Komposisi Cairan Ekstra Sel (CES)


Komponen utama dari CES adalah air. Di dalam pelarut ini terdapat molekul-molekul dan ion-ion yang diperlukan sel-sel dalam melaksanakan fungsinya yaitu:

  1. Gas, yang paling penting adalah oksigen dan karbondioksida.
  2. Berbagai ion anorganik, di antaranya terdapat ion-ion natrium (Na+), klor (Cl), kalium (K+), kalsium (Ca++), bikarbonat (HCO3) dan fosfat (PO4=) dalam jumlah yang berarti. Sejumlah ion lainnya terdapat dalam jumlah yang sangat kecil. Beberapa di antaranya yaitu Cu++, Zn++, Mn++, dan Co++ yang disebut unsur runut, diperlukan dalam aktivitas enzim-enzim tertentu. Yodium terdapat di dalam hormon tiroksin. Ion fluor (F) diperlukan dalam jumlah kecil untuk memperkuat bagian yang mengandung mineral dari gigi dan tulang, serta mutlak diperlukan dalam proses pertumbuhan tikus.
  3. Zat-zat organik seperti makanan dan vitamin. Makanan adalah zat organik yang merupakan sumber energi bagi sel dan sumber bahan yang diperlukan untuk pertumbuhan dan perbaikan sel. Lipid, asam amino, dan gula termasuk dalam golongan ini. Vitamin adalah molekul organik kecil yang tidak dapat dibuat dari makanan oleh organisme, dan diperlukan dalam jumlah kecil. Vitamin bukan merupakan sumber energi atau pertumbuhan sel, tetapi melaksanakan tugas metabolik khusus tertentu dari sel. Beberapa vitamin merupakan gugus prostetik dari suatu enzim.

Di samping tigas jenis komponen tersebut di atas, cairan ekstra sel mengandung juga hormon. Hormon-hormon adalah molekul-molekul yang dihasilkan oleh sel-sel tertentu dan dikeluarkan ke dalam cairan ekstra sel dan yang mempengaruhi aktivitas metabolisme sel-sel lain. Cairan ekstra sel juga berfungsi untuk mengangkut limbah dari sel. Pada hewan, limbah yang utama adalah limbah metabolisme protein dan asam nukleat. Limbah yang mengandung nitrogen seperti amonia dan urea merupakan zat yang toksis dan kadarnya di dalam CES tidak boleh melebihi takaran tertentu.

Konsentrasi ion hidrogen (pH) dari CES dan suhunya juga merupakan faktor penting bagi kesehatan sel. Jika pH daerah manusia berada di luar batas 7,34 – 7,44, maka akan terjadi gangguan metabolik yang berat. Suhu CES manusia dalam keadaan normal berkisar lebih kurang 10C dari 37,50C (98,60F).

Kita sekarang akan mempelajari cara-cara bagaimana sel tukar-menukar zat dengan CES. Mekanisme pertukaran zat ini terjadi melalui lima proses, yaitu: difusi, osmosis, transfor aktif, endositosis, dan eksositosis.

(Sumber: John W. Kimball. (1992). Biologi Jilid 1).

Iklan

Satu Tanggapan to “Komposisi Cairan Ekstra Sel (CES)”

  1. Rahmat ibrahim Says:

    Fungsi dari cairan ekstra sel itu apa sih ?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: