Filsafat Ilmu


Pada pelajaran lalu, kita telah katakan bahwa kadang-kadang istilah “filsafat” dipakai dalam konstruksi-konstruksi genitif, seperti “filsafat moral”, “filsafat hukum”, dan lain-lain. Sekarang, kita akan menjelaskan penggunaan semacam ini.

Penggunaan semacam ini acapkali digunakan oleh mereka yang mengetatkan istilah “ilmu” pada ilmu-ilmu empiris dan “filsafat” untuk bidang-bidang ilmu kemanusiaan yang tidak bisa dibuktikan lewat pengalaman indriawi. Alih-alih menggunakan “ilmu teologi”, umpamanya, kalangan ini menggunakan “filsafat teologi”. Penggunaan “filsafat” secara genitif ini semata-mata demi mengisyaratkan jenis kandungan dan topik-topik yang dibahas pada ilmu bersangkutan.

Demikian pula, kalangan yang tidak memandang soal-soal yang berkaitan dengan tindak-tanduk dan nilai sebagai “ilmiah” dan menganggapnya tidak mempunyai pijakan objektif dalam kenyataan dan sepenuhnya diatur oleh hasrat dan kecenderungan masyarakat, menggolongkan corak soal-soal ini dalam wilayah filsafat. Sebagai misal, alih-alih menyebut “ilmu akhlak”, mereka menyebutnya “filsafat akhlak”, dan alih-alih menyebut “ilmu politik”, mereka menyebutnya “filsafat politik”.

Terkadang istilah filsafat dipakai untuk menjelaskan prinsip-prinsip ilmu lain. Lebih jauh, soal-soal seperti sejarah, pendiri, tujuan, metode penelitian, dan jalan perkembangan suatu ilmu juga dibahas dalam tajuk (filsafat) ini.

Istilah ini tidak khas dipakai kalangan positivis dan yang sepaham dengan mereka, tetapi juga dipakai oleh kalangan yang memandang pengetahuan filsafat dan nilai serta metode penelitian dan penyelidikannya sebagai “ilmiah”. Untuk menghindarkan tumpang-tindih dengan penggunaan sebelumnya, terkadang mereka mengimbuhkan kata “ilmu” pada konstruksi genitif tersebut. misalnya, mereka menyebut “filsafat ilmu sejarah” sebagai bandingan “filsafat sejarah”. Atau mereka menyebut “filsafat ilmu akhlak” sebagai bandingan “filsafat akhlak” dalam arti yang digunakan kalangan positivis.

(Sumber: M. Taqi Mishbah Yazdi. (2003).  Buku Daras Filsafat Islam. Bandung: Mizan).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: