Dasar-dasar Ilmu Kimia


  • Ilmu kimia adalah cabang ilmu pengetahuan alam yang mempelajari sifat-sifat dan gejala alam, khususnya mengenai struktur materi, komposisi materi, sifat dan perubahan materi, serta energi yang menyertai perubahan.
  • Awal perkembangan ilmu kimia bersumber dari keterampilan tradisional masa lampau, juga pengaruh dari filsafat Yunani kuno. Karena itu perkembangan ilmu kimia bersifat teoritis dan praktis. Ilmu kimia modern mempelajari bagaimana proses-proses kimia dapat dikembangkan tanpa merusak lingkungan hidup.
  • Perubahan fisis adalah suatu perubahan materi yang tidak disertai pembentukan materi yang jenisnya baru. Perubahan kimia adalah suatu perubahan materi yang disertai pembentukan materi yang jenisnya dan sifatnya berbeda dari materi semula.
  • Materi di alam mengalami perubahan secara berkesinambungan melalui perubahan fisis atau perubahan kimia atau keduanya. Dalam industri, perubahan fisis dan perubahan kimia dimanfaatkan untuk memproduksi bahan baru yang berguna bagi kesejahteraan manusia.
  • Perubahan materi tidak disertai perubahan massa. Ini dikenal dengan hukum konservasi massa yang dicetuskan oleh Lavoisier. Materi tidak dapat diciptakan maupun dimusnahkan.
  • Unsur adalah bahan dasar penyusun materi yang tidak dapat diuraikan lagi menjadi zat yang lebih sederhana dengan cara reaksi kimia biasa. Senyawa adalah zat tunggal penyusun materi yang masih dapat diuraikan menjadi zat lain yang lebih sederhana dengan cara reaksi biasa.
  • Perbandingan unsur-unsur dalam suatu senyawa selalu tetap. Pernyataan ini dikenal dengan hukum komposisi tetap atau hukum perbandingan tetap yang dicetuskan oleh Proust.
  • Campuran tersusun dari dua atau lebih zat yang masih memiliki sifat-sifat zat asalnya, dan komposisinya tidak tetap. Campuran dapat digolongkan ke dalam campuran serbaneka dan campuran serbasama. Campuran serbaneka adalah campuran yang masih dapat dibedakan komponen penyusunnya, serta sifat dari masing-masing zat asal masih ada. Campuran serbasama adalah campuran yang tidak dapat dibedakan komponen-komponen penyusunnya, tapi sifat masing-masing zat asal masih ada. Campuran dapat dipisahkan dengan kromatografi.
  • Larutan adalah campuran serbasama dari dua macam zat atau lebih. Istilah pelarut digunakan untuk menyatakan zat terbanyak dalam larutan itu dan berperan sebagai media pelarutan. Istilah terlarut digunakan untuk menyatakan zat yang dilarutkan dalam media pelarut dan jumlahnya kecil dibandingkan pelarut. Untuk menyatakan kadar suatu zat dalam larutan digunakan istilah persen berat, persen volum, dan ppm.
  • Partikel terkecil penyusun materi dapat berupa atom, molekul, atau ion. Atom adalah partikel terkecil suatu unsur yang masih memiliki sifat-sifat unsur itu. Molekul adalah gabungan dua atau lebih atom yang berasal dari unsur yang sama atau berbeda, yang dapat menunjukkan satuan masing-masing dan mempunyai sifat tersendiri. Ion adalah atom atau kelompok atom yang bermuatan listrik. Jika muatan negatif dinamakan anion, jika muatan positif dinamakan kation.
  • Untuk memudahkan penulisan dan pemanggilan nama unsur-unsur, maka unsur-unsur tersebut diberi lambang. Lambang unsur diturunkan dari nama unsur bersangkutan berdasarkan aturan yang ditetapkan oleh IUPAC. Penamaan tiap unsur atau senyawa diatur oleh IUPAC dengan aturan yang telah disepakati. Aturan penamaan tersebut dinamakan tatanama, yaitu suatu cara penulisan nama rumus kimia melalui metoda sistematika.
  • Rumus kimia menyatakan jumlah relatif atom-atom tiap unsur yang terdapat dalam suatu senyawa. Persamaan kimia adalah ungkapan keadaan suatu reaksi yang dinyatakan dengan lambang dari suatu reaksi kimia. Dalam hal ini, lambang dan rumus merupakan pengganti dari nama zat yang terlibat.
  • Menyetarakan persamaan berarti membubuhkan suatu bilangan tertentu, yang disebut koefisien reaksi, di depan lambang atau rumus dalam suatu persamaan kimia. Dengan cara ini jumlah atom-atom pada setiap jenis atom dalam kedua ruas persamaan menjadi sama.

(Sumber: Yayan Sunarya. (2000). Kimia Dasar: Prinsip-prinsip Kimia Terkini. Bandung: Alkemi Grafisindo Press. Hal: 44.

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.498 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: