Soal 1-5


1.  Tentukan jumlah proton, neutron, dan elektron untuk tiap jenis atom berikut:
(a) 19579Au, (b) 19779Au, (c) 18F, (d) carbon-13
Strategi: Ingat kembali bahwa superskrip menandakan nomor massa (A) dan subskrip menandakan nomor atom (Z). Nomor massa selalu lebih besar daripada nomor atom. (Pengecualian hanya untuk 11H, di mana nomor massa sama dengan nomor atom). Dalam beberapa hal diperlihatkan penulisan tanpa subskrip sebagaimana pada (c) dan (d), nomor atom dapat dihilangkan dari simbol atau nama unsur. Untuk menentukan jumlah elektron, ingat kembali bahwa karena atom-atom netral secara listrik maka jumlah elektron sama dengan jumlah proton.
Solusi:
(a) Nomor atom Au (emas) 79, jadi terdapat 79 proton. Nomor massanya 195, jadi jumlah neutron adalah 195 – 79 = 116. Jumlah elektron sama dengan jumlah proton; yaitu 79.
(b) Di sini jumlah proton sama seperti (a), yaitu 79. Nomor massa 197, jadi jumlah neutronnya 197 – 79 = 118. Jumlah elektron juga sama seperti pada (a), yaitu 79. Jenis (a) dan (b) merupakan isotop-isotop emas.
(c) Nomor atom F (fluor) 9, jadi terdapat 9 proton. Nomor massanya 18, jadi jumlah neutronnya 18 – 9 = 9. Jumlah elektron sama dengan jumlah proton; yaitu 9.
(d) Karbon-13 dapat dituliskan sebagai 13C. Nomor atom karbon 6, jadi terdapat 13 – 6 = 7 neutron. Jumlah elektronnya 6.

 

2.  Tuliskan rumus molekul metanol (suatu pelarut organik dan anti-beku).
Solusi: Molekul tersebut mengandung empat atom H, satu atom C, dan satu atom O. Oleh karena itu, rumus molekulnya CH4O. Standar penulisan rumus molekul metanol CH3OH karena ia memperlihatkan bagaimana atom-atom bergabung dalam molekul.

 

3.  Tuliskan rumus empiris molekul-molekul berikut ini: (a) asetilena (C2H2) yang digunakan untuk pengelasan; (b) glukosa (C6H12O6) zat yang diketahui sebagai gula darah; dan (c) dinitrogen oksida (N2O) yang digunakan sebagai gas anestetik (“gas tertawa”).
Strategi: Ingat kembali cara menuliskan rumus empiris, subskrip dalam rumus molekul harus diubah menjadi angka terkecil dan bilangan bulat paling sederhana.
Solusi:
(a) Terdapat dua atom karbon dan dua atom hidrogen dalam asetilena. Subskrip dibagi dengan angka 2, kita memperoleh rumus empirisnya CH.
(b) Dalam glukosa terdapat 6 atom karbon, 12 atom hidrogen, dan 6 atom oksigen. Subskrip dibagi dengan 6, kita memperoleh rumus empirisnya CH2O. Perhatikan bahwa jika membagi subskrip dengan angka 3 akan diperoleh rumus C2H4O2. Meskipun perbandingan karbon : hidrogen : oksigen dalam C2H4O2 sama sebagaimana C6H12O6 (1:2:1), tetapi C2H4O2 bukan rumus paling sederhana karena subskripnya bukan perbandingan jumlah yang terkecil.
(c) Karena subskrip dalam N2O merupakan angka yang paling sederhana maka rumus empiris untuk dinitrogen oksida sama seperti rumus molekulnya.

 

4.  Berikan nama senyawa-senyawa berikut: (a) Fe(NO3)2, (b) Na2HPO4, dan (c) (NH4)2SO3
Strategi: Tabel 2.3 merupakan referensi nama-nama kation dan anion. Harus diingat bahwa jika sebuah logam dapat membentuk kation dengan muatan berbeda, kita perlu menggunakan sistem Stok.
Solusi:
(a) Ion nitrat (NO3-) membawa satu muatan negatif, jadi ion besi harus memiliki muatan positif dua. Karena besi dapat membentuk ion Fe2+ dan ion Fe3+, kita perlu menggunakan sistem Stok dan menamai senyawa besi(II) nitrat.
(b) Kationnya adalah Na+ dan anionnya HPO42- (hidrogen fosfat). Karena natrium hanya membentuk satu tipe ion (Na+), di sini tidak perlu menggunakan natrium(I) untuk namanya. Senyawanya adalah natrium hidrogen fosfat.
(c) Kationnya adalah NH4+ (ion amonium) dan anionnya adalah SO32- (ion sulfit). Senyawanya adalah amonium sulfit.

 

5.  Tuliskan rumus kimia untuk senyawa-senyawa: (a) raksa(I) nitrat, (b) sesium oksida, dan (c) stronsium nitrida.
Strategi: Kita merujuk Tabel 2.3 untuk rumus kation dan anion. Ingat kembali bahwa angka Romawi dalam sistem Stok menyediakan informasi mengenai muatan kation.
Solusi:
(a) Angka Romawi memperlihatkan bahwa ion raksa membawa muatan +1. Berdasarkan Tabel 2.3, ion raksa(I) adalah diatom (yaitu, Hg22+) dan ion nitrat adalah NO3-. Oleh karena itu, rumusnya adalah Hg2(NO3)2.
(b) Setiap ion oksida membawa muatan negatif dua, dan setiap ion sesium membawa muatan positif satu (sesium berada dalam Golongan IA, sebagaimana natrium). Oleh karena itu rumusnya adalah Cs2O.
(c) Setiap ion stronsium (Sr2+) membawa muatan dua positif dan setiap ion nitrida (N3-) membawa muatan tiga negatif. Supaya jumlah muatan sama dengan nol, kita harus menyesuaikan jumlah kation dan anion:
3(+2) + 2(-3) = 0
Jadi, rumusnya adalah Sr3N2.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: