Archive for the Agama Category

Sains dan Problem Ketuhanan

Posted in Agama, Sains with tags , , , , , on April 30, 2012 by isepmalik

© Kanisius 1995

PENERBIT KANISIUS (Anggota IKAPI)

Jl. Cempaka 9. Deresan,Yogyakarta55281

Kotak Pos 1125/Yk,Yogyakarta55011

Telepon (0274) 588783, 565996, Fax (0274) 563349

e-mail: kanissrn@yogya.wasantara.net.id

http://yogya.wasantara.net.id/kanisius/books.htm

ISBN 979-497-432-3

 

 Daftar Isi

 

KATA PENGANTAR–1

PRAKATA–5

DAFTAR ISI–7

 

 

Bagian 1:   PENDAHULUAN–11

Bab I.         Sains Berparadigma baru: Sebuah Catatan Pendahuluan–13

Bab II.        Refleksi Sains dalam perspektif Historis–19

  1. Penelaahan Ilmu Berdasarkan Sejarah Ilmu–20
  2. Revolusi Sains Menurut Thomas S. Kuhn–21
  3. Antara The New Story of Science dan The Old Story of Science–24

 

Bagian 2:   AYUNAN PENDULUM MENUJU SAINS BERPARADIGMA BARU–27

Bab III.      Kisah Lama–29

  1. Yang Ada Hanyalah Materi–30
  2. Tidak Ada Keindahan dalam Benda-benda–33
  3. Allah yang Dicampakkan–34
  4. Mekanisme Mesin dalam Manusia dan Masyarakat–35
  5. Keterpecahan “Dunia” –37
  6. Keterputusan dengan “Yang Lampau” –42
  7. Kesimpulan–42

Bab IV.       Kisah Baru–45

  1. Pentingnya Peranan Pikiran dalam Sains–46
  2. Keindahan, sebuah Realitas Penting dalam Sains–50
  3. Data-data Empiris dan Fenomena Keberadaan Allah–52
  4. Manusia dan Masyarakat dengan Nilai-nilai Humanistik–58
  5. “Dunia” yang Satu dan Pasti–61
  6. Kesinambungan dengan “Yang Lampau” –63
  7. Antara “Kisah Lama” dan “Kisah Baru”: Perspektif Menyeluruh–67

1.1. Keluasan (Vastness) –67

2.2. Sifat Menggabungkan (Unity) –68

3.3. Kecerahannya (Light) –69

8.  Kesimpulan–72

 

Bagian 3:   IMPLIKASI BAGI KOSMOLOGI

DAN FILSAFAT KETUHANAN–73

Bab V.        Sains Berparadigma Baru dan Dunia Biologi: Alam yang Bijaksana–75

  1. Biologi Modern–78
  2. Biologi Baru–81

1.1. Kehidupan yang Jauh Lebih Kompleks dari Sekedar Mesin–82

2.2. Fenomena Binatang dan manusia yang Jauh dari Gambaran Mekanis–83

3.3. Makhluk Hidup yang Saling Bekerjasama–85

4.4. Keharmonisan antara Makhluk Hidup dan Lingkungannya–87

5.5. Asal-usul Kehidupan dan Fenomena Allah–88

6.6. Adanya “Tujuan” dalam Makhluk Hidup–92

7.7. Kehidupan dan Makhluk Hidup yang Tersusun dalam sebuah Hierarki–94

3.  Menuju Biologi Baru: Perspektif Menyeluruh–96

4.  Kesimpulan–99

Bab VI.       Sains Berparadigma Baru dan Keberadaan Allah: Sebuah Argumentasi Teleologis–101

  1. Keberadaan Allah: Pendekatan Intuitif–102
  2. Munculnya Pemahaman Kosmologi yang Baru–103

1.1   Teori Dentuman Besar–103

2.2   The Large-Number Hypothesis–105

3.3   The Anthropic Principle–106

3.  Hasil-hasil yang Tersimpan dalam Fosil–107
4.  Keberadaan Allah dan Kompleksitas dalam Bidang Biokimia dan Fenomena Keberadaan Allah–111
5.  Kesimpulan–114

 

Bagian 4:   PENUTUP–115

Bab VII.     Kosmologi dan Dimensi Religiositasnya: Uraian dan Komentar Kritis–117

  1. Problem Penciptaan–119
  2. Jalan-jalan Terbuka Menuju Allah–finalitas–121
  3. Perdebatan antara Allah sebagai “Penutup Lubang” dan Allah sebagai “Yang Lahir” secara Hakiki dalam Sains–125

Bab VIII.    Wacana Penutup–127

 

DAFTAR PUSTAKA–133

INDEKS NAMA–135

INDEKS UMUM–138

Iklan

Perjumpaan Sains dan Agama dari Konflik ke Dialog

Posted in Agama, Sains with tags , , , , , on April 21, 2012 by isepmalik

PERJUMPAAN SAINS DAN AGAMA DARI KONFLIK KE DIALOG

Diterjemahkan dari Science and Religion

From Conflict to Conversation

Karya John F. Haught

Copyright © 1995 by John F. Haught

Terbitan Paulist Press,New York

Penerjemah:Fransiskus Borgias,MA.

Penyunting: Ahmad Baiquni

Cetakan 1, Juli 2004

Diterbitkan oleh Penerbit Mizan

PT. Mizan Pustaka

Anggota IKAPI

Jl. Yodkali No. 16,Bandung40124

Telp. (022) 7200931 – Faks. (022) 7207038

e-mail: kronik@mizan.com

http://www.mizan.com

Bekerja sama dengan

Center for Religion and Cross-Cultural Studies

Graduate Program,GadjahMadaUniversity

Dan

Islamic College for Advanced Studies,Jakarta

ISBN 979-433-371-9

Didistribusikan oleh

Mizan Media Utama (MMU)

Jl. Cinambo (Cisaranten Wetan) No. 146

Ujungberung,Bandung40294

Telp. (022) 7815500 – Faks . (022) 7802288

e-mail: mizanmu@bdg.centrin.net.id

Dapat juga diperoleh di

www.ekuator.com – Galeri BukuIndonesia

 

Isi Buku

 

 

 

Pengantar Dr. Mohsen Miri–ix

Prakata–xv

 

Pendahuluan–xix

Apa yang Kita Maksudkan dengan Agama? –xxii

  1. 1.             Apakah Agama Bertentangan dengan Sains? –1

Pendekatan Konflik–2

Pendekatan Kontras–7

Pendekatan Kontak–17

Pendekatan Konfirmasi–24

Kesimpulan–32

  1. 2.            Apakah Sains Menyingkirkan Tuhan yang Personal–34

Pendekatan Konflik–35

Pendekatan Kontras–42

Pendekatan Kontak–53

Pendekatan Konfirmasi–64

  1. 3.            Apakah Evolusi Menyingkirkan Keberadaan Tuhan? –71

Pendekatan Konflik–75

Pendekatan Kontras–80

Pendekatan Kontak–95

Pendekatan Konfirmasi–113

  1. 4.            Dapatkah Hidup Direduksi ke Dalam Ilmu Kimia? –117

Pendekatan Konflik–121

Pendekatan Kontras–129

Pendekatan Kontak–142

Pendekatan Konfirmasi–162

  1. 5.            Apakah Alam Semesta Ini Diciptakan? –167

Pendekatan Konflik–178

Pendekatan Kontras–183

Pendekatan Kontak–193

Pendekatan Konfirmasi–201

  1. 6.            Apakah Kita Benar-benar Produk Alam Semesta Ini? –204

Pendekatan Konflik–218

Pendekatan Kontras–223

Pendekatan Kontak–231

Pendekatan Konfirmasi–238

  1. 7.            Mengapa Ada Kompleksitas dalam Alam? –243

Pendekatan Konflik–255

Pendekatan Kontras–257

Pendekatan Kontak–259

Pendekatan Konfirmasi–276

  1. 8.           Apakah Alam Semesta Mempunyai Tujuan? –281

Pendekatan Konflik–289

Pendekatan Kontras–295

Pendekatan Kontak–300

Pendekatan Konfirmasi–314

  1. 9.            Apakah Agama Bertanggung Jawa atas Krisis Ekologis? –319

Pendekatan Konflik–322

Pendekatan Kontras–326

Pendekatan Kontak–330

Pendekatan Konfirmasi–347

Sakramentalisme–347

Keheningan–351

 

Kesimpulan: Menuju Percakapan Sains dan Agama–354

Catatan-catatan–359

Indeks–375

Dari Puncak Baghdad (Sejarah Dunia Versi Islam)

Posted in Agama on November 30, 2011 by isepmalik

Bukalah buku sejarah-dunia mana pun, maka kerap kita temukan sejarah yang selalu diceritakan dari sudut pandang Barat, dalam urutan yang sudah baku: mulai dari Lembah Nil dan Mesopotamia, melalui Yunani dan Roma lalu Revolusi Prancis, hingga bangkitnya negara sekuler dan kejayaan demokrasi. Islam hanyalah bab pendek dalam kisah panjang sejarah dunia itu, digabungkan dengan cerita tentang beberapa peradaban lain yang dianggap pinggiran. Sejarah versi Barat menganggap kecil sebuah peradaban yang pernah menjadi pusat sejarah dunia dan yang memiliki narasi berbeda selama ribuan tahun.

Bagaimana jika sejarah dunia itu ditampilkan dari sudut pandang Islam, seperti apakah panorama yang akan terlihat? Itulah yang diupayakan Tamim Ansary dalam buku ini. Dia menguraikan sejarah dunia sejak dari masa Muhammad hingga kejatuhan Kekaisaran Utsmani dan seterusnya. Dia menjelaskan mengapa peradaban Barat dan Islam seperti saling tidak kenal, dan apa yang terjadi ketika keduanya bersimpang jalan. Ditulis dalam gaya bercerita yang menghibur, buku ini juga menawarkan sebuah perspektif penting tentang konflik dunia dewasa ini.

 

Daftar Isi

Daftar Peta—9

Nama dan Tanggal—11

Pendahuluan—13

 

  1. Dunia Tengah—29
  2. Hijrah—51
  3. Kelahiran Kekhalifahan—74
  4. Perpecahan—106
  5. Kerajaan Bani Umayyah—127
  6. Zaman Abbasiyah—146
  7. Ulama, Filsuf, dan Sufi—162
  8. Masuklah Orang Turki—200
  9. Malapetaka—224
  10. Kelahiran Kembali—264
  11. Sementara Itu di Eropa—325
  12. Barat Mendatangi Timur—352
  13. Gerakan Reformasi—397
  14. Industri, Konstitusi, dan Nasionalisme—431
  15. Munculnya Sekuler Modernis—477
  16. Krisis Modernitas—502
  17. Arus Balik—521

 

Penutup—550

Lampiran—564

Catatan—565

Kepustakaan—572

Ucapan Terima Kasih—579

Indeks—581

Tentang Pengarang—589

Satu Tuhan Banyak Agama (Pandangan Sufistik Ibn ‘Arabi, Rumi, dan Al-Jili)

Posted in Agama on November 30, 2011 by isepmalik

Di tengah sengkarut hubungan antaragama, Timur-Barat, dan arus modernisme dengan tradisionalisme—yang semua jelas menjurus ke arah pertarungan global, kita sebagai warga dunia jelas membutuhkan jalan keluar alternatif, paling tidak, mampu menjembatani-menengahi pertemuan dua kutub yang saling berlawanan tersebut. Kalangan ateis dan agnostik saat ini, boleh saja menuding agama sebagai biang keladi kerusakan bangunan pikiran dan tata kelola hidup kita di masa kini. Namun mereka tak bisa menutup mata tentang kontribusi besar agama terhadap adab manusia selama ribuan tahun.

Gagasan Ibn ‘Arabi, Rumi, dan Al-Jili, yang diulas dalam karya ini, layak untuk dijadikan tolok ukur kefasihan kita dalam beragama. Karena agama bukan melulu perkara normatif belaka. Tapi juga tentang sebuah laku spiritual yang dampaknya jelas akan terasa dalam kehidupan. Ketiga sufi besar itu sama berkeyakinan bahwa pada ranah transendental, semua agama memiliki kesatuan esensi, namun kemudian termanifestasi jadi sekian ragam perbedaan. Sedari objek sesembahan, ritus kitab suci, dan dampak eskatologisnya. Lantas bagaimana kemudian kita bisa menemukan titik temu dari sekian titik perbedaan itu? Bagaimana pula kita bisa memahami Tuhan yang Nirbentuk; yang tampak pada sesembahan; yang dipahami; dan Tuhan Yang Tak Terpahami?

Buah pikiran Media Zainul Bahri, doktor dari Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta ini, adalah kisah lain dari betapa agama masih tetap relevan untuk terus diperbincangkan. Baik secara serius atau bahkan sambil lalu. Jika mau mencermati inti dari sebuah agama secara menyeluruh, niscaya kita akan menemukan bahwa di balik itu, ada kedamaian yang tersembunyi, keharmonisan, dan kebahagiaan universal. Selagi agama masih dianggap penting, dan kita tetap menjadikannya sebagai lokus utama berkehidupan, buku ini layak untuk dicermati, ditelaah, direnungkan secara baik dan benar.

 

Daftar Isi

Pedoman Transliterasi—v

Sekapur Sirih—ix

Ucapan Terima Kasih—xiii

Bab I. Mukaddimah—1

Bab II. Esoterisme dan Kesatuan Agama-Agama—15

  1. Esoterisme dan Eksoterisme: Pengertian dan Hubungan—16
  2. Esoterisme dan Kesatuan Agama-Agama—31
  3. Menelusuri Konsep Wahdat al-Adyan—34

Bab III. Ibn ‘Arabi—43

  1. Sebab-sebab Keragaman Syariat dan Keyakinan—44
  2. Akar Keimanan dan “Tuhan Kepercayaan” —74
  3. Satu Tuhan Banyak Nama—90
  4. Perintah Penciptaan (al-Amr al-Takwini) dan Perintah Pembebanan [Kewajiban] (al-Amr al-Taklifi) —97
  5. Jalan-jalan Menuju Tuhan—104
  6. Dampak Eskatologis—145
  7. Kesatuan Esensi dan Agama Cinta—153

Bab IV. Rumi—179

  1. Penyebab Perbedaan Agama—180
  2. “Tuhan Yang Berbentuk” dan “Yang Tak Berbentuk” —198
  3. Penciptaan dan Perintah Tuhan—208
  4. Banyak Jalan Menuju Tuhan—213
  5. Kestauan Tujuan dan Agama Cinta—235

Bab V. Al-Jili—255

  1. Sebab Perbedaan Bentuk-bentuk Ritus—256
  2. Agama-agama Manusia—263
  3. Hubungan Substansial Kitab-kitab Suci—287
  4. Inniyyah (ke-Aku-an): “Aku Yang Hakiki di Balik Semua Model Sesembahan” —297
  5. “Jalan Lurus” dan “Jalan Sesat” —302
  6. Dampak Eskatologis—307
  7. Kesatuan Tujuan Penghambaan dan Esensi Ketuhanan—313

Bab VI. Titik Temu dan Titik Beda: Sebuah Analisis Perbandingan—321

  1. Sebab-sebab Perbedaan Agama—322
  2. “Tuhan dalam Kepercayaan,” “Tuhan Yang Berbentuk,” dan “Tuhan Yang Tampak pada Sesembahan” —332
  3. Jalan-jalan Menuju Tuhan—337
  4. Kesatuan Transenden Agama-agama—342
  5. Hubungan Kesatuan (oneness) dengan Kebanyakan (manyness) —360

Bab VII. Signifikansi Doktrin Kesatuan Agama-agama bagi Dunia Modern—367

  1. Mengapresiasi Pluralisme—368
  2. Dialog dan Kerja Sama—390

Bab VIII. Kesimpulan—407

Catatan-catatan—413

Rujukan Pustaka—499

Lampiran—513

Indeks—525

Riwayat Hidup—535