Hubungan Manusia dengan Alam


Sikap manusia kuno terhadap alam biasanya bernada takut atau rasa hormat bercampur takut. Ia merasa dirinya sebagai kanak-kanak dan makhluk lemah yang dikuasai oleh citra-citra Tuhan atau orang tua yang ia sendiri menempatkannya dalam kekuatan alam. Ia tidak meragukan ketergantungannya kepada alam; sikap tunduk yang mendatangkan harmoni dan kesatuan (integrasi) dengan alam adalah tujuannya yang pokok.

Dengan perkembangan hasil ciptaan-ciptaannya, ditambah dengan kepercayaannya tentang kedudukannya yang istimewa dalam alam, orang Barat khususnya mengubah pendiriannya terhadap alam. Sikapnya berubah dari rasa hormat dan akibatnya menjadi bersikap: menaklukkan dan mengontrol. Setelah melepaskan diri dari kungkungan alam, manusia mendapat hasil-hasil baru: nikmat hidup dan eksploitasi bumi dan juga penyelidikan badan manusia. Kebudayaan-kebudayaan yang mempertahankan pandangan lama, yakni sikap tunduk terhadap alam, telah mengalami jurang pemisah yang jauh lebih kecil daripada yang dialami orang Barat dalam hubungan antara manusia dan alam.

Sekarang ini manusia memikirkan kembali tentang kedudukannya dalam alam. Kesadaran ilmiah telah mulai timbul di Timur dan di beberapa tempat yang disebut berkebudayaan primitif. Walaupun begitu, di Barat sendiri, muncul suatu sikap yang menggabungkan antara rasa takut yang tercampur dengan ilmu, dan perhatian terhadap lingkungan. Perhatian baru terhadap makanan dan kesehatan menunjukkan bahwa manusia telah menemukan kembali perlunya sikap bersatu dengan lingkungan tidak peduli apakah manusia itu menganggap dirinya sebagai malaikat yang jatuh martabatnya, atau kera yang baik pangkat, atau sesuatu makhluk antara keduanya, manusia sekarang sedang menghadapi masa persahabatan dengan lingkungannya.

(Sumber: Harold H. Titus. (1984). Persoalan-persoalan Filsafat).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: