Pertimbangan-pertimbangan Nilai


Melakukan pertimbangan nilai adalah kebiasaan sehari-hari bagi kebanyakan orang. Bagi kebanyakan orang penilaian terjadi secara terus menerus dan jika sesuatu (benda fisik, cara bertindak seseorang) diutamakan atau dipilih. Dari tangisnya seorang bayi yang ingin diperhatikan, sampai kepada orang yang berbelanja memilih barang-barang di toserba, sampai kepada negarawan yang menetapkan soal-soal politik nasional atau internasional, kita terlibat dalam tingkah laku di mana nilai itu menjadi pertaruhan. Sebagian pilihan ada yang tidak penting seperti pilihan kopi atau teh, jika kita ditanya lebih suka minum apa; tetapi ada pilihan-pilihan lain yang mempengaruhi seluruh kehidupan kita seperti jika kita memilih profesim memilih calon istri, memilih partai politik untuk menjadi anggota, atau memilih gereja.¨

Kehidupan itu memaksa kita untuk mengadakan pilihan, mengukur benda dari segi lebih baik atau lebih jelek dan untuk memberi formulasi tentang ukuran nilai. Kita memuji atau mencela, mengatakan bahwa suatu tindakan itu benar atau salah dan menyatakan bahwa pemandangan di muka kita itu indah atau buruk. Setiap individu mempunyai perasaan tentang nilai dan tak pernah terdapat dalam suatu masyarakat tanpa sistem nilai. Jika kita tidak melakukan pilihan kita sendiri, maka waktu atau teman-teman kita atau kekuatan-kekuatan luar lainnya akan menetapkan pilihan itu untuk kita, dan ini berarti penetapan kita juga. Oleh karena itu maka soalnya bukan apakah kita harus atau tidak perlu mempunyai ukuran, keyakinan, kesetiaan atau idealisme yang atas dasar-dasarnya kita mengatur kehidupan. Soalnya adalah apakah ukuran-ukuran tersebut harus konsisten atau tidak konsisten, harus mengembangkan kehidupan atau merusaknya. Menganggap sepi peran nilai berarti mempunyai gambaran yang keliru dari satu segi tentang manusia dan alam. kebanyakan orang suka melihat kesopanan, keadilan, cinta, dan pengabdian untuk tambahnya kebenaran serta berkurangnya kekejaman, kezaliman, kebencian, keburukan dan kepalsuan.

Semenjak zaman Yunani purba, para filosof telah menulis segi, teori tentang problema nilai. Sekarang, penyelidikan tentang apa yang dinilai manusia, dan apa yang harus dinilai, telah menimbulkan perhatian baru. Penyelidikan mengenai teori umum tentang nilai tersebut, asal, watak, klasifikasi dan tempat nilai di dunia terbit secara teratur dalam surat kabar umum dan penerbitan ilmiah. Etik (penyelidikan tentang nilai dalam tingkah laku manusia) dan estetik (penyelidikan tentang nilai dalam seni) merupakan dua bidang yang besar yang berhubungan dengan nilai.

Dalam masyarakat yang agak statis, nilai tercakup dalam adat kebiasaan tradisi. Adat dan tradisi tersebut dapat diterima dan dilaksanakan oleh semua anggota masyarakat sedemikian rupa sehingga mereka itu tidak sadar akan perbuatan mereka. Dalam masyarakat yang berubah secara cepat, seperti masyarakat di mana kita hidup, nilai mungkin menjadi bahan perselisihan dan bidang konflik. Krisis sekarang tentang nilai adalah sangat mendalam. Beberapa orang menganggap krisis tersebut sebagai aspek dari krisis otoritas yang lebih hebat.[1] Pusat otoritas telah menjadi tidak tetap, dasarnya dipersoalkan, dan akibatnya putusan-putusannya tidak lagi dipercaya. Mungkin orang menjelaskan bahwa ketidak-percayaan itu disebabkan oleh kejadian-kejadian sejarah yang baru, tetapi persoalannya adalah lebih besar dari sekadar tidak percaya kepada juru bicara yang berkuasa; yang menjadi soal adalah bahwa orang tidak lagi dapat mempercayai sesuatu apa pun.[2]

(Sumber: Harold H. Titus. (1984). Persoalan-persoalan Filsafat).


¨ Di Barat penganut-penganut Protestan memilih sekte yang disukai, dan masing-masing sekte mempunyai gereja sendiri (penerjemah).

[1] Abraham Kaplan, In Pursuit of Wisdom (Beverly Hills: Glencoe Press, 1977), h. 309. Don Cupitt, Crisis of Moral Autority (Philadelphia: Westminster, 1972.)

[2] Sissela Bok, Lying: Moral Choice in Public and Private Life (New York: Pantheon Books, 1978). Terbitnya buku semacam ini pada waktu sekarang menunjukkan adanya kekurangpercayaan.

2 Tanggapan to “Pertimbangan-pertimbangan Nilai”

  1. It’s enormous that you are getting thoughts from this post as well as from our
    argument made at this time.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: