Sang pencari menerima panggilan ke puncak


Perubahan terjadi secara perlahan-lahan pada zaman prasejarah. Pikiran primitif secara bertahap mulai mencari pengetahuan dan pemahaman tentang tujuan keberadaan manusia. Lukisan gua, ukiran, dan dalam pembuatan alat telah terjadi perubahan kemajuan. Setiap saat, perencanaan dan penataan kehidupan menjadi semakin meningkat. Mungkin, filosofi pribadi mulai dikembangkan dari pengalaman individu dan diaplikasikan pada proses dan persoalan hidup. Perubahan ini bisa saja dipicu oleh drama kehidupan yang tak henti-hentinya terjadi di dalam dan di sekitar manusia. Namun, secara bertahap, pengalaman hidup dipengaruhi oleh pikiran, perasaan, dan perilaku individu.

Kemudian, mungkin sifat Ilahi yang melekat pada semua manusia mulai berbisik, “Masih ada lagi!” Mungkinkah ini merupakan undangan dari bagian dalam energi kreatif universal? Apakah itu merangsang individu untuk bercita-cita mencari puncak lebih tinggi dari eksplorasi spiritual? Mungkinkah hal ini mendesak sisi ruhani dan menjadi salah satu alasan mengapa “panggilan ke puncak ruhani yang lebih tinggi” tampaknya menjadi hal terpenting untuk sejumlah besar manusia? Banyak dari kita mengalami keinginan bawaan (fitrah) untuk makna, arah, dan tujuan.

Sebuah jalan baru mengenai penyelidikan, pemikiran, penelitian, dan studi terbuka mendahului pertanyaan tentang jiwa. Terdapat semangat kerinduan untuk mencari kebijaksanaan yang lebih dalam dan kesempatan menerapkannya dalam pengalaman kehidupan. Apakah panggilan takdir terhadap ruhani sering mewujud sebagai kendali dan bakat alami yang membantu membentuk kepribadian kita? Apakah ada elemen lain yang sangat penting selain “panggilan hati”? Jika perkembangan hidup harus efektif, berbuah, dan bertahan, haruskah kita memiliki filosofi tujuan hidup?

Mendengar dan menanggapi panggilan

Kapasitas kemampuan kita untuk mendengar dan menanggapi panggilan kebijaksanaan tampaknya akan terus meningkat. Dahulu, visi dan tujuan mungkin saja masih dianggap sebagai cita-cita, tetapi sekarang merupakan suatu kebutuhan yang menarik. Panggilan batin sering membantu untuk memilih pekerjaan, meningkatkan hubungan, kemajuan kualitas, dan arah hidup. Apakah ini merupakan rencana Tuhan membangun kesadaran yang lebih besar untuk manusia dalam mengubah sikapnya, cara hidupnya, bagaimana memandang kesehatannya, dan setiap aspek lain dari kehidupannya? Perubahan apa yang mulai terjadi pada karakter manusia dalam menanggapi tujuan-tujuan mulia tersebut?

Setelah memperoleh tujuan, mungkin kita diharuskan untuk menjangkau lebih dalam terhadap pemanfaatan sumber daya batin. Keputusan untuk naik ke puncak kepribadian dan spiritual yang lebih besar sering membutuhkan komitmen, keberanian, keterbukaan pikiran, dan usaha yang terfokus. Jika telah siap untuk petualangan hidup dengan mengakui dan mengatasi tantangan, memperbaiki kelemahan, mengungkapkan rasa syukur atas anugerah, maka dalam perjalanan tidak akan ditemui kesulitan yang berarti. Kita memulai dengan keadaan sekarang, dan bergerak ke depan. Segala sesuatu yang sebelumnya telah teralami dalam hidup akan membawa ke titik kesempatan selanjutnya. Dan meskipun manusia yang tak terhitung jumlahnya telah datang dan pergi, dia masih mencari dan bertanya: “Mengapa aku di sini, mengapa aku diciptakan”?

Anda memiliki kemampuan untuk mengeksplorasi dalam memberikan tanggapan dan mengatur kehidupan dalam pengembangan yang lebih bermanfaat (kesempatan itu memang ada!). Akankah Anda menganggap bermanfaat dan menguntungkan ketika mengerahkan usaha yang kuat dalam mencapai tujuan? Apakah Anda bersedia mengarahkan pikiran sadar ke arah hubungan dengan energi kreatif alam semesta? Apakah Anda siap untuk menjelajahi alam yang besar dan mengandung kemungkinan-kemungkinan ini? Jika demikian, mari kita jelajahi!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: