Sifat Kehidupan Duniawi


Kamu jangan merasa heran dengan terjadinya kekeruhan di dalam dunia, karena sesungguhnya kekeruhan itu tidak terjadi melainkan begitulah yang patut terjadi, dan itulah sifatnya (dunia) yang asli.

 

Hikmah yang lalu menyingkap halangan secara umum dan Hikmah 32 ini mengkhususkan kepada dunia sebagai hijab yang menutupi pandangan hati terhadap Allah swt. Halangan inilah yang banyak dihadapi oleh manusia. Manusia menghadapi perisiwa yang berlaku di dalam dunia dengan salah satu dari dua sikap, yaitu mereka melihat apa yang terjadi adalah akibat perbuatan makhluk ataupun mereka memandangnya sebagai perbuatan Tuhan. Hikmah 32 ini mengkhususkan kepada golongan yang melihat peristiwa yang berlaku dalam dunia sebagai perbuatan Tuhan tetapi mereka tidak dapat melihat hikmat kebijaksanaan Tuhan dalam perbuatan-Nya.

Manusia yang telah memperoleh keinsafan dan hatinya suah berangsur bersih, dia akan cenderung untuk mencari kesempurnaan. Dia sangat ingin untuk melihat syariat Allah swt menjadi yang termulia di atas muka bumi ini. Dia sangat ingin melihat umat Nabi Muhammad saw menjadi pemimpin kepada sekalian umat manusia. Dia ingin melihat semua umat manusia hidup rukun dan damai. Dia menginginkan segala yang baik-baik dan sanggup berkorban untuk mendatangkan kebaikan kepada dunia. Begitulah sebagian dari keinginan yang lahir di dalam hati orang yang hatinya sudah berangsur bersih. Tetapi, apa yang terjadi adalah kebalikan dari apa yang menjadi hasrat murni si hamba Allah swt yang sudah insaf itu. huru-hara berlau di mana-mana. Pembunuhan berlau di sana-sini. Umat Islam ditindas dihampir semua tempat. Kezaliman dan ketidakadilan berlaku dengan leluasa. Seruan kepada kebaikan tidak diindahkan. Ajakan kepada perdamaian tidak dipedulikan. Perbuatan maksiat terus juga dilakukan tanpa malu-malu.

Si hamba tadi melihat kekeruhan yang terjadi di dalam dunia dan merasakan seperti mata ombak menikam di dalam hatinya. Hatinya merintih, “Agama-Mu dipermainkan, dimanakah pembelaan dari-Mu wahai Tuhan! Umat Islam ditindas, dimanakah pertolongan-Mu, wahai Tuhan! Seruan kepada jalan-Mu tidak disambut, apakah Engkau hanya berdiam diri wahai Tuhan! Manusia melakukan kezaliman, kemaksiatan dan kemunkaran, apakah Engkau hanya membiarkan wahai Tuhan?”Beginilah keadaan hati orang yang merasa heran melihat kekeruhan kehidupan di dunia ini dan dia tidak berkuasa menjernihkannya. Allah swt menjawab keluhan hamba-Nya dengan firman-Nya:

Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi”. Mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?” Tuhan berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui” (QS. Al-Baqarah: 30).

Para malaikat sudah dapat membayangkan tentang kehidupan dunia yang akan dijalani oleh makhluk bangsa manusia sebelum manusia pertama diciptakan. Sifat dunia yang dinyatakan oleh malaikat ialah huru-hara dan pertumpahan darah. Dunia adalah ibu sementara huru-hara dan pertumpahan darah adalah anaknya. Ibu tidak melahirkan kecuali anak dari jenisnya juga. Kelahiran huru-hara, peperangan, pembunuhan dan sebagainya di dalam dunia adalah sesuatu yang seharusnya terjadi di dalam dunia, maka tidak perlu diherankan. Jika terdapat kedamaian dan keharmonisan di sana sini di dalam dunia, itu adalah kelahiran yang tidak mengikuti sifat ibunya. Seterusnya Allah swt menceritakan tentang dunia:

Allah berfirman: “Turunlah kamu sekalian, sebagian kamu menjadi musuh bagi sebagian yang lain. Dan kamu mempunyai tempat kediaman dan kesenangan (tempat mencari kehidupan) di muka bumi sampai waktu yang telah ditentukan” (QS. Al-A’raf:24).

Allah berfirman: “Di bumi itu kamu hidup dan di bumi itu kamu mati, dan dari bumi itu (pula) kamu akan dibangkitkan” (QS. Al-A’raf:25).

Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan” (QS. Ali Imran:185).

Allah swt menerangkan dengan jelas tentang sifat-sifat dunia yang dihuni oleh manusia. Manusia bermusuhan sesamanya, saling merusak dan kesenangan adalah tipu daya. Segala perkiraan dan pembalasan yang berlaku di dalam dunia ini tidak sempurna.

Manusia dibagi kepada dua golongan, yaitu yang beriman dan yang tidak beriman. Golongan yang tidak beriman menerima upah terhadap kebaikan yang mereka lakukan semasa di dunia ini dan di akhirat kelak mereka tidak boleh menuntut apa-apa lagi dari Tuhan. Janganlah mengherankan dan menyedihkan sekiranya Tuhan membalas kebaikan mereka ketika masih hidup di dalam dunia dengan memberikan kepada mereka berbagai kelebihan dan kemewahan. Mereka tidak berhak lagi menuntut nikmat akhirat dan tempat kembali mereka di sana kelak ialah neraka jahanam. Begitu juga janganlah mengherankan dan menyedihkan sekiranya orang-orang yang beriman dan beramal salih terpaksa menghadapi penderitaan dan penghinaan semasa hidup di dunia. Dunia ini tidak layak menjadi tempat buat Allah swt membalas kebaikan mereka. Balasan kebaikan dari Allah swt sangat tinggi nilainya, sangat mulia dan sangat agung, tidak layak dimuatkan di dalam dunia yang hina dan rendah ini. Dunia hanyalah tempat hidup, beramal, dan materi. Bila terjadi kiamat, kita akan dibangkitan dan sudah menunggu kita adalah negeri yang abadi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: