Archive for the Organisasi Kehidupan Category

Sel Sebagai Satuan Struktur Benda Hidup

Posted in Sel with tags , , , , , on Mei 7, 2012 by isepmalik

Dalam banyak kasus, sel tunggal adalah organisme hidup. Amuba, makhluk air tawar, merupakan kasus demikian. Ukurannya sekitar 300 μm melintang, kira-kira sebesar titik. Dalam kemasan ini terdapat mesin yang melakukan semua fungsi kehidupan. Makhluk hidup ini memberi makan dirinya dan dengan cara-cara lain mempertukarkan bahan dan energi dengan alam sekitarnya. Tanggapan terhadap rangsangan dalam lingkunganya. Tumbuh dan berkembang biak.

Stafilokokus merupakan sel bulat dengan diameter kira-kira 1 μm. Terlampau kecil untuk dilihat tanpa pembesaran tinggi mikroskop. Walau demikian, sel tunggal ini juga menyimpan seluruh mesin kehidupan yang lebih kecil lagi ialah mikroplasma. Makhluk bersel tunggal ini sedemikian kecilnya sehingga mereka baru dapat dilihat dengan bantuan mikroskop elektron. Namun mereka masih merupakan organisme hidup yang dapat dipercaya (bona fide), memperlihatkan semua atribut kehidupan. Mereka sebenarnya merupakan sel terkecil dan benda hidup terkecil yang diketahui. Tentu saja, tidak mungkin untuk mengumpulkan dan menata cukup mesin molekuler untuk dijadikan hidup dalam suatu kemasan yang jauh lebih kecil daripada mikroplasma.

Kebanyakan makhluk di bumi ini terdiri atas banyak sel. Manusia dewasa berisi 6 x 1013 sel yang berbeda-beda. Semua ini terdapat dalam berbagai macam dengan jumlah agak besar (sekitar 100). Dua contoh yang mudah dipelajari ialah sel epitelium yang melapisi bagian dalam pipi dan sel-sel darah merah. Contoh-contoh lain akan disinggung pada akhir bab ini. Sel-sel ini berlainan dengan sel-sel organisme bersel satu seperti amuba dalam satu hal yang penting. Mereka tidak mampu hidup tersendiri, yaitu mereka tidak dapat melakukan semua fungsi organisme hidup. Tak dapat disangkal setiap sel itu hidup, tetapi masing-masing dikhususkan untuk melakukan satu atau beberapa fungsi bagi organisme yang menjadikan sel itu bagiannya. Jadi setiap sel bergantung pada sel-sel lain untuk melakukan fungsi-fungsi yang tidak dapat dilakukan sendiri. Sebagai contoh, sel saraf dengan cepat meneruskan sinyal listrik ke dalam tubuh tetapi bergantung seluruhnya pada sel-sel darah merah untuk memberikan kepadanya oksigen yang amat diperlukannya, tanpa oksigen sel saraf itu mati.

Meskipun tipe sel itu bermacam-macam, terdapat persamaan tertentu pada sifat-sifat bentuk dan fungsional yang lazim bagi kebanyakan sel (walau tidak perlu semuanya). Tujuan utama dalam bab ini ialah mempelajari yang paling menonjol di antara sifat-sifat ini.

(Sumber:  John W. Kimball. (1992). Biologi Jilid 1).

Iklan