Ikan yang Hilang


Sekira tigabelas meter dari rumahnya. Sudah tiga bulan berlalu ia rajin menengok kolam yang ditanami ikan miliknya. Mungkin pula sang ikan merasa betah tinggal di situ karena sudah pada kenyang di kala masih pagi, ya, sebelum sekolah ia menebar pakan untuk ikan semaiannya. Pulang sekolah langsung menjenguk kolam, tebar pakan lagi, memeriksa pematang, serta saluran airnya. Bila lancar ia akan puas, lalu mengerjakan tugas sekolah di pojokan kolam, di situ memang ada saung.

Saat mulai menyemai, Uden tahu persis ukuran ikannya, tidak lebih besar dari lebar sapu lidi. Sekarang, kucing-kucing pada ngiler mengintip di rimbunan pematang. Sebangsa kepiting jahat sudah siap dengan ujung-ujung runcing kakinya. Tapi ikan Uden sudah besar, tuh lihat, ada ikan lagi main dan menyiprakkan air dengan cukup keras. Tuh, ada lagi satu ikan bermuka coklat, kemaren agak kurusan, sekarang sudah gendut lagi. Oh iya, perhatikan pula, ada ikan sepertinya terkena sengatan tawon sampai memerah dekat di ujung ekornya. Uden pun aneh, apa permusuhan antara tawon dan ikan, sejak kapan? Tapi Uden dengan rajin mengobatinya.

Ada kepuasan dalam diri Uden, di setiap mengingat dan memperhatikan kolam dan ikannya. Betapa tidak? Dulu pas disemai, ikannya kecil-kecil, lalu tumbuh dan beberapa bulan ke depan sudah siap dipanen. Bagaimana tidak? Awalnya Uden ragu-ragu, apakah akan berhasil atau tidak, karena ini kali pertama menyemai ikan. Ia adalah pemula. Seperti di sore ini, saat ia bersantap kelapa muda yang dicampur gula merah ditambah sedikit es. Nikmatnya berlipat-lipat sambil melihat ikan lompat-lompat.

Seperti biasa, sebelum sekolah tugas utama Uden adalah memberi pakan ikan, tidak pernah dilewatkannya. Pagi ini, Uden terkesima dan terngangap tanpa bicara. Kolam sudah tidak berair, tidak pula ikan. Menyisakan tapak-tapak kaki, hanya itu. Ia teringat ikan berwajah coklat, ia teringat ikan yang dekat ekornya masih menyisakan bekas sengatan tawon. Menyemai ternyata tidak selalu linier dengan memanen. Kaki Uden masih terpaku, tidak tergerak untuk sekolah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: