Awal-Mula Pemikiran Filsafat


Pemikiran, seperti juga penciptaan manusia, sama-sama melampaui perjalanan sejarah. Di mana pun ia, pemikiran merupakan ciri yang tidak bisa dipisahkan dari manusia. Di mana pun kakinya menjejak, pemikiran dan pemahaman senantiasa di bawanya.

Tidak ada informasi pasti dan jitu mengenai pemikiran-pemikiran tak tertulis manusia, kecuali dugaan para arkeolog berdasarkan pada peninggalan-peninggalan yang mereka temukan kembali. Bagaimanapun, penulisan pemikiran terjadi jauh setelah kafilah sejarah manusia berjalan, pada saat bahasa tulisan ditemukan.

Di antara corak pemikiran manusia adalah pengetahuan tentang wujud, awal dan akhirnya, yang mula-mula berjalan-berkelindan dengan keyakinan agama. Karena itu, dapatlah dikatakan bahwa pemikiran filosofis terkuno ada dalam pemikiran keagamaan Timur.

Para sejarahwan filsafat percaya bahwa bunga-rampai pemikiran paling kuno yang murni atau sebagian besarnya filosofis berasal dari kalangan bijak bestari Yunani, kira-kira enam abad sebelum kelahiran Al-Masih a.s. Para sejarahwan juga menyebutkan nama-nama mereka yang berupaya mengenal wujud, permulaan dan keberakhiran alam raya. Untuk merumuskan kemunculan dan perubahan berbagai maujud, mereka mengungkapkan beragam pandangan yang kadangkala bertentangan. Pada saat bersamaan, mereka tidak menutup-nutupi fakta bahwa butir-butir pemikiran mereka lebih-kurang dipengaruhi oleh kepercayaan dan kebudayaan agama Timur.

Walhasil, atmosfer Yunani yang terbuka untuk perbincangan dan perdebatan pada masa itu memuluskan landasan bagi perkembangan pemikiran kefilsafatan. Kawasan itu pun berubah menjadi lahan pemeliharaan filsafat.

Adalah wajar pemikiran kefilsafatan awal tidak begitu teratur dan tertata, masalah-masalah penelitian tidak terkelompok, serta nama dan judul dan metode untuk tiap-tiap kategori belum dikhususkan. Pendek kata, semua gagasan disebut saja sebagai ilmu, kebijaksanaan (hikmah) atau pengetahuan (ma’rifah), dan sebagainya.

(Sumber: M. Taqi Mishbah Yazdi. (2003).  Buku Daras Filsafat Islam. Bandung: Mizan).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: