ditambah pula daftar-daftar ringkasan atau parafrase risalah medis karya Galen. Akhirnya, sebuah komentar pada karya medis Ibn Sina yang berjudul alUrjuzah ditulis pada tahun 1179-1180.

Daftar karya lainnya dari Ibn Rusyd mengenai risalah gramatikal dan linguistik, tetapi kita sangat sulit untuk mengakses tulisan orisinil mengenai hal tersebut.


[1] Al-Marakushi, Al-Mu`jib, hal: 174.

[2] Renan, Averroes, hal: 444, 452.

[3] Al-Marakushi, Al-Mu`jib, hal: 175.

[4] Lihat: Wolfson, “Revised Plan for the Publication of a Corpus Commentariorum Averrois in Arisrotelem”, hal: 90; Renan, Averroes, hal: 58; Ibn Abi Usaibiah, ‘Uyun al-Anba, hal: 23.

Iklan