Sang pencari menjelajah energi universal


Apakah ada indikasi kuat dari realitas tertinggi yang belum ditemukan manusia? Apakah salah satu indikasi berhubungan dengan pemahaman tentang kreativitas kosmos dan kapasitas mengorganisasi diri? Tampaknya ada kesinambungan dari struktur yang semakin kompleks dan hubungan di seluruh spektrum transisi dari “debu bintang” menjadi manusia yang berpikir. Bagaimana perubahan ini terjadi? Apa proses yang terlibat? Bagaimana kita dapat lebih efektif menggunakan kesadaran yang tumbuh dari tatanan kosmik mengherankan sebagaimana sains berulang kali mengungkapkan? Bagaimana manifestasi manusia dari kosmos yang menakjubkan ini? Apakah dunia material sebagai inkubator yang diberikan Sang Pencipta, di mana ruh manusia dapat mengembangkan dan mencari ekspresi tertinggi di alam tak kasat mata? Bagaimana kontribusi studi tentang tujuan manusia pada realitas yang lebih besar di sekitarnya?

Dapatkah studi yang menarik—mengenai fenomena kehidupan dan manusia—terhubung dengan energi universal? Bagaimana kita dapat mengungkap lebih banyak misteri mengenai pengorganisasian materi yang belum pernah diteliti oleh ilmu pengetahuan? Johannes Kepler, salah satu astronom paling kreatif sepanjang masa, memercayai bahwa gugusan langit menceritakan kemuliaan Tuhan. Dalam artikel yang berjudul “Dare a Scientist Believe in Design?” Owen Gingerich menulis: “Kehidupan Kepler dan karyanya memberikan bukti bahwa seseorang dapat menjadi seorang ilmuwan kreatif dan percaya pada rancangan Ilahi dalam alam semesta ini, dan bahwa memang motivasi untuk penelitian ilmiah dapat berasal dari keinginan untuk melacak hasil karya Tuhan”[1]

Sebuah tujuan yang cerdas

Bagaimana secara konsisten mengetahui tentang tujuan kami diciptakan di alam semesta? Melalui ilmu? Melalui sejarah? Melalui teologi? Melalui agama-agama dunia? Kita hidup dalam kosmos yang diberkahi dengan tatanan fundamental, pemahaman yang transparan, dan ditandai dengan keindahan rasional yang mendalam; mungkinkah hal itu menunjukkan sumber kreatif dan tujuan di balik dunia ini? Apakah fakta bahwa pikiran manusia memiliki kapasitas untuk “membuka rahasia alam” merupakan bukti adanya keterhubungan dengan sumber kreatif? Ketika kesadaran diarahkan secara lahiriah, terlihat bahwa wujud dunia diutamakan. Ketika kesadaran diarahkan dalam hati, dapatkah kita kemudian melakukan riset dengan sumber diri sendiri dan membentuk jaringan dengan kreativitas universal? Dapatkah kita membentuk jembatan antara yang tak terlihat dan dunia nyata?

Bagaimana bisa mencapai pencerahan bila kondisi diri ini berasal dari kesadaran material yang terbatas, tetapi berkeinginan pada sesuatu yang tak terbatas dan tanpa bentuk? Memang, gelombang tidak dapat mengukur laut, namun ada titik penting ketika terjadi kontak diantara mereka. Apakah ada titik kontak antara keilahian yang tak terbatas dengan sesuatu yang terbatas? Apakah ini sebuah jalan untuk menemukan tentang bagaimana Sang Pencipta menyatakan kesadaran ilahi ke dalam bentuk aneka ragam kehidupan alam semesta?

Penciptaan tampaknya mencakup estetika, inteligensi, munculnya kehidupan yang menampilkan keindahan, dan rahmat. Dari kesadaran saat ini, manusia mungkin dianggap kreasi Pencipta “yang paling rumit”. Meskipun manusia terbuat dari unsur bumi, tetapi kekuatan dan kompleksitas kesadaran Ilahi yang hadir dalam tubuh mungkin berada di luar konsepsi manusia saat ini. Di dalam dan di belakang sel-sel mengalir arus listrik yang hidup. Dan di balik itu terdapat energi-energi halus pikiran dan persepsi. Seperti bila kita mengembangkan aspek spiritual, pergeseran dalam kesadaran sering terjadi, dan kami semakin mulai menyadari kekerabatan dengan semua kehidupan. Jadi, apakah—produk dan saksi—penciptaan sebagai proses terus-menerus dan abadi?

Menikmati keindahan harumnya bunga mungkin menyenangkan. Memahami realitas di luar memberikan kesempatan untuk melihat aspek dari wajah Sang Pencipta. Menikmati ritme dan harmoni musik akan menumbuhkan semangat menakjubkan. Namun, pengalaman ini tidak ada apa-apanya bila dibandingkan dengan kemegahan mendengar suara Pencipta dalam keindahan hingga penciptaan? Dapatkah hidup dalam kesadaran ruh Ilahi yang lain memiliki jaringan kuat dengan energi kreatif universal? Apakah kita sudah diberikan segala sesuatu yang dibutuhkan untuk mewujudkan kehidupan yang produktif dan menguntungkan? Apakah sudah bagian dari tugas kita untuk mengenali bakat, merawat, dan menggunakannya secara produktif?


[1] Owen Gingerich, “Dare a Scientist Believe in Design?” dalam Evidence of Purpose, ed. John M.Templeton (New York: Continuum, 1994), hal 29.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: