Kesalahtafsiran tentang Manusia


Untuk memahami apakah evolusi itu, kita harus menjauhkan diri dari kesalahtafsiran-kesalahtafsiran yang sering terjadi.

Pertama, teori evolusi tidak terjadi atau mengandung arti bahwa semua bentuk yang hidup itu cenderung mengarah kepada manusia, atau bahwa jenis-jenis yang ada itu tentu akan berubah menjadi jenis lain. Teori evolusi tidak berarti bahwa manusia berasal dari monyet, atau monyet yang lebih sempurna. Manusia mempunyai asal usul yang panjang, dapat ditelusuri sampai jenis manusia purba. Walaupun kera dan manusia mempunyai asal usul yang umum, kera bukannya asal usul manusia. Binatang menyusui yang ada sekarang juga mempunyai sejarah asal usul yang panjang. Kebanyakan ahli evolusi melukiskan hubungan antara makhluk-makhluk yang hidup dengan sebatang pohon yang mempunyai banyak cabang yang panjang. Sekali, sesuatu cabang terlepas dari batang pokok, ia tidak akan kembali. Ia telah terpisah dan menuju suatu arah sendiri. Jenis-jenis yang ada digambarkan hanya sebagai dahan-dahan dari cabang. Mungkin banyak cabang yang sudah sampai kepada akhir wujud (jalan buntu)-nya. Ada beberapa cabang yang sudah mati dan hilang pada zaman dahulu. Tak ada kemungkinan bagi jenis yang ada sekarang untuk menjelma menjadi binatang yang berlainan garis evolusinya. Untuk mengetahui hubungan-hubungan antar jenis, kita perlu mendalami pengetahuan tentang masa yang sudah sangat lama.

Kedua, teori evolusi tidak sama dengan Darwinisme. Darwinisme adalah satu penjelasan bagaimana suatu jenis dapat muncul dari jenis yang lain. Beberapa tahun yang lalu ada seorang ahli sains yang mengatakan bahwa ia tidak setuju dengan pendapat Darwin. Ide sarjana tersebut telah dikutip secara keliru dan dikatakan bahwa ia tidak percaya kepada evolusi. Seseorang mungkin menolak keterangan Darwin bagaimana suatu jenis menjelma dari jenis lain, tetapi ia tetap percaya kepada teori evolusi.

Ketiga, teori evolusi bukannya keterangan tentang watak dan asal dari kehidupan itu sendiri. Teori evolusi adalah interpretasi tentang suatu proses atau interpretasi deskriptif tentang bagaimana suatu jenis menjelma dari jenis yang lain. Interpretasi semacam itu mungkin bersifat mekanistis, vitalistis atau teologis; mungkin juga bersifat theistic (berketuhanan) atau non-theistic (tidak berketuhanan). Sebagaimana suatu pengetahuan tentang perkembangan seseorang tidak mengandung suatu sikap tentang kehidupan, begitu juga penerimaan teori evolusi tidak memaksakan kepada kita suatu filsafat kehidupan atau sesuatu interpretasi tentang alam.

Keempat, teori evolusi tidak seharusnya mengingkari agama atau kepercayaan kepada Tuhan. Jika anda tidak menemui kesulitan untuk percaya kepada Tuhan pada waktu anda mengetahui bahwa seseorang akan sampai kepada usia remaja sebagai hasil proses perkembangan yang lambat, mengapa pengetahuan bahwa manusia adalah hasil dari proses perkembangan menyebabkan banyak heboh?

Hendaklah kita ingat bahwa teori evolusi tidak menerangkan asal atau watak kehidupan atau kemauan untuk hidup. Secara falsafi, pilihan alamiah (natural selection) tidak dapat menjelaskan bermacam-macam persoalan. Pilihan alamiah bukan faktor yang kreatif dalam evolusi. Pilihan alamiah hanya merupakan usaha untuk menghilangkan bentuk-bentuk kehidupan yang tidak dapat bertahan menghadapi lingkungan. Pilihan alamiah mengarah atau memilih variasi, akan tetapi tidak menciptakan variasi tersebut. istilah persaingan (competition) atau perjuangan hidup (struggle for existence) dan kelangsungan hidup bagi yang paling sesuai (survival of the fittest), yaitu istilah-istilah yang banyak dipakai dalam diskusi tentang evolusi, juga perlu dikritik dan dinilai. Persaingan dan kerjasama, keduanya terdapat dalam alami; karena itu dua perkataan tersebut tidak mengungkapkan seluruh persoalan. Kelangsungan hidup bagi yang paling sesuai mungkin hanya berarti kelangsungan hidup bagi mereka yang dapat langsung hidup dalam suatu lingkungan tertentu, dan ini mungkin bergantung kepada beberapa faktor. Terdapat bermacam-macam tingkatan dan corak dalam penyesuaian (adaptation) dan kesesuaian. Dalam lingkungan-lingkungan tertentu, yang dapat langsung hidup hanya binatang-binatang bersel satu (amuba).

Walaupun bukti tentang evolusi organik nampak sangat kuat, namun ada sekelompok kecil manusia yang tidak yakin. Mereka itu kebanyakan berasal dari golongan keagamaan yang konservatif. Mereka itu dinamakan fundamentalis, artinya orang yang memahami riwayat penciptaan alam dalam Injil secara harfiah. Oposisi dari gereja Katolik telah diubah oleh pernyataan-pernyataan terakhir, khususnya oleh Ensiklikel Paus (Papal Encyclical) tahun 1951. Di antara orang-orang Protestan di Amerika Serikat, sekelompok liberal menerima teori evolusi; tetapi banyak kelompok fundamentalis yang menentangnya dalam sidang-sidang mereka serta dalam perwakilan-perwakilan rakyat. Perbedaan faham tersebut menonjol antara tahun 1920 dan tahun 1930, khususnya sewaktu perkara Scopes disidangkan di Dayton, Tennessee pada tahun 1925.[1] Semenjak itu, perdebatan telah mereda dan telah selesai di bagian terbesar dari dunia Barat. Bagi mereka yang menerima interpretasi historis dan bukannya faham harfiah terhadap Injil, konsep evolusi tidak menimbulkan persoalan.·

(Sumber: Harold H. Titus. (1984). Persoalan-persoalan Filsafat).


[1] Bacalah buku Ginger Ray, Six Days of Forever? Tennessee vs John Thomas Scopes (Boston: Beacon, 1958); Williard B. Gatewood, Preachers, Pedagogues & Politicians: The Evolution Controversy in North Carolina 1920-1927 (Chapel Hill: U. of North Carolina Press, 1966). Drama yang berjudul Inherit the Wind, oleh Jerome Lawrence dan Robert E. Lee, adalah penggambaran yang populer tentang jalannya peradilan Scopes, walaupun menyebutkan nama-nama pelaku utamanya dengan nama-nama lain.

  • ·  Maurice Bucaille telah menulis buku L’homme, d’ou vient-il? (Dari mana asal usul manusia?) (Paris: Seghers, 1982). Isinya: teori evolusi sesuai dengan ajaran Al-Quran.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: