Sang pencari menemukan prinsip ketertiban


Apakah kedalaman dan kuatnya tata tertib merupakan bagian dari alam semesta? Apabila hukum universal atau asas yang melekat dalam tujuan Sang Pencipta bagi semua ciptaan, apakah ada kesempurnaan untuk semua makhluk sesuai dengan hukum yang didirikan di dalamnya? Apakah salah satu petunjuk kuat untuk memahami kreativitas kosmos berhubungan dengan kapasitasnya yang disebut organisasi-diri? Sains saat ini membawa kita untuk memahami hubungan proses kreativitas alam semesta dengan kapasitas organisasi-diri. Bagaimana proses-proses ini terjadi? Dapatkah Prinsip Ketertiban menjadi salah satu bukti terkuat bahwa fenomena paling menakjubkan disebut kesadaran-diri manusia? Apakah kita hanya “di awal cerita” dalam menemukan atribut kesadaran diri dan tujuannya? Bagaimana manusia bekerja sama dengan eksistensi realitas transenden untuk hal yang lebih besar?

Beberapa orang mempertimbangkan Prinsip Ketertiban menjadi hukum pertama alam semesta. Mungkinkah alam semesta mempertahankan bagian-bagiannya ketika memasuki kompleksitas? Fakta-fakta dari ruh adalah karakter spiritual dan ketika dipahami hubungannya dengan benar, apakah mereka menaati ketertiban? Apakah ketertiban merupakan prinsip universal ilmu sejati? Apakah ide Ilahi berupa ketertiban atau penyesuaian yang ditetapkan dalam pikiran, sehingga pikiran kita dapat berkorelasi dengan tujuan universal?

Apakah adanya ketertiban menunjukkan sebuah tujuan? Apakah orisinalitas kompleksnya kehidupan dapat dijadikan argumen bagi adanya kreativitas, koneksivitas, dan ketertiban luas biasa? Apakah proses ini bagian dari peningkatan kesadaran, keabadian, dan multidimensinya keberadaan manusia?

Apakah kesadaran yang lebih tinggi mampu membimbing untuk mendalami spiritual dan menyadari adanya sesuatu di luar ruang fisik ini? Apakah perjalanan ilmiah ke luar angkasa selalu diarahkan kembali untuk meneliti ruang spiritual manusia? Bagi banyak orang, pandangan fantastis planet bumi dari luar angkasa menyimbolkan adanya kesadaran kelahiran yang unik. Seorang astronot menatap ke atas cakrawala yang warna-warni di kedalaman ruang hitam, mereka merasakan “sesuatu” itu.

Kreativitas dan kemajuan sang pencari

Bagaimanakah penelitian terhadap pertumbuhan spiritual dapat mendorong kreativitas dan kemajuan dalam kehidupan manusia? Ketika hidup sebagai makhluk bumi, akhirnya semua tergantung pada kemampuan manusia untuk hadir di dunia, satu sama lain saling memperbaiki kualitas dan kesadarannya. Diri manusia ini mungkin tampak dibatasi, terbatas, dan sebagian besar terdiri dari apa yang telah dipelajari melalui pendidikan, pengalaman pribadi, lingkungan, dan pengaruh luar lainnya. Tersembunyi di balik diri pribadi ini, bagaimanapun, kita harus mematuhi realitas keberadaan. Manusia menjadi jauh lebih kuat daripada fisik dan mental pribadinya. Manusia memiliki identitas ruhani, fisik, mental, dan termasuk spiritual.

Bisakah hubungan manusia dengan Sang Pencipta menjadi seperti sinar matahari dengan mataharinya? Tidak ada yang dapat memisahkan matahari dari sinarnya. Sinar matahari terbuat dari substansi matahari yang mengambil bagian dari alam. Sinar matahari memiliki misi dan tempat tertentu untuk memberikan belaian, kehangatan, dan cahaya. Seperti sinar matahari, manusia juga memiliki tempat khusus tersendiri untuk mengisi kehidupan. Jadi, manusia adalah bagian dari rencana Ilahi dan diperlukan untuk kesempurnaan dan kesehatan keseluruhan alam. Bisakah rencana keilahian yang begitu besar dimana yang bertindak sebagai ujung tombaknya adalah manusia? Dapatkah manusia menjadi cahaya yang menuntun dari kegelapan menuju penemuan yang lebih besar?

Pikirkan tentang ide ini. Dapatkah Anda membayangkan sesuatu yang lebih berarti atau lebih kuat daripada mencapai tujuan sejati Anda—dan kemudian melangkah ke depan untuk mencapai itu? Karena bersatu dengan ruh, maka kekuatan kreatif adalah kekuatan manusia. Setiap hari kita menggunakan kekuatan itu dalam banyak cara atau model, tetapi kadang konstruktif dan terkadang destruktif.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: