Kemerdekaan Sipil


Perjuangan kemerdekaan manusia telah ada semenjak lama dalam sejarah sehingga kita tidak tahu lagi pada zaman yang mana; dan perjuangan lama itu terus berlangsung tanpa mengendur pada waktu ini di Amerika Serikat, Eropa, Asia dan Afrika. Kita dapatkan tradisi Anglo Saxon dan prakteknya, dan atas dasar hukum konstitusi atas Common Law Inggris dan prakteknya, dan atas dasar hukum konstitusi Amerika dan prakteknya. Semua itu adalah tradisi kemanusiaan yang bermaksud untuk menjamin dan memelihara kebebasan sambil menjaga ketertiban. Manusia ingin kebebasan, tetapi juga ingin tata tertib dan keamanan. Tata tertib adalah perlu untuk memelihara dan memperluas bidang kebebasan, akan tetapi nilai-nilai ini kadang-kadang nampak bertentangan. Persoalannya adalah untuk menjaga keseimbangan yang akan mempertahankan hak-hak perorangan dan masyarakat, karena selalu akan timbul bahaya jika pemerintah emmpunyai terlalu sedikit atau terlalu banyak kekuasaan.

Banyak halaman besar dalam sejarah menceritakan perjuangan yang timbul dari keyakinan dan jiwa demokrasi dan sebagai usaha untuk mencapai kebebasan di bawah hukum dan tata tertib. Manusia ingin menghilangkan batasan-batasan buatan serta hambatan terhadap perkembangan pribadi serta ekspresi mereka. Mereka ingin mengendalikan kekuasaan yang arbitrer dan tidak bertanggung jawab, serta memperluas kebebasan ekonomi dan politik. Sebagai contoh, sejarah meriwayatkan kepada kita penghapusan perbudakan: perbudakan petani, perbudakan karena hutang, dari kebanyakan negara di dunia, perkembangan majelis-majelis perwakilan rakyat, perluasan kemerdekaan berpolitik dan beragama, emansipasi wanita dan golongan minoritas dan sebagainya. Perjuangan tetap terus dan nampaknya tak akan berhenti dalam zaman kita. Setelah perjuangan dan perdebatan selama berabad-abad, masyarakat-masyarakat yang merdeka telah merumuskan prinsip-prinsip dan usaha-usaha penjagaannya serta menjamin sebagiannya dalam keputusan-keputusan yang formal dan legal. Kebebasan berfikir, berbicara, menulis, berkumpul dan beragama, hak untuk tidak setuju, protes atau oposisi adalah sebagian dari hak-hak kebebasan yang sangat diidam-idamkan. Kita dapat meningkatkan bermacam-macam kebebasan tersebut dalam istilah “civil liberties”.

Dalam negara-negara demokratis, sekarang terdapat dua sikap umum terhadap kebebasan-kebebasan ini. Sikap pertama mengatakan bahwa harus ada kebebasan yang mutlak tanpa pembatasan kecuali “jangan sampai merugikan orang lain”. Sikap kedua adalah sikap orang-orang yang berpendirian bahwa harus ada pembatasan.

Pendukung airan kebebasan mutlak berpendapat bahwa pendapat-pendapat yang menyangkut kepentingan umum harus dapat diutarakan tanpa gangguan. Tak boleh ada orang yang dikendalikan dalam menyatakan pendapatnya. Hal ini nampaknya adalah sikap yang ingin dilindungi oleh First Amandement (amandemen pertama) dari United Stated Constitution (Konstitusi Amerika Serikat). “Kongres tidak boleh mengadakan hukum tentang pembentukan agama atau melakukan peribadatan agama itu, atau menciutkan kebebasan bicara dan kebebasan persurat-kabaran, atau hak rakyat untuk bersidang secara damai atau hak untuk minta kepada pemerintah agar menghilangkan kesulitan”. (Congress shall make no law respectingan establishment of religion or prohibiting the free exercise thereof; or abridging the freedom of speech or of the press; or the right of the people peaceably to assemble, and to petition the government for a redress of grievances).

Thomas Jefferson pada waktu hidupnya dan American Civil Liberties Union pada zaman kita sekarang, setuju dengan sikap tersebut. jefferson berkata: “Sudah datang waktunya untuk maksud-maksud yang wajar dari pemerintah sipil, bagi petugas-petugasnya untuk campur tangan jika prinsip-prinsip menjelma menjadi tindakan melawan keamanan dan ketertiban”.

(Sumber: Harold H. Titus. (1984). Persoalan-persoalan Filsafat).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: