Persoalan-persoalan Pokok dalam Teori Pengetahuan


Pertanyaan: “Apakah yang dapat saya ketahui?” menduduki tempat yang sentral dalam filsafat sejak zaman Plato di Yunani purba. Semenjak Renaisans, dan sampai sekarang, persoalan ini telah diperdebatkan dalam tulisan-tulisan para filosof. Pengetahuan sekadarnya tentang problem yang berkaitan dengan persoalan tersebut adalah sangat perlu sebagai latar belakang untuk memahami banyak dari sistem-sistem pokok dalam filsafat yang akan kita bicarakan dalam Bagian IV. Soal tersebut bukannya hanya merupakan yang terpenting akan tetapi juga yang lebih sukar dalam bidang filsafat. Para pengarang buku ini telah berusaha untuk menyajikan problema dalam bahasa yang tidak terlalu teknis sedapat mungkin tanpa mengorbankan arti dan ketepatan.

Apakah watak pengetahuan manusia itu? Apakah akal manusia yang dapat mengetahui itu? Apakah kita mempunyai pengetahuan yang sesungguhnya yang dapat kita andalkan, atau kita harus merasa puas dengan sekadar pendapat dan dugaan. Apakah kita ini terbatas kepada fakta-fakta pengalaman atau kita dapat mengetahui di belakang hal-hal yang diungkapkan oleh indra?

Istilah untuk teori pengetahuan adalah epistemologi. Epistemologi berasal dari bahasa Yunani: episteme, yang berarti pengetahuan. Terdapat tiga persoalan pokok dalam bidang ini: (1) Apakah sumber-sumber pengetahuan itu? Dari manakah pengetahuan yang benar itu datang dan bagaimana kita mengetahui? Ini adalah persoalan tentang “asal” pengetahuan. (2) Apakah watak pengetahuan itu? Apakah ada dunia yang benar-benar di luar fikiran kita, dan kalau ada, apakah kita dapat mengetahuinya? Ini adalah persoalan tentang apa yang kelihatan versus hakikatnya (reality). (3) Apakah pengetahuan kita itu benar (valid)? Bagaimana kita dapat membedakan yang benar dari yang salah? Ini adalah soal entang mengkaji kebenaran atau verifikasi. Soal-soal ini semua akan kita bahas dalam fasal ini dan dua fasal sesudahnya. Dalam fasal 12 kita akan membahas metoda ilmiah untuk penyelidikan serta hubungan antara sains dan filsafat.

Banyak kepercayaan yang pada suatu waktu dianggap benar, ternyata salah. Manusia pada suatu waktu yakin bahwa bumi ini datar, bahwa setan-setan penyebab penyakit dapat dihalau keluar dengan suara yang keras dan bahwa dalam mimpi, jiwa kita benar-benar pergi ke tempat dan zaman yang jauh. Kepercayaan ini yang pada suatu waktu dipegang teguh, sekarang ini secara universal sudah ditinggalkan. Apakah kejadian semacam itu dapat terjadi juga kepada pengetahuan kita sekarang.

(Sumber: Harold H. Titus. (1984). Persoalan-persoalan Filsafat).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: