Archive for the Kesetimbangan Kimia Category

Latihan Soal No. 12-20

Posted in Bank Soal with tags , , , , , on Juni 1, 2012 by isepmalik

12.  Karbon monoksida dan gas hidrogen bereaksi menurut persamaan berikut:

CO(g) + 3H2(g) Û CH4(g) + H2O(g)

Jika 1,0 mol CO dan 3,0 mol H2 dimasukkan ke dalam wadah 10 L pada 1200 K dan menghalalkan reaksi mencapai kesetimbangan. Bila pada kesetimbangan itu diketahui mengandung 0,387 mol H2O. Berapa komposisi molar campuran dalam kesetimbangan?

13.  Tetapan kesetimbangan, KC untuk reaksi:

2NO(g) + O2(g) Û 2NO2(g)

sama dengan 4,0 x 1013 pada 250C. Apakah campuran lebih didominasi pereaksi atau produk bila [NO] = [O2] = 0,5 M pada kesetimbangan.

14.  Suatu tabung reaktor 50,0 L mengandung 1,0 mol N2; 3,0 mol H2; dan 0,5 mol NH3. Akankah amonia dibentuk atau diuraikan bila campuran gas menuju kesetimbangan pada 4000C? Diketahui untuk persamaan:

N2(g) + 3H2(g) Û 2NH3(g), nilai Kc = 0,50

15.  Phosfor  pentaklorida membentuk campuran kesetimbangan bila dipanaskan. Persamaannya:

PCl5(g) Û PCl3(g) + Cl2(g)

Suatu reaktor dengan volum 1,0 L mengandung sejumlah tertentu PCl5 dan 0,03 mol PCl3 dan 0,02 mol Cl2 dalam keadaan kesetimbangan pada 2500C. Berapa PCl5 dalam reaktor bila Kc untuk reaksi itu 0,0415 pada 2500.

16.  Ramalkan arah reaksi bila H2 dikeluarka dari sistem reaksi yang telah mencapai keadaan setimbang. Persamaan kimianya:

H2(g) + I2(g) Û 2HI(g)

17.  Arsen dapat diekstrak dari bijihnya dengan cara, direaksikan dengan oksigen untuk membentuk As4O6(s), kemudian direduksi dengan karbon.

As4O6(s) + 6C(s) Û As4(g) + 6CO(g)

Ramalkan arah pergeseran posisi kesetimbangan bila kondisi diubah dengan cara:

(a)     Penambahan karbon monoksida

(b)    Mengeluarkan gas arsen, As4(g).

18.  Ramalkan pergeseran yang terjadi bila volume reaktor dikurangi.

(a)     P4(s) + 6Cl2(g) Û 4PCl3(l)

(b)    PCl3(g) + Cl2(g) Û PCl5(g)

19.  Untuk reaksi berikut, ramalkan bagaimana nilai K berubah akibat suhunya dinaikkan.

(a)     N2(g) + O2(g) Û 2NO(g)                DH0 = 181 kJ

(b)    2SO2(g) + O2(g) Û 2SO3(g)           DH0 = -198 kJ

20.  Langkah-langkah apa yang ditempuh untuk menghasilkan produk yang sebesar-besarnya di industri pembuatan asam nitrat.

Latihan Soal No. 1-11

Posted in Bank Soal with tags , on Mei 27, 2012 by isepmalik

1.  Tuliskan ungkapan tetapan kesetimbangan untuk reaksi metanasi:

     (a)     CO(g) + 3H2(g) <—> CH4(g) + H2O(g)

     (b)    CH4(g) + H2O(g) <—> CO(g) + 3H2(g)

2.  Untuk reaksi berikut:

CO(g) + H2O(g) <—> CO2(g) + H2(g)

Bila campuran gas CO 1,0 M dan H2O 1,0 M mencapai kesetimbangan pada 10000C dan diketahui mengandung 0,59 mol H2. Tentukan komposisi gas dalam kesetimbangan.

3.  Gas H2S adalah gas tidak berwarna dan berbau telur busuk terdisosiasi melalui pemanasan.

2H2S(g) <—> H2(g) + S2(g)

Jika 0,10 mol H2S dimasukkan ke dalam 10 L wadah dan dipanaskan sampai 11500C, setelah mencapai kesetimbangan diketahui terdapat 0,0285 mol H2. Berapa nilai kesetimbangan untuk penguraian H2S?

4.  Berapa nilai tetapan kesetimbangan untuk soal nomor 3, bila dinyatakan dalam bentuk Kp.

5.  Proses Mond untuk pemurnian nikel melibatkan pembentukan nikel karbonil, Ni(CO)4, suatu gas  berwarna ungu, dari logam nikel dan karbon monoksida.

Ni(s) + 4CO(g) <—> Ni(CO)4(g)

Tuliskan tetapan kesetimbangan Kc untuk reaksi tersebut.

6.  Untuk reaksi:

2Cs(s) + F2(g) <—> 2CsF(s)

Kp = 1,24 x 10184 pada 298 K. Berapa tekanan parsial gas flor dalam kesetimbangan itu.

7.  Kalsium klorida  tak berhidrat digunakan sebagai desikan, yaitu zat yang dapat menyerap uap air di dalam desikator. Dalam desikator, terjadi kesetimbangan antara CaCl2 berlebih dan jumlah uap air yang diserap dengan Kp = 1,28 x 1085 pada suhu kamar.

CaCl2(s) + 6H2O(g) <—> CaCl2. 6H2O(s)

Berapa tekanan uap air dalam desikator yang tertutup rapat dan berisi kalsium klorida pada suhu kamar?

8.  Gunakan perubahan energi bebas standar untuk menghitung tetapan kesetimbangan reaksi berikut pada suhu 250C?

N2(g) + 3H2(g) <—> 2NH3(g)

9.  Gunakan data  DH0 dan DS0 untuk reaksi berikut pada 250C:

2NO2(g) <—> N2O4(g)

dan tentukan berapa nilai Kc pada suhu itu?

10.  Tentukan nilai tetapan kesetimbangan pada 250C, untuk reaksi:

2NH3(g) + CO2(g) <—> NH2CONH2(aq) + H2O(l)

Diketahui DG025 = -13,6 kJ.

11.  Tetapan kesetimbangan penguapan air

H2O(l) <—> H2O(g)

Kp = PH2O. Berapa tekanan parsial uap air.

(Sumber: Yayan Sunarya. (2000). Kimia Dasar: Prinsip-prinsip Kimia Terkini Jilid 1).

Kesetimbangan Kimia

Posted in Kesetimbangan Kimia with tags , , , , , on April 27, 2012 by isepmalik

  • Kesetimbangan reaksi kimia bersifat dinamis. Pada keadaan kesetimbangan, laju ke arah hasil reaksi sama dengan laju ke arah pereaksi, dan tidak terjadi perubahan yang sifatnya makroskopik. Sedangkan dalam keadaan mikroskopik berlangsung perubahan dalam kedua arah reaksi secara terus menerus sampai waktu yang tidak terhingga sehingga atau sampai ada gangguan terhadap keadaan kesetimbangan.
  • Kesetimbangan reaksi kimia secara kuantitatif dicirikan oleh ungkapan tetapan kesetimbangan reaksi. Hukum aksi massa menerangkan kepada kita bagaimana merumuskan ungkapan tetapan kesetimbangan untuk reaksi kimia. Untuk reaksi hipotesis: aA + bB ↔ cC + dD. Tetapan kesetimbangan untuk reaksi hipotetis tersebut dapat dituliskan sebagai berikut:

 

 

  • Tetapan kesetimbangan dapat dinyatakan dalam bentuk konsentrasi maupun dalam bentuk tekanan. Hubungan antara kedua tetapan kesetimbangan tersebut dinyatakan dengan persamaan: Kp = Kc (RT)∆n
  • Tetapan kesetimbangan suatu persamaan untuk reaksi kebalikan sama dengan kebalikan tetapan kesetimbangan persamaan untuk reaksi maju. Tetapan kesetimbangan untuk persamaan kimia yang diperoleh melalui penambahan secara aljabar dua persamaan kimia sama dengan perkalian tetapan kesetimbangan untuk kedua persamaan yang ditambahkan.
  • Manfaat tetapan kesetimbangan kimia dapat digunakan untuk meramalkan posisi reaksi yang berkesetimbangan, apakah reaksi itu jauh terletak ke arah hasil reaksi (reaksi mendekati sempurna) atau jauh berada dekat pereaksi (reaksi nyaris tidak terjadi). Di samping itu, bermanfaat untuk meramalkan arah suatu reaksi setimbang, dengan menggunakan quotient reaksi. Sebab reaksi yang berada dalam kesetimbangan dapat didekati dari arah manapun.
  • Ungkapan tetapan kesetimbangan untuk reaksi yang heterogen, berbeda dengan reaksi homogen. Pada reaksi heterogen, konsentrasi zat murni dianggap tidak berubah, sehingga tidak mempengaruhi tetapan kesetimbangan.
  • Penentuan tetapan kesetimbangan dapat didekati dari penentuan energi bebas reaksi pada keadaan standar. Hubungan antara energi bebas Gibbs dan tetapan kesetimbangan dinyatakan dengan persamaan berikut: ∆G0 = -RT ln K.
  • Reaksi kesetimbangan kimia dinamis yang telah stabil dapat bergeser untuk merespon perubahan kondisi reaksi, seperti perubahan konsentrasi pereaksi atau perubahan konsentrasi produk, perubahan suhu sistem, atau perubahan tekanan atau volum.
  • Perubahan konsentrasi pereaksi atau konsentrasi produk reaksi dapat menggeser posisi kesetimbangan. Bila pereaksi ditambahkan atau produk reaksi diambil dari sistem reaksi yang telah mencapai kesetimbangan, posisi kesetimbangan akan bergeser ke arah produk reaksi, guna meminimalkan pengaruh gangguan tersebut. Bila kesetimbangan dicapai kembali, maka konsentrasi masing-masing zat dalam kesetimbangan yang baru berubah, sedangkan harga tetapan kesetimbangan tidak berubah selama suhu tetap.
  • Pengaruh perubahan suhu terhadap posisi kesetimbangan berkaitan dengan entalpi reaksi. Bila sistem kesetimbangan bersifat eksoterm, peningkatan suhu akan menggeser posisi kesetimbangan ke arah sebaliknya atau ke arah endoterm. Dalam hal ini, ke arah pereaksi. Perubahan suhu mempengaruhi nilai tetapan kesetimbangan, sehingga konsentrasi masing-masing zat juga akan berubah.
  • Pengaruh perubahan tekanan atau volum sistem kesetimbangan akan berdampak terhadap reaksi kesetimbangan dimana jumlah molekuler dalam sistem itu berbeda. Peningkatan tekanan atau penurunan volum sistem reaksi akan menggeser posisi kesetimbangan ke arah sistem reaksi yang jumlah molekulernya lebih sedikit.

(Sumber: Yayan Sunarya. (2000). Kimia Dasar: Prinsip-prinsip Kimia Terkini Jilid 1. Bandung: Alkemi Grafisindo Press. Hal: 209).

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.497 pengikut lainnya.