Kimia Organik: Pendahuluan (Ringkasan)


Karena atom karbon dapat berikatan dengan atom karbon lainnya dalam rantai lurus dan bercabang, karbon dapat membentuk lebih banyak senyawa daripada unsur-unsur lainnya.

Alkana dan sikloalkana merupakan hidrokarbon jenuh. Metana, CH4, merupakan alkana paling sederhana, kelompok hidrokarbon dengan rumus umum CnH2n+2. Sikloalkana merupakan subkelompok alkana di mana atom karbon bergabung dalam cincin. Etilena, CH2=CH2, merupakan alkena paling sederhana, kelompok hidrokarbon yang mengandung ikatan rangkap karbon-karbon dan memiliki rumus umum CnH2n. Alkena nonsimetri dapat eksis sebagai isomer cis dan trans. Asetilena, CHºCH, merupakan alkuna paling sederhana, di mana senyawanya memiliki rumus umum CnH2n-2 dan mengandung ikatan rangkap tiga karbon-karbon. Senyawa yang mengandung satu atau lebih cincin benzena disebut hidrokarbon aromatik. Kestabilan molekul benzena dihasilkan dari delokalisasi elektron.

Gugus fungsi menentukan reaktivitas kimia dari molekul. Kelompok senyawa dikarakterisasi oleh gugus fungsinya yang meliputi alkohol, eter, aldehid dan keton, asam karboksilat dan ester, dan amina.

Kiralitas merujuk kepada molekul yang gambar cerminnya tidak dapat bertumpang-tindih. Sebagian besar molekul kiral mengandung satu atau lebih atom karbon asimetri. Molekul kiral tersebar luas dalam sistem biologis dan sangat penting dalam desain obat-obatan.

Satu Tanggapan to “Kimia Organik: Pendahuluan (Ringkasan)”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: