Manusia dan Evolusi


Kemajuan dalam ilmu fisika, khususnya dengan kekuatan baru dari pecahan atau gabungan nuklir, adalah sangat besar. Tetapi barangkali kemajuan tersebut akhirnya tidak lebih penting untuk kemajuan ilmu hayat yang banyak hubungannya bagi kita untuk memahami manusia. Pengetahuan baru tentang sains kehidupan telah menyebabkan timbulnya problema-problema filsafat yang sangat penting sebagaimana akan kita lihat nanti.

Evolusi Organik

Evolusi dalam arti biologi atau evolusi organik, merupakan proses perkembangan segala bentuk kehidupan. Ini berarti bahwa “Sekarang adalah anak masa lalu, dan bapak masa akan datang”. Teori evolusi organik mengatakan bahwa tumbuh-tumbuhan dan binatang-binatang yang kita lihat sekarang ini adalah keturunan dari nenek moyang yang keadaannya lebih sederhana. Nenek moyang itu juga merupakan keturunan dari “nenek moyang” mereka yang jauh lebih sederhana, yang hidup beberapa juta tahun sebelumnya dalam bentuk kehidupan yang sederhana atau permulaan kehidupan. Jenis-jenis binatang dan tumbuh-tumbuhan sekarang telah berkembang dengan perbedaan bentuk, dari tipe yang tidak ada sebelumnya. Pada umumnya teori evolusi mengatakan bahwa kehidupan berasal dari yang sederhana menuju yang kompleks atau dari yang rendah menuju bentuk yang lebih tinggi. Kata-kata “lebih tinggi” berarti struktur yang lebih kompleks dan memiliki bermacam-macam fungsi dan kemampuan. Evolusi adalah nama proses perubahan tersebut. evolusionisme atau teori evolusi adalah interpretasi tentang bagaimana proses tersebut terjadi.

Apakah konsep evolusi itu berlaku dalam segala bidang atau hanya dalam bidang bentuk-bentuk organik? Apakah di samping evolusi biologis, ada tahap anorganik atau pra biologis, dan apakah ada pula suatu post biologis psiko-sosial atau bidang manusiawi?

Memang ada orang yang memakai istilah cosmic evolution, akan tetapi terdapat perbedaan faham apakah universal evolution itu berlaku bagi segala bentuk dan macam perubahan. Sudah tentu banyak konsep yang dipakai dalam satu bidang seperti: warisan (heredity) atau perjuangan hidup (struggle for existence) dalam bidang evolusi organik tidak tepat jika dipakai dalam membicarakan macam evolusi yang lain. Kecuali jika telah terdapat kesepakatan bahwa kita berbicara dalam suatu bidang tertentu, kita selalu harus menggunakan sifat (adjective) yang membedakan, umpamanya stellar, geological, atomic, organic atau cultural, sebelum kata-kata evolusi.

Pada bagian ini dan bagian berikutnya dalam fasal ini, kita akan membicarakan evolusi organik atau evolusi biologis. Diperkirakan terdapat lebih dari sejuta jenis binatang. Apakah tiap jenis mempunyai asalnya sendiri secara terpisah ataukah tiap jenis bermula sebagai organisme yang sederhana dan darinya berkembanglah bermacam-macam jenis yang ada sekarang? Hampir tanpa pengecualian, ahli-ahli sains dan filsafat menerima pandangan yang terakhir, yakni evolusi organik, karena bukti-buktinya meyakinkan. Memang terdapat perbedaan-perbedaan pendapat, akan tetapi hanya mengenai hal-hal yang kecil.

Doktrin evolusi organik berasal dari Yunani Purba, akan tetapi doktrin-doktrin tersebut bersifat spekulatif (tanpa bukti). Seorang mahasiswa mungkin saja membaca pendapat Anaximander (611-546 SM), Empedocles (490-430 SM), dan Anaxagoras (500-428 SM). Aristoteles (384-322 SM) telah mempelajari kurang lebih 500 jenis binatang dan mengadakan klasifikasinya. Ia mengakui ada perkembangan dan hubungan dalam jenis-jenis itu sendiri. Charles Darwin (1809-1882) mengakui berhutang budi kepada karya Aristoteles. Sesudah tahun 1859, ketika Darwin menerbitkan karangannya Origin of Species, teori evolusi organik mendapat sambutan luas. Sesungguhnya selama satu abad sebelum Darwin banyak penyelidik telah meratakan jalan seperti Linnaeus, Lyell, Erasmus, Darwin dan Lamarck. Di antara tahap-tahap penting dalam sejarah evolusi organik dapat kita sebutkan “teori warisan sifat-sifat yang diperoleh” (theory of the inheritance of acquired characteristics) ciptaan Lamarck, “teori pilihan alamiah dari variasi nasib” (natural selection of chance variations) ciptaan Darwin, “teori kelangsungan benih” (germinal continuity) ciptaan Weismann, “teori mutasi” (mutations) ciptaan DeVries, “kaidah warisan” (law of inheritance) ciptaan Mendel, “teori jenis” (theoru of the genes) ciptaan Morgan. Teks buku biologi yang baik atau ensiklopedia tentu memuat pembicaraan tentang karya cendekiawan-cendekiawan tersebut, dan sejarah karya-karya itu serta penilikan yang lebih baru.

Bukti-bukti tentang evolusi organik yang telah terkumpul selama kurang lebih 200 tahun, tak mungkin dijelaskan dalam halaman buku yang terbatas ini. Kita hanya dapat menunjukkan bidang-bidang di mana bukti-bukti itu ditemukan:

  1. Anatomi perbandingan (comparative anatomy). Ini merupakan penyelidikan tentang hubungan struktural (seperti tulang, otot, organ-organ badan dan lain-lain) yang terdapat di antara binatang-binatang.
  2. Sisa-sisa bekas (vestigial remains). Dalam bentuk binatang-binatang bersel satu sisa-sisa bekas itu anggota dan kelenjar-kelenjar (glands) tetap ada akan tetapi telah kehilangan fungsinya dalam bentuk yang lebih tinggi dan lebih baru.
  3. Embriologi, yang merupakan penyelidikan tentang organisme dalam tahap-tahap pertama dari perkembangannya dari telur yang disuburkan (fertilized). Embrio jenis binatang yang bermacam-macam menunjukkan persamaan dalam tahap-tahapnya yang pertama.
  4. Pemeriksaan darah dan cairan-cairan binatang. Pemeriksaan-pemeriksaan ini memberi konfirmasi terhadap hubungan antara jenis-jenis yang bermacam-macam.
  5. Fossil. Bentuk-bentuk fosil atau sisa-sisa binatang-binatang yang sudah musnah, atau sisa-sisa tahap-tahap permulaan dari binatang-binatang yang ada sekarang, telah terpelihara dalam bumi.
  6. Distribusi menurut geografi. Lokasi dan distribusi tumbuh-tumbuhan dan binatang di berbagai macam tempat di dunia, hanya dapat diterangkan dengan dasar evolusi.
  7. Pemeliharaan dan eksperimen (domestication and experimentation). Dengan bermacam-macam cara untuk melipat-gandakan binatang, manusia dapat melakukan dalam waktu yang singkat proses alamiah yang memakan waktu lama.
  8. Klasifikasi. Binatang-binatang ditata secara menanjak dari yang sederhana sampai yang kompleks, dari organisme satu sel sehingga manusia.

Yang biasanya dinamakan argumen yang terkuat tentang evolusi adalah fakta bahwa bukti dari bermacam-macam bidang penyelidikan yang tersebut dalam daftar di atas, sesuai dengan satu contoh. Dengan begitu ia merupakan satu teori yang terpadu.

(Sumber: Harold H. Titus. (1984). Persoalan-persoalan Filsafat).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: