Misteri Kemanusiaan


Ada cara lain untuk menghayati arti penting dan keniscayaan filsafat. Cara ini dapat melambungkan cita-cita dan mendorong kemajuan, mempertautkan kemanusiaan manusia dengan capaian-capaian filsafat. Penjelasannya sebagai berikut: semua binatang bertindak sesuai dengan kesadaran naluriah dan kehendak. Makhluk yang tidak demikian ke luar dari himpunan binatang. Dalam himpunan binatang itu, terdapat spesies istimewa yang pemahamannya tidak terbatas pada persepsi indriawi dan kehendaknya tidak melulu menuruti naluri-naluri alamiah. Ia mempunyai daya persepsi lain yang disebut dengan akal, dan kehendaknya bersuluh pada cahaya akal. Singkatnya, yang membedakan manusia adalah pola-pandang dan kecenderungan-kecenderungannya sendiri. Jadi, bila manusia mengurung diri pada persepsi indriawi dan tidak memakai kemampuan akalnya, lantas gerakannya semata-mata menuruti naluri-naluri kebinatangannya, maka dalam kenyataannya ia tidak lebih daripada binatang. Atau, menurut Al-Quran, ia menjadi lebih tersesat daripada binatang-binatang lainnya.

Oleh sebab itu, manusia sejati senantiasa menggunakan akalnya dalam menentukan semua sisi penting nasibnya. Dengan begitu, secara umum dia akan mengetahui cara hidup, dan selanjutnya dengan segala keseriusan melangkah ke depan. Maklum adanya bahwa masalah-masalah paling mendasar yang dihadapi manusia dan berperan penting dalam menentukan nasib masyarakat dan individu adalah masalah-masalah pokok pandangan-dunia, yang pemecahan mereka berujung pada upaya-upaya filosofis. Kesimpulannya, kesejahteraan masyarakat dan individu maupun pencapaian kesempurnaan puncak manusia selama-lamanya bergantung pada pemanfaatan filsafat.

(Sumber: M. Taqi Mishbah Yazdi. (2003).  Buku Daras Filsafat Islam. Bandung: Mizan).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: