Mafatih Al-Ghayb (The Keys of of The Invisible World)


Sesuai dengan judulnya, mafatih, bentuk jamak, dari kata miftah yang berarti “kunci” terdiri dari dua puluh kunci, masing-masing membahas hal-hal di bawah ini:

Kunci 1

Pembahasan kunci pertama dibagi oleh Shadra ke dalam 12 fatihah (pembuka). Dalam kunci yang pertama ini, Shadra membahas banyak persoalan yang berkaitan dengan ilmu-ilmu tentang Al-Quran dan rahasia-rahasianya. Seperti biasanya, metode pembahaannya dilakukan dengan pendekatan filsafat, mukasyafah, wahyu. Sebab, bagi shadra, seperti ditegaskan oleh Khazawi, bahwa filsafat bagi Shadra adalah tafsir rasional dan logis bagi persoalan-persoalan irfan, dan persoalan-persoalan irfan merupakan kristalisasi insani bagi pewahyuan-pewahyuan Al-Quran, hadis-hadis Nabi, dan hujah-hujjah ma`shumin `alaihumussalam.

Kunci 2

Kunci kedua dibaginya kepada 9 fatihah. Kunci ini masih membahas per­soalan Ulum Al-Quran.

Kunci 3

Kunci ketiga ini dibaginya kepada 8 masyhad (kesaksian). Kunci ini membahas persoalan-persoalan epistemologi. Pengaruh Ibnu Arabi dan Imam Ghazzali terasa sekali dalam pembahasan-pembahasannya di sini.

Kunci 4

Kunci ini dibaginya menjadi 18 masyhad. Dalam kunci ini dibahas per­soalan martabat kasyaf, prinsip-prinsipnya; ilham, khawathir, wasawis, hukum-hukum dan sebab-sebabnya, baik yang malakuti maupun yang syaithani. Dalam kunci ini, Shadra mendemonstrasikan pembahasannya sekaligus secara filsofis, kasyfi, dan wahyi (al-buhuts al-falsafiyyah al-mukasyafiyyah al-ilahiyyah).

Kunci 5

Kunci ini dibaginya kepada tiga masyhad. Kunci ini membahas persoalan- persoalan teologis paling pelik, seperti pengetahuan tentang Tuhan (masyhad ke satu), sifat-sifat negatif (masyhad ke dua) dan positif (masyhad ke tiga) Tuhan.

Kunci 6

Kunci ini dibagi ke dalam enam masyhad. Kunci ini membahas esensi timbangan (mizan).

Kunci 7

Kunci ini dibagi ke dalam tiga masyhad. Dalam kunci ini dibahas persoalan- persoalan yang berkaitan dengan penyingkapan hijab dari pengetahuan tentang Tuhan. Di dalam kunci ini juga dibahas mengenai Hakikat Wujud dan sifat-sifat sempurna-Nya.

Kunci 8

Kunci ini dibagi ke dalam 4 fasal. Masing-masing fasal membahas persoalan perbuatan Tuhan sebagai tajalli sifat-sifat dan nanm-nama-Nya (fasal 1); klasifikasi dan tertib perbuatan Tuhan (fasal 2); klasifikasi wujud langit dan keadaan-keadaannya (fasal 3); dan terakhir perbedaan pendangan tentang malaikat (fasal 4).

Kunci 9

Kunci ini dibagi menjadi 5 fasal. Dalam fasal-fasal ini masih dibahas persoalan malaikat: jumlah malaikat (fasal 1), kelas-kelas malaikat (fasal 2), sifat-sifat malaikat (fasal 3), sifat malaikat menurut Sayyidina Ali (fasal 4), dan kemaksuman malaikat (fasal 5).

Kunci 10

Kunci ini membahas persoalan-persoalan alam tubuh; pembahasannya dibagi-bagi ke dalam fasal-fasal.

Kunci 11

Kunci ini membahas persoalan subtansi akal (al-jawahir al-`aqliyyah).

Kunci 12

Kunci ini membahas tema filsafat paling penting dan kontroversial antara para mutakallim dan filosof, seperti yang terjadi pada Imam Ghazali dan para filosof Muslim, yakni tema kebaharuan alam.

Kunci 13

Kunci ini membahas persoalan alam ruhani, yang dibaginya menjadi 8 masyhad pembahasan. Termasuk yang dibahas adalah alam ruhani sebagai orientasi terbesar Al-Quran (masyhad 1); dalil-dalil atas adanya klasifikasi cahaya (masyhad 2); alam cahaya, alam perintah, dan alam akal (masyhad 3); alam pengatur jiwa (masyhad 4); kemenaikan dan kemenurunan alam akal (masyhad 5); keadaan-keadaan subtansi malakuti (masyhad 6); sebab-sebab karamah dan mu`jizat (masyhad 7); kewajiban kebangkitan dan kenabian (masyhad 8). Seperti biasanya, Shadra membahas persoalan-persoalan ini sekaligus dengan tiga metode berpikirnya: falsafi, kasyfi, dan wahyi.

Kunci 14

Kunci ini membahas persoalan suluk hamba kepada Tuhan. Dalam kunci ini dibahas persoalan kenabian, batin kenabian, wilayah dan wali, penolakan atas hujah para penolak karamah para wali.

Kunci I5

Kunci ini membahas persoalan esensi manusia, sejak awal hingga akhir kejadian, yang biasa disebut dengan filsafat jiwa. Pembahasan di dalam kunci ini dibaginya kepada 4 bab pembahasan. Di dalamnya dibahas persoalan derajat eksistensi jiwa (bab 1); keadaan-keadaan jiwa (bab 2); eksistensi dan potensi manusia (bab 3); pembuktian keberadaan jiwa manusia (bab 4), yang mencakup pembahasan-pembahasan mengenai subtansi akal, sumber jiwa manusia, dalil-dalil sam`i tentang jiwa, kebaruan jiwa, keabadian manusia di akhirat, perbedaan pandangan filosofis tentang jiwa, bahwa manusia memiliki satu jiwa, tentang pemilikan satu jiwa oleh manusia, dan penolakan inkarnasi atas paham reinkamasi.

Kunci 16

Kunci ini membahas persoalan-persoalan isyarat-isyarat alam malakut.

Kunci 17

Kunci ini membahas persoalan eskatologi; persoalan yang yang menjadi tema sentral pembahasan baik kalam maupun filsafat. Kunci ini membahas persoalan manusia dan martabatnya, akal praktis dalam jiwa, kesatuan `aqil-ma`qul, kebaikan dan kebahagiaan sejati, keadaan-keadaan jiwa.

Kunci 18

Kunci ini masih membahas persoalan-persoalan eskatologis, terutama menyangkut kebangkitan jasmani dan kebangkitan badani.

Kunci 19

Kunci ini juga masih membahas persoalan eskatologis. Terutama menyangkut persoalan kiamat, sifat-sifatnya, keutamaan ilmu-ilmu mengenainya.

Kunci 20

Kunci ini membahas persoalan olah ruhani; masalah-masalah suluk dan etik yang menjadi salah satu unsur Hikmah Muta`aliyyah.

Agus Efendi, (2001), Kehidupan karya dan Filsafat Mulla Shadra, Pascasarjana IAIN SGD: Bandung.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: