Besaran Pokok yang Tak Terdefinisikan dalam Mekanika


Ilmu Fisika juga disebut ilmu pengukuran (science of measurement). Dalam hubungan ini Lord Kelvin (1824-1907), seorang sarjana fisika Inggris yang termashur, mengucapkan, “Saya sering berkata bahwa bila seseorang dapat memberikan ukuran kepada sesuatu yang dibicarakannya serta menyatakannya dalam angka-angka, ia memang tahu tentang apa yang dibicarakannya itu; tetapi bila ia tidak mampu mengungkapkannya dengan angka-angka, berarti pengetahuannya dangkal dan tidak memuaskan, paling-paling baru merupakan awal suatu pengetahuan. tingkat pemikirannya masih jaug dari tingkat ilmu, apa pun yang menjadi pokok pembicaraannya”.

Dalam mendefinisikan suatu besaran dalam Fisika haruslah terkandung kaidah menghitung besaran yang bersangkutan berdasarkan besaran-besaran lain yang dapat diukur. Misalnya, momentum didefinisikan sebagai hasilkali “massa” dan “kecepatan”; jadi, sudah disebutkan kaidah untuk menghitungnya. Tinggal lagi bagaimana cara atau dasar mengukur besaran massa dan kecepatan tersebut. Kecepatan didefinisikan berdasarkan fakto panjang (jarak) dan selang waktu; tetapi mendefinisikan besaran panjang dan waktu ini secara lebih mendasar lebih sederhana lagi tidaklah mungkin. Oleh sebab itu panjang dan waktu dinamakan besaran mekanika yang tak terdefinisikan. Ternyata semua besaran mekanika dapat diungkapkan berdasarkan hanya tiga besaran yang tak terdefinisikan. Yang satu lagi, di samping “panjang” dan “waktu”, ialah “massa” atau “gaya”. Maka kita pilih saja massa sebagai “yang tak terdefinisikan yang ketiga itu.

Dalam geometri, hal yang tak terdefinisikan ialah “titik”. Seorang ahli guru geometri meminta kepada yang berguru kepadanya untuk dalam pikirannya menggambarkan sebua titik, yang tentu harus sama dengan yang dimaksud oleh sang guru. Dalam situasi seperti ini biasanya tidak terjadi salah pengertian. Lain halnya dalam bidang fisika; situasinya tidak semudah itu. untuk menentukan bagaimana cara dan kaidah menetapkan ukuran besaran yang tak terdefinisikan, para ahli fisika dari seluruh bagian dunia membentuk suatu badan internasional.

(Sumber: Sears & Zemansky. 1982. Fisika untuk Universitas 1).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: