Sang pencari menemukan kekuatan imajinasi


Apakah Anda menganggap bahwa pada setiap momen dapat membayangkan atau menggunakan imajinasi untuk mengungkapkan daya kreatif universal ini? Setiap kali menafsirkan dan mengaktifkan gambar yang datang ke pikiran, hal itu akan mempengaruhi kehidupan dan dunia kita dalam beberapa hal.

Bagaimana kita bisa memanfaatkan dan menguntungkan secara efektif sekumpulan hasil imajinasi yang indah ini? Melalui ide dan konsep! Konsep boleh disebut sebagai bahan bakar imajinasi. Ketika sering mengulangi sebuah konsep yang diinginkan, akhirnya ia dapat menjadi bagian otomatis dari kesadaran kita. Salah satu contohnya adalah membaca buku-buku inspirasi dan berfokus pada prinsip-prinsip spiritual. Ketika fokus pada jalan penelitian, studi, dan kesadaran, kita akhirnya dapat membuat alur afirmatif dari reseptor mental dan konektornya. Kita dapat membayangkan kemungkinan-kemungkinan baru dan membawanya ke dalam manifestasi melalui perencanaan kreatif.

Prinsip dan konsep

Mari kita lihat sejenak pada hubungan yang mungkin antara prinsip-prinsip spiritual dan konsep manusia. Suatu konsep bersifat obyektif dan dapat mengambil bentuknya sendiri. Dalam kamus dikatakan bahwa konsep adalah sesuatu yang dikandung dalam pikiran, dan berasal dari akar kata Latin, “percipere”, yang berarti untuk menangani”. Apa yang kita “tangani” bisa menjadi konsep yang sangat nyata dan produktif dalam kesadaran pribadi. Jadi, dimanakah peran kuat kita yang sebenarnya: pada bagaimana kita memandang realitas atau bagaimana kita benar-benar menciptakan realitas?

Bagaimana hubungan persepsi dengan prinsip-prinsip spiritual? Salah satu prinsip universal yang besar sering disebut Law of Mind Action. Dalam lain perkataan, “Pikiran dilaksanakan dari hasil berpikir setelah diperoleh jenis-jenisnya”. Atau, “Ketika Anda berpikir, jadilah Anda!” Jadi, akan terlihat bahwa konsep tidak akan terlepas dari bagaimana pikiran dan bagaimana merasakan energi spiritual yang menjiwainya. Dengan pemikiran ini, mungkinkah ada hal atau tindakan yang tidak mewakili keberadaan, gerakan dari ruh, atau energi kreatif?

Melakukan refleksi terhadap pertanyaan “Mengapa kita diciptakan?” dapat membantu memperluas kerangka untuk menyelidiki dimensi-dimensi spiritual yang lebih besar dari penemuan mengenai tujuan kemanusiaan. Sering kali, “tujuan” menyiratkan menatap masa depan. Mungkin Anda bertanya: Apa yang akan dilakukan selanjutnya untuk memperoleh kepastian jawaban mengenai kemanakah kita ingin pergi? Dari perspektif manusia sadar, masa depan mungkin tampak tidak menentu dan pencapaian tujuan hanya masalah dugaan saja. Apakah sumber kreatif memiliki kebijaksanaan yang tak terbatas untuk menggambarkan di dalam mimpi manusia kecil secara spontan mengenai keseluruhan kehidupan dimensi bumi? Apakah salah satu tujuan hidup manusia hanya untuk menjadi kendaraan Sang Pencipta dalam meningkatkan bentangan seluruh ekspresi manusia dan emosinya?

Era baru kemajuan

Sang Pencipta menjanjikan untuk mengungkapkan diri-Nya kepada mereka yang mencari. Apakah kita berharap dapat menemukan hubungan manusia dengan Sang Pencipta melalui latihan kerendahan hati sesuai dengan subjek penyelidikan? Membuka pikiran akan membantu pertanyaan, penelitian akan memperbesar penemuan untuk penyelidikan lebih lanjut, dan akan diperoleh kemajuan. Apakah mungkin bahwa bumi dan penduduknya akan memasuki era baru kemajuan spiritual yang lebih menarik dan bermanfaat dari sebelumnya? Seperti disebutkan di awal, keberadaan manusia di Bumi mungkin bukan akhir dari penciptaan, tetapi awal dari itu!

Telah banyak diberitahukan bahwa mereka yang menyembah Sumber Kreatif yang diberdayakan oleh ruh akan dapat mengeksplorasi pertumbuhan spiritual yang dapat menjadi sarana untuk mencapai ketinggian dengan penuh sukacita, cinta, dan prestasi. Tuhan senantiasa melingkupi kehidupan manusia dan menebarkan cahaya kasih sayang sehingga semua hal terlihat sebagai cahaya baru. Cinta yang tidak terbatas sering menjadi ekspresi spontan dari ruh—jiwa yang dipenuhi cinta.

Dalam bukunya, My Philosophy and My Religion, Ralph Waldo Trine berkata:

Kebenaran spiritual yang besar—kebenaran dari kehidupan nyata mencakup semua umur, dan akan datang ke setiap pria atau wanita sesuai kondisinya. Tuhan akan berfirman kepada telinga yang mendengarkan dengan rendah hati, apakah itu Yahudi, Hindu, Parsi, Amerika, India Timur, atau Kristen. Ini adalah wilayah kehidupan spiritual yang harus diberi perhatian secara lebih. Mata air kehidupan, yang semua berasal darinya. Kita harus membuat kondisi mental yang benar, dan harus memasangkan iman dan harapan. Kita juga harus menyiapkan waktu yang cukup, tenang, bisa mendengar, dan menafsirkan dengan benar.[1]

Bukankah kita masing-masing berusaha untuk memperbaiki diri melalui pemahaman yang lebih besar tentang “mengapa kita diciptakan”? Emanuel Swedenborg menulis bahwa kita tidak akan di surga sampai surga ada dalam diri kita. Jika bangunan surga terserah kita, mengapa kita menyia-nyiakan satu hari yang teramat berharga? Kita yang berada pada saat ini dapat mulai mengakui kehidupan dan semangat menggelorakan surga dalam diri. Kita menerima tantangan untuk mengekspresikan potensi hidup secara maksimal.

Refleksi kehidupan

Ada beberapa kalimat yang dapat Anda diskusikan berikut ini.

  • Apakah yang terlihat hanya bagian kecil dari manifestasi realitas?
  • Apa yang Anda cita-cita selama hidup Anda?
  • Apa arti kata “realitas” bagi Anda?
  • Apa pikiran dan perasaan Anda tentang “konsep ketertiban”?
  • Apakah Anda merasa antusias mengenai “menemukan” Sang Pencipta?
  • Apa artinya bagi Anda dan kehidupan Anda untuk mempelajari tentang “mengapa Anda diciptakan”?

Apakah Anda ingin meneliti dengan menggunakan metode ilmiah untuk menemukan realitas terdalam?


[1] Ralph Waldo Trine, dalam John M. Templeton, Possibilities of Over One Hundredfold More Spiritual Information: The Humble Approach in Science and Theology (Philadelphia: Templeton Foundation Press, 2000), hal 135.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: