Janji Allah Swt (1)


Jangan sampai kamu meragukan janji Allah yang menurutmu tidak terlaksana. Karena pasti (tiba) waktunya, supaya keraguan itu tidak merusakkan mata hati dan tidak memadamkan cahaya sir (rahasia atau batin) kamu.

 

Doa dan janji Allah swt berhubungan erat. Allah swt menjanjikan untuk menerima semua doa. Hamba sudah sangat kuat dan seringkali berdoa. Hamba berdoa agar diselamatkan dari suatu musibah. Waktu musibah itu sampai tetapi keselamatan dari-Nya tidak juga tiba. Timbul keraguan dalam hati hamba itu tentang janji-janji Allah swt.

Sebagian orang beriman diuji dengan diterima atau ditolak doanya, sebagian yang lain diuji dengan diterima atau ditahannya janji Allah swt. Janji Allah swt terdapat dalam bentuk umum dan bentuk khusus. Janji umum banyak terdapat di dalam Al-Quran seperti janji surga terhadap orang yang berbuat kebajikan, janji neraka terhadap orang yang durhaka, janji ketinggian derajat bagi orang yang berjihad pada jalan Allah swt, janji kekuasaan di atas muka bumi terhadap orang yang beriman dan beramal saleh, dan seterusnya. Di dalam surah An-Nisa ayat 95 Allah swt menjanjikan pahala yang besar kepada orang yang berjihad pada jalan-Nya. Dalam surah An-Nur ayat 55 Allah swt menjanjikan kepada orang yang berima dan beramal saleh bahwa mereka akan dijadikan khalifah di bumi, Dia akan teguhkan agama mereka dan Dia akan menghilangkan ketakutan mereka.

Banyak lagi janji Allah swt yang ditemukan di dalam Al-Quran. Janji-janji Allah swt secara umum berkaitan dengan amal, sesuai dengan sunnatullah yang menguasai perjalanan kehidupan. Ada juga janji secara khusus kepada orang-orang tertentu, misalnya melalui mimpi atau suara ghaib. Orang yang beriman kepada Allah swt percaya kepada semua janji-janji-Nya. Janji Allah swt menjadi pendorong kepada mereka untuk bekerja sungguh-sungguh, beramal saleh dan berjihad pada jalan-Nya. Allah swt tidak sekali-kali akan mengingkari janji-janji-Nya. Di dalam kelompok orang yang percaya kepada janji-janji Allah swt itu ada sebagian yang berpenyakit seperti yang diidap oleh sebagian orang yang berdoa kepada Allah swt. Orang yang berdoa membuat tuntutan dengan doanya dan orang yang percaya kepada janji Allah swt membuat tuntutan dengan amalnya, karena Allah swt berjanji memberinya sesuatu menurut amalannya.

Hikmah ketujuh menghubungkan janji Allah swt dengan mata hati dan Nur Sir (rahasia atau batin). Persoalan mata hati telah dijelaskan pada Hikmah kelima. Penyingkapan rahasia mata hati menemukan kita dengan persoalan lahiriah, batiniah dan selanjutnya kepada persoalan ruh. Cahaya mata hati membawa kepada pengenalan terhadap Alam Barzakh dan keabadian. Mata hati yang kuat tidak berhenti sampai Alam Barzakh, malah ia menuju kepada peringkat alam lebih tinggi yang dinamakan Alam Malakut Atas. Pandangan mata hati selanjutnya sampai kepada kulit alam yang dinamakan Arasy Yang Meliputi. Semua makhluk Allah swt menghuni ruang di dalam atau dibatasi oleh kulit atau kerangka alam, yaitu Arasy. Tidak ada makhluk yang wujud di luar dari kulit alam. walaupun kulit alam merupakan penciptaan Tuhan yang paling luar, namun mata hati tidak berhenti sampai di situ. Mata hati terus berlanjut “di luar” kulit alam, yang dipanggil Wujud ketuhanan. Sampai di sini, muncul permasalahan yang berat dan rumit untuk diuraikan. Semua penciptaan berada di dalam kulit alam. Kulit alam adalah yang terakhir. Apabila sampai kepada kulit alam tidak boleh lagi dikatakan wujud alam ketuhanan di luar, setelah, dibalik, atau istilah-istilah lain, karena tidak ada apa-apa lagi. Kewujudan ketuhanan bukanlah satu jenis alam lain. Tidak boleh dikatakan wujud alam ketuhanan setelah alam kita ini. Allah swt Berdiri Dengan Sendiri, tidak menempati ruang. Jika demikian persoalannya, bagaimanakah yang dikatakan ketuhanan sedangkan kita sudah menjelajah ke seluruh alam maya, namun Allah swt tidak juga ditemui?

Antara alam yang sementara dengan alam abadi terdapat Alam Barzakh. Barzakh adalah antara. Barzakh itulah yang menghubungkan dua keadaan yang berbeda. Misalnya, barzakh bagi laut dan sungai adalah muara. Air laut adalah asin dan air sungai adalah tawar. Air pada barzakh merupakan campuran antara asin dan tawar yang dinamakan payau. Payau itu bukan asin dan bukan pula sebagian dari asin. Payau juga bukan tawar dan bukan sebagian dari tawar. Muara itu bukan laut, bukan pula sungai, dan bukan sebagian dari laut dan sungai. Jika mau melihat laut dan sungai dengan sekali pandang pada satu waktu atau sebagi satu kewujudan, maka lihatlah kepada muara. Jika mau merasakan asin dan tawar sekaligus, maka rasakanlah air payau.

Jika terdapat barzakh di antara makhluk dengan makhluk, terdapat juga barzakh di antara Tuhan dengan makhluk. Barzakh inilah yang menjadi penghubung di antara Tuhan dengan hamba. Tanpa barzakh ini tidak mungkin berlaku kewujudan makhluk yang diciptakan Tuhan karena tidak ada pertalian atau jembatan yang menghubungkannya. Barzakh di antara Allah swt dengan hamba itu dinamakan Sir atau Rahasia, yaitu Rahasia Allah swt, yang hanya Allah swt yang mengetahui hakikat yang sebenarnya. Rahasia inilah yang memungkinkan terdapat hubungan di antara Pencipta dengan yang dicipta. Sir atau Rahasia itu memancarkan nurnya kepada mata hati. Mata hati yang bercahayakan Nur Sir (Rahasia ketuhanan) akan dapat mengenal tentang Sir dan mengalami suasana tauhid peringkat yang tertinggi. Apabila hakikat Sir ditemukan nyatalah firman Allah swt:

“Dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya” (QS. Al-Qaf: 16).

“Dan Dia bersama kamu di mana saja kamu berada” (Qs. Al-Hadid: 4).

“Padahal Allah-lah yang menciptakan kamu dan apa yang kamu perbuat itu” (QS. Ash-Shaffat: 96).

“Dan kamu tidak dapat menghendaki (menempuh jalan itu) kecuali apabila dikehendaki Allah, Tuhan semesta alam” (QS. At-Takwir: 29).

Apa yang ada pada kita semuanya adalah karunia dari Allah swt. Kemauan kita untuk melakukan amal saleh datangnya dari Iradat Allah swt, tanpa Iradat Allah swt kita akan menjadi bodoh, tidak berkemauan. Apabila melakukan amal kebaikan, kita tidak terlepas dari daya dan upaya yang datangnya dari Allah swt. Tanpa Kudrat Allah swt kita tidak mampu bergerak. Kemampuan kita untuk berdoa dan beramal adalah karunia dari Allah swt.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: