Kesadaran “Aku”


Jika seseorang merasa dirinya telah melakukan peran yang menonjol, strategis dan mengarah dalam jalannya sesuatu proyek, ia mungkin memperoleh perasaan yang memberikan kepadanya keseimbangan dan arti kehidupan. Untuk dapat merasakan itu, ia perlu selalu ingat tentang keistimewaan aku atau pribadi. Penafsiran kehidupan sekadar obyek psiko-kimia (psysicochemical), mekanisme fisiologi (physiology) atau seekor binatang yang tidak mempunyai kesadaran “aku”, paling jauh hanya merupakan kebenaran yang hanya sebagian. Memang benar bahwa manusia mempunyai watak fisik dan kimia, bahwa ia didorong oleh kekuatan elektronik dan sel-sel dan bahwa ia dapat hidup secara binatang. Akan tetapi terdapat suatu aku, atau kesadaran aku yang mengatasi suatu keadaan alamiah yang tanpa fikiran. Suatu interpretasi manusia yang dimaksudkan bersifat menyeluruh (comprehensive) akan tetapi melupakan atau menganggap sepi kesadaran akunya, kemampuannya untuk berfikir abstrak, kemampuannya untuk menentukan hal-hal yang bersangkutan dengan etika atau apresiasi keindahan, keperluannya untuk menyembah Tuhan dan mempunyai teman, akan merupakan interpretasi yang tidak sempurna. Sebagai orang, manusia, sampai batas tertentu, manusia itu bebas dari batasan-batasan yang berlaku bagi kehidupan inorganik atau kehidupan organik tetapi tidak sampai derajat kesadaran aku. Manusia adalah suatu makhluk yang dapat menempatkan keinginannya dan adat istiadatnya di bawah kontrol suatu tujuan yang dipilihnya secara sadar.

Para pembaca perlu ingat bahwa dengan fasal ini, interpretasi kita tentang manusia belum selesai. Kita masih akan membicarakan secara panjang lebar tentang manusia dan kesadaran akunya, dalam fasal-fasal yang akan datang, yaitu pada waktu kita membicarakan watak akal, kebebasan kemauan, nilai-nilai, persoalan pengetahuan, pandangan tentang manusia, agama dan sebagainya.

(Sumber: Harold H. Titus. (1982). Persoalan-persoalan Filsafat).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: