Big Bang, Kelengkungan, Arah, dan Perjalanan Waktu


Kelengkungan Waktu dan Big Bang

Pada tahun 1922, fisikawan Rusia bernama Alexander Friedmann membuat prediksi berdasarkan Relativitas Umum bahwa alam semesta berkembang. Pada tahun 1929, pengukuran Hubble mengenai pergeserah merah mengkonfirmasi prediksi tersebut. Akhirnya para astronom menyimpulkan bahwa sekitar 12 sampai 15 miliar tahun lalu alam semesta berada dalam kepadatan tak terhingga dan berukuran nol, ini adalah teori Big Bang. Kita mungkin mengajukan pertanyaan sederhana, “Apa yang eksis sebelum Big Bang?” Para astronom menunjukkan bahwa seluruh alam semesta termasuk ruang dan waktu diciptakan pada Big Bang, karena kepadatan materi yang sangat tinggi dan gaya gravitasi yang sangat besar maka ruang waktu melengkung di sekitar ledakan Big Bang.

Dalam filsafat dan fisika modern, deskripsi Big Bang sering menganggap bahwa peristiwa dan ruang-waktu pada saat pertama kali tidak ada di luar Big Bang. Tetapi belum jelas apakah sudah benar untuk menyebut Big Bang sebagai “peristiwa”, karena peristiwa harus memiliki koordinat ruang dan waktu, tetapi masalahnya ruang dan waktu dimulai dengan Big Bang itu sendiri. Namun, untuk pertama kalinya dalam sains terdapat deskripsi matematis tentang hubungan ontologis antara waktu dan alam semesta. Kita akan melihat bahwa penjelasan ini menunjukkan kesesuaian dengan pandangan Ibn Arabi mengenai waktu.

Namun, ada kesulitan yang serius dalam mempertahankan implikasi Big Bang tentang awal alam semesta. Teori saat ini tidak memiliki penjelasan mengenai apa yang terjadi sebelum era Planck (10-34 detik setelah Big Bang). Diharapkan teori Gravitasi Kuantum dapat memberikan informasi tentang hal tersebut dan memungkinkan fisikawan untuk berspekulasi mengenai penyebab Big Bang. Tapi sampai sekarang masalah ini masih dalam domain spekulasi teologis dan metafisik.

Arah Waktu

Tidak seperti ruang fisik, waktu fisik secara inheren mengalir dalam satu arah dari masa depan ke masa lalu; ini merupakan kebenaran yang diperlukan. Dalam termodinamika, arah waktu untuk dunia diekspresikan dengan “entropi” yang merupakan deskripsi tingkat keteraturan dari sebuah sistem; sebuah sistem yang sangat teratur dikatakan memiliki entropi sangat kecil, dan begitu pula sebaliknya. Entropi dunia selalu meningkat (keteraturan menurun): hal ini adalah “tiket satu arah” gratis dan kita harus membayar mahal untuk mengembalikannya. Sebagai contoh, proses pencampuran air panas ke dalam air dingin yang menghasilkan air hangat tidak pernah terbalik, meskipun kita dapat memikirkan beberapa mesin rumit yang dapat melakukan kebalikannya. Arah dari proses fisik tidak dapat diubah sebagaimana biasanya berjalan, cara ini terungkap melalui faktor waktu.

Masalah yang terdapat dalam arah waktu adalah waktu sebagai variabel simetris dalam persamaan sebagian besar hukum-hukum fisika. Ini berarti bahwa jika variabel t diganti dengan negatif –t dalam hukum tersebut, hasilnya masih berupa hukum; persamaan dasarnya tetap tidak berubah. Beberapa ilmuwan menyatakan bahwa arah waktu suatu saat akan memiliki arah sebaliknya ketika gaya gravitasi menghentikan ekspansi alam semesta dan mulai runtuh kepada keadaan awalnya, seperti film yang diputar mundur (Price, 2002: 19-56).

Perjalanan Waktu

Salah satu konsekuansi paling menarik dari teori Relativitas yang memungkinan perjalanan dalam waktu adalah perjalanan melalui jarak. Hal ini telah digunakan oleh fiksi ilmiah untuk memproduksi film dan cerita fiksi ilmiah.

Meskipun membalik arah waktu nampaknya tidak mungkin secara eksperimental, hal ini cukup sering terjadi dalam mimpi dan dalam mengingat peristiwa masa lalu. Namun, para filsuf lebih tertarik oleh perjalanan pada waktu fisik daripada waktu psikologis. Di sisi lain, kita juga bisa “benar-benar” melihat masa lalu: dengan melihat bintang-bintang di mana kita benar-benar melihat bagaimana mereka telah ribuan dan jutaan tahun yang lalu ketika cahaya yang dipancarkannya terlihat pada masa sekarang. Tetapi hal ini tidak seperti perjalanan pada waktu fisik karena yang dibayangkan sekarang hanya dalam kosmologi teoritis.

Meskipun perjalanan dalam waktu memungkinkan dan dibenarkan menurut persamaan Relativitas, dalam banyak kasus hal itu melanggar logika dan menyebabkan paradoks. Namun demikian, berbagai jenis perjalanan dalam waktu terjadi secara sepele. Jika naik pesawat di permukaan bumi bagian barat, Anda akan menyeberangi zona waktu dan langsung kembali satu jam kemudian, sebenarnya yang Anda lakukan adalah mengubah kerangka acuan. Juga, jika tubuh Anda dibekukan pada tahun 2000 dan dicairkan pada tahun 2050, maka Anda melakukan perjalanan dalam waktu selama 50 tahun tetapi hanya beberapa detik dalam hitungan waktu biologis. Bagaimanapun, hal ini hanya kasus perjalanan waktu biologis, bukan kasus perjalanan waktu fisik.

Cara yang mungkin untuk melakukan perjalanan dalam waktu adalah terbang dengan mendekati kecepatan cahaya. Einstein menunjukkan bahwa perjalanan ke masa depan dalam waktu fisik relatif mungkin jika waktu bergerak lebih lambat daripada Anda. Dengan jenis perjalanan waktu relativistik, Anda tidak dapat kembali ke masa sekarang, tetapi Anda dapat membayangkan kehadiran kembali pada saat kelahiran. Perjalanan mundur dalam waktu fisik hanya mungkin jika tidak ada perubahan yang terjadi. Misalnya, Anda tidak kembali dalam waktu dan mencegah orang tua untuk melahirkan Anda (Arntzenius dan Maudlin, 2002: 169:200).

Jenis lain dari perjalanan waktu ini disebabkan oleh kelengkungan waktu akibat gravitasi ekstrim. Jika Anda jatuh ke dalam lubang hitam, maka Anda akan pergi ke waktu setelah berakhirnya alam semesta yang diukur dalam kerangka acuan Bumi. Berbeda dengan perjalanan waktu dalam film fiksi ilmiah, jenis perjalanan waktu relativistik kepada masa depan bersifat terus-menerus. Artinya, saat Anda melakukan perjalanan ke masa depan, Anda setiap saat diintervensi sesuai dengan jam di Bumi. Anda tidak tiba-tiba berada pada tahun 4500; Anda berada pada tahun 4499 tetapi pesawat ruang angkasa Anda belum mendarat.

Kembali ke masa lalu mungkin dapat terjadi, tetapi ada kesulitan yang masih harus di atasi sebelum memastikan hal tersebut. Dalam beberapa dekade terakhir, matematikawan dan fisikawan teoritis telah menggambarkan mesin waktu atau paling tidak semesta mengandung perjalanan waktu mundur yang konsisten dengan persamaan Einstein tentang Relativitas Umum. Namun, Stephen Hawking percaya bahwa semua mesin waktu dikesampingkan oleh hukum Relativitas Umum.

Menurut Ibn Arabi, perjalanan dalam waktu memungkinkan dan mudah dilakukan tanpa konsekuensi yang paradoksal. Perjalanan waktu seperti itu tidak memiliki efek terhadap fisik atau biologis bagi orang yang melakukan perjalanan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: